a little evil innocent

444 6 0
                                    

Di dunia ini, ada dua eksistensi manusia. Pertama, manusia yang dimanfaatkan dan kedua, manusia yang memanfaatkan.

Aku?

Tentu saja eksistensi yang dimanfaatkan.

________

' Bruss '

Seember besar air hitam dicampur es Batu disiramkan ke tubuh seorang gadis yang meringkuk dilantai, kedua tangannya diikat ke belakang, rambutnya berantakan, seragam sekolahnya terkoyak di sana-sini. Tetapi tak ada satupun luka di tubuhnya.

Tubuhnya menggigil dengan air matanya yang mengalir semakin deras, dia saat ini terlihat sangat menyedihkan. Frustasi, marah, tak berdaya dan takut dapat dilihat dari wajahnya.

Kepala gadis itu menengadah, menatap dua siluet yang berdiri didepannya dengan ember kosong di tangan mereka.

" a.. Hiks.. Ampun... A-apa salahku ke kakak.. Hiks... Hiks... A-aku bahkan gak pernah buat masalah ke kakak... Hiks.. " air mata gadis itu semakin deras mengalir sementara melihat pemandangan ini, dua siluet itu tertawa nyaring.

Siluet di kanan yang ternyata seorang gadis cantik berbandana pink, dia merupakan ketua dari geng mereka yang sering dipanggil 'sis na' oleh kedua rekan segengnya a.k.a nawla adyla, dia mengangkat kakinya menginjak kepala gadis yang dibully " salah lo? Hah!! Sis la! Kasih pencerahan ke platipus merindukan surga ini!! Baru juga kelas 1 udah nyari masalah sama kita!! "

Gadis berbandana itu mundur perlahan, membiarkan siluet 'sis la' atau sister la, a.k.a larasati gemilang yang ada dikirinya untuk maju, seorang gadis dengan rambut berpotongan bob dan dada yang... besar.

" lo tau gak!! Gara-gara lo sis ra gue kalah taruhan satu juta! Beraninya lo deketin erol pas kami pasang taruhan. Muka standar aja bangga!! Lo pelet apa erol sampai mau sama lo!! Hah! " dengan sekuat tenaga lara menendang perut gadis itu, menyebabkan gadis itu terguling ke belakang dan tak bisa bernafas sesaat.

Sebuah tangan kecil yang halus dan lembut terulur dari belakangnya, mencegah kepala gadis yang dibully terbentur dinding. " sis na, sis la. Jangan terlalu kasar ke freak ini, ini bukan salahnya kalau erol suka dengan dia dan jangan membuat lebam atau luka di tubuhnya, dia bisa punya bukti buat lapor kita ke kepsek "

Sis ra a.k.a kyralia candranan, Gadis dengan kulit seputih salju yang lembut, badan yang kecil dan proporsional dengan tinggi 166 cm serta berat 'rahasiawanita', rambut sepinggang berwarna putih karena dia albino terikat twintail menambah kesan manisnya. Wajahnya memang tergolong cantik tapi sayang. Overdosis make-up. Mengurangi nilai plus di kecantikannya. Walaupun begitu kepolosan dapat dilihat dari wajahnya yang 'terlihat' lugu.

Kedua temannya mengerang tak setuju dan berniat protes tetapi dipotong terlebih dahulu oleh kyra.

" yah, meski aku bisa mentolerir jika erol lebih suka freak ini dari pada aku, tapi satu juta... Tentu gak, hihihi "

Ekspresi kyra berubah mengeras, menatap dingin gadis dibawahnya dengan tatapan merendah, kemudian tersenyum manis kembali " beri aku 3 kali lipat dari pengeluarannya dan kau.. Jeng.. Jeng.. Akan bebas dari kami.. Ayo cuma 3 juta aja kan? Aku tau, aku memang baik hati kepada kaum freak, hihihi " kyra tertawa dengan santai, tak terlalu menanggapi ekspresi tercengang yang kini ditampakkan gadis yang dibully sedangkan kedua temannya tersenyum dengan kupasan, setidaknya masing-masing dari mereka akan mendapat 1 juta. Jumlah yang besar bagi seorang pelajar biasa.

hide and seekTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang