Kamu pasti tahu,
mengapa bunga ini berair?
Ya, itu karena ia tersiram air hujan
Tapi?
bagaimana jika ternyata bunga itu bukan hanya tersiram hujan
Melainkan ia menangis
Menangis karena ia hanya mekar sendirian
Sedang yang lain masih saja kuncup
Jika kamu tau,
itulah aku
Bukan,
aku bukan si bunga mekar itu
Aku si kuncup
yaa itulah aku, si bunga kuncup itu
Aku tidak mampu mekar
Aku terlalu lemah
Bahkan, untuk berdiri tegak dirantingpun aku tak mampu
Meski air hujan berkali-kali membasahiku
Aku masih tetap tak mekar
Meski banyak orang memberiku semangat
Tetap saja aku tak mekar
Inikah yang dinamakan kehendak tuhan?
Atau manakah yang disebut kehendak tuhan?
Kamu pergi begitu saja
Memilih mekar sendirian
Menebar pesona kesana kemari
Melupakan aku yang setia menemani
Menemani disaat-saat kamu kuncup hingga sampai detik-detik kau mekar
Dan saat ini
Kamu telah mekar,
tapi apakah kamu menangis?
seperti halnya bunga itu
Menangis karena ia hanya mekar sendirian
Namun kurasa tidak
Kamu bahkan semakin terlihat bahagia
Meninggalkan aku dengan tanpa menoleh sedikitpun kearahku
Ini jelas bukan kehendak tuhan
Ini kehendak kamu sendiri
Kamu lupa,
lupa dengan semua pengorbananku
Barangkali ini memang salahku
Tak apa jika kamu bilang ini salahku
Namun,
kamu perlu tau
Ada doa yang masih mengalir disetiap langkah kakimu
Doa itu,
doa yang masih terucap dalam setiap sujudku
#yaniSPAC
#puisicintaterindah
KAMU SEDANG MEMBACA
PUISI CINTA TERINDAH..
RomanceANTOLOGI PUISI : kumpulan puisi-puisi dari Puisi Cinta Terindah (@puisi.terindah). Sebuah puisi Patah Hati. Tentang masalalu, Kehilangan, dan Terluka. Buku Puisi ini telah terbit. Untuk Pemesanan silahkan hubungi Admin👇 WA : 085692709596 Penulis 🖊...
