Titip Rindu Buat Ayah

74 5 1
                                    

Aku masih Disini. Di tempat terakhirku melihatmu. Sekali lagi, Aku masih disini, menunggumu Kembali Pulang.

Saat malam itu Tiba, aku tak pernah tahu kalau sang jelaga akan merenggutmu dariku.
Aku seakan di butakan oleh Rasa sakit yang kau rasakan. Aku melupakan Semuanya. Fokusku hanya padamu, dan bagaimana cara menghilangkan Rasa Sakitmu.

Kini, Rasa sakit itu benar-benar hilang bersama Dirimu yang Kembali pada-Nya, kembali pada Sang pencipta.

Kau benar-benar Berpulang, tanpa Pesan. Hanya pelukan itu, Pelukan yang ku artikan sebagai pengalihan Rasa sakitmu, yang sebenarnya adalah pelukan Terakhir Untukku.

Ayah, Kini kau telah bersama-Nya, meninggalkan Kami bersama setumpuk Rasa sakit tak kasat mata.

Tapi aku meyakini semua ini adalah Takdir yang Harus ku terima. Ikhlas adalah satu-satunya Cara, agar Rindu ini tersampaikan kepadamu.

Ayah, 8 purnama Berlalu, dan Rindu ini semakin Berat di Pundakku.

***

Hari berganti Hari seolah waktu akan Berlari, entah sudah Hari Keberapa tatapku Tak lagi bertemu dengannya, Suaranya tak lagi Ku dengar menyebut Namaku, dan Sentuhannya tak lagi dapat Ku rasakan.

Sejak Hari itu, Hari kepulangannya Ke pangkuan Tuhan, semua terasa di renggut paksa Dariku, bahagiaku, Rasaku Hingga Nyaris Mati, kenyataan Akan Kematian Ayah Benar-benar memporak-porandakan Hatiku.

Padahal Baru kemarin Ia Memintaku membersihkan Kukunya, Baru kemarin Ia Memintaku Membuatkan Kopi Untuknya, Baru Ku rasakan tangannya Memegang kuat Pundakku seolah Mengatakan agar aku kuat menjalani Kehidupan yang Keras Ini.

Dan Terakhir ku dengar suaranya Telah Mengeja Kalimatullah sebagai Pengantarnya Menuju Alam Lain. Hal Ini berat Untuk kami, tapi apapun Itu, sekali lagi Ikhlas adalah satu-satunya Cara Yang bisa Aku lakukan.

Aku Ingat, Ayah Pernah Mengatakan Satu Hal Kepadaku bahwa Hidup tak Semudah yang ku jalani. Kehidupan sebenarnya Bukan itu, kehidupan Sebenarnya adalah ketika Aku harus berdiri diatas kakiku sendiri. Dalam artian kata, aku harus bisa mandiri, tidak lagi bisa mengandalkan bantuan orang lain. Dan saat ini aku telah mencoba merealisasikannya.

Aku Ilyana Cantika, anak manja yang Lahir dari keluarga Sederhana, namun Bangga pernah memiliki Ayah Seperti Beliau Yang Telah Berpulang.

Dia tak hanya Berperan sebagai Ayah, dia Juga Bisa Menjadi Teman Bahkan Musuh dalam waktu bersamaa. Ayah adalah yang Paling Sabar di antara semua orang yang ada di rumah, Ayah tidak Banyak Bicara, Bahkan Ketika Di bentak Oleh adik Bungsunya Sekalipun.
Katanya, Masalahnya ada Pada Warisan waktu itu, dan kembali Lagi, Ayah Tidak membantah ucapannya ataupun Menyanggahnya, Baginya Meninggalkan Tempat itu adalah Pilihan Yang Paling Benar.

Begitulah Ayahku semasa Hidupnya, Dia tidak Pernah Punya Musuh atau bercekcok dengan orang, Dia lebih Mendewakan Diam,Seperti Emas yang Mengindahkan Sifatnya.

Kini Raganya tak lagi dapat ku sentuh, senyumnya tak lagi dapat ku lihat, Suaranya tak lagi dapat ku dengar. Hanya Doa yang Bisa Ku panjatkan Sebagai pengantar Kerinduan lara yang menggunung di dalam hatiku.

Kehidupan terasa Kosong karenanya, Abu-abu diantara banyak warna tak lagi bisa di elakkan, bahkan Telah Teegores dalam Buku sejarah kehidupannya.

Ayah, Sosokmu memang tak lagi Pernah Bisa Menemani Hari-hariku, Tapi aku Yakin Tuhan tidak sebercanda Itu dengan kembali memisahkan Kita Kelak fi hari Kemudian.

Ayah telah Bersama-Nya, semoga Ayah juga Bahagia Pernah memiliki Putri Kecil Sepertiku.

***

Sepenggal cerita tentang Ayahku. Maaf, aku Teramat Rindu padanya dan Berfikir kerinduan ini Bisa ku salurkan lewat tulisanku. Menceritakan Sosok Ayahku lewat tulisan dan Membagikan Cerita Bahagiaku Memiliki Ayah Sepertinya tidaklah Buruk.

Untuk yang Sudah Membacanya terima Kasih telah menyempatkan waktunya.

Ceritaku kali ini tidak Menuntut komentar, hanya sekedar Berbagi Kisah.

Just it.

bagi yang masih memiliki orang Tua Yang Lengkap, Semoga Kalian tidak Mengecewakan Mereka. Dua Orang yang Teramat penting dalam Kehidupan.

Dan Yang Telah meninggal salah satunya, Semoga Mereka di tempatkan di tempat terindah Tuhan disisiNya.

AAMIIN

SEcret admin

APDS FictionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang