DONT TOUCH ME!
18+
Beby terbangun ketika mendengar suara pintu. Seketika rasa pusing yang sangat hebat menyerangnya. Di manakah ia sekarang? Mengapa rasanya sangat pusing sekali?
"Udah bangun, Sayang?"
Beby terkesiap ketika mendengar suara tersebut. Rasanya ia mengenal suara serak yang sangat khas itu. Kegelapan membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas siapa cowok yang berdiri di depan kasurnya.
Tunggu! Kasurnya?
Beby tidak mengenali bau kamar ini. Ia mencoba mengingat dimanakah sebenarnya ia sekarang. Ujian Sastra, Tumpangan Farel, ah ya! Farel! Apakah ini kasur Farel? Apa yang sebenarnya terjadi?
Beby mencoba untuk duduk, namun ia kaget ketika menyadari tangan dan kakinya telah dirantai ke setiap sisi kasur. Rasa pusing semakin hebat menyerangnya, ada sesuatu yang aneh pada dirinya, Beby bisa merasakan itu. Tuhan! Ada apa sebenarnya?
"Tenang, Sayang! Jangan panik dan jangan berani teriak. Itu cuma bakal nambahin penderitaan lo doang," ujar cowok di depan kasurnya memperingatkan.
Kini Beby yakin bahwa cowok tersebut adalah Farel. "Farel, lo ngapain? Kenapa lo perlakuin gue kayak gini?" lirih Beby.
Rasa pusing dan takut akan ancaman Farel membuatnya tidak berani untuk berteriak. Beby mendengar Farel menarik kursi dan mendudukinya. Perlahan rasa takut makin menjalar di hatinya. Ada apa dengan Farel? Mengapa ia berlaku seperti ini?
"Nggak perlu takut, Sayangku. Lo bakal nikmatin semua ini. Tenangin diri lo dan tunggu sebentar. Izinin gue ngerokok dulu."
Farel menghidupkan korek apinya, saat itulah Beby bisa melihat dengan jelas wajah temannya itu. Sempoyongan, mata yang redup, dan ekpresi yang tidak pernah dilihat Beby sebelumnya. Rasa takut dan pusing membuat Beby semakin kalut, perlahan air matanya menetes.
"Lepasin gue Rel, biarin gue pergi dari sini! Gue mau pulang!" pinta Beby. Gadis itu terisak menahan rasa takut yang ada di hati, tidak berani membayangkan apa yang akan dilakukan Farel kepadanya.
"Ssstt ... Jangan berisik, Sayang. Atau lo mau teman-teman gue di bawah sana ngedengar suara lo dan minta gabung dalam pesta kita? Jujur, gue gak mau, Sayang!"
Beby semakin ketakutan. Air matanya turun dengan deras tanpa mampu ia kendalikan. Ia meronta dan mencoba melepaskan rantai-rantai yang mengurung pergerakannya tersebut. Namun rasa sakit membuatnya berhenti melakukan hal yang terasa sia-sia tersebut. Bagaimana ini?
"Tenang, Sayang! Sebentar lagi kita bakal bersenang-senang," kata Farel setengah berbisik. Ia membuang rokok dan menginjaknya dengan sepatu.
Perlahan cowok itu mulai mendekati Beby. "Waktunya pesta, Honey!"
Beby dapat mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut Farel. Ternyata cowok itu mabuk. Mata Beby membesar ketika Farel mengangkat kepalanya dan melilitkan sesuatu pada mulutnya.
Farel telah menutup mulutnya dengan sebuah kain. Beby memberontak, ia menggelengkan kepalanya, air mata semakin deras mengaliri pipinya yang kuning langsat. Ia paham sekali apa yang akan dilakukan Farel selanjutnya.
Farel mulai menyentuh pipi Beby. Mengusapnya dengan perlahan dari atas ke bawah. Pipi kanan, lalu pipi kiri. Cowok itu seakan melakukannya dengan penuh kasih sayang.
"Gue nggak mau lo nangis, Sayang. Stop buang air mata lo."
Farel mengusap air mata Beby lalu mendekatkan bibirnya, mengecup mata yang tampak menyedihkan itu. Hal itu justru membuat Beby semakin tertekan. Lagi-lagi air mata menetes dan membuat Farel semakin bersemangat mengusap air matanya.
"Kain itu bikin gue nggak bisa ngecup bibir lo. Tapi ya udah lah! Gue bakal dapetin sesuatu yang lain. Benar 'kan, Sayang?"
Farel terkekeh. Bau alkohol menyeruak semakin tajam. Perlahan tapi pasti, Farel mulai menyentuh baju Beby. Ia membuka kancing baju teratas, dan tersenyum saat itu juga, tak memperdulikan tangisan Beby yang teredam oleh kain hitam di mulutnya.
Farel mengernyit kesal ketika Beby meronta dan menarik-tarik tangannya, berusaha melepaskan diri, dengan lembut ia kembali mengusap pipi Beby.
"Ini akan berjalan dengan baik, Sayang. Berhenti berontak dan ikutin aja alur gue!"
Permintaan yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Beby mengikuti alur Farel dan merelakan kesuciannya untuk cowok bejat tersebut?
Farel membuka seluruh kancing baju Beby, tanpa tergesa-gesa. Setelah itu ia mulai membuka celana Beby. Membuat gadis itu hampir mati ketakutan. Setelah semuanya terlepas, ia memandangi tubuh itu sejenak, lalu terkekeh pelan. Dengan pasti ia mulai membuka pakaiannya sendiri.
"DONT TOUCH ME!" pekik Beby teredam kain hitam di mulutnya.
Apa yang tidak semestinya terjadi, kini telah terjadi.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
Dont Touch Me!
RomanceMenikah dengan orang yang telah memperkosanya? Siapa yang mau?~ Beby sangat membenci Farel. Terlepas dari apa yang telah dilakukan pria itu kepadanya, Beby juga sangat benci dengan apa yang ditinggalkan pria itu di dalam tubuhnya. Apa yang akan dil...