Tentang Kehilangan..

289 3 0
                                        

                            * * *

Seperti ada yang hilang. Tapi entah apa yang hilang. Semuanya masih utuh tanpa berkurang. Seperti ada yang berbeda. Entah apa yang membedakan. Semuanya masih normal. Tanpa ada yang berubah.
Entah, mengapa semuanya seolah hilang ditelan bumi. Mengapa segalanya seolah tiada. Mengapa seperti ada yang berubah. Kenyataanya, kita masih ada. Kita masih seperti apa adanya. Kita masih berhubungan baik tanpa ada yang membedakan. Entah apa?

Setelah aku dan dia memutuskan untuk tak lagi bersama, semuanya seolah menjadi berbeda. Tak ada selamat tinggal diantara aku dan dia. Yang ada hanyalah, aku dan dia sama-sama pergi. Aku pergi, iapun pergi. Kemudian dijauhkan oleh jarak perpisahan. Entah, bertahun-tahun aku dan dia saling mencintai dari kejauhan. Saling menjaga cinta meski jarak membentang luas terbatas kota-kota ditengahnya. Tak pernah ada masalah, meski cinta terhalang jarak yang begitu jauh, aku dan dia masih sama-sama bahagia. Masih sama-sama bisa tertawa lepas meski hanya lewat layar kotak berukuran 4 inch. Bahagia sederhana sekali.
Kali ini, entah apa yang membedakan. Tapi semuanya seolah berubah begitu drastis. Begitu hebat dan terlalu cepat, rasa ini menikam hatiku dengan perih. Aku dan dia masih sama-sama ada. Masih sama-sama terhalang jarak luas terbatas kota-kota ditengahnya. Hanya saja bedanya, aku dan dia memutuskan untuk tak lagi bersama sebagai pasangan kekasih. Bedanya sekarang aku dan dia hanya ingin saling mencintai dari kejauhan tanpa harus terikat apapun. Itu saja bedanya. Selebihnya, aku dan dia masih sama. Tak pernah ada yang berubah.

Diatas karang diketingggian 5 meter ini, aku merenungi semuanya. Menamparkan beribu pertanyaan pada diri sendiri. Entah kapan akan terjawab. Sedang tak semua tanya berhak atas jawabnya.

"Mengapa semuanya seolah tiada?"

Lagi-lagi aku menanyakan. Pada diri sendiri. Mencari jawaban pada hati yang paling dalam. Sampai pada dasar hati yang paling retak. Kosong! Nihil! Tak pernah ada jawab dari setiap pertanyaan. Hanya menyisakan sesak didada. Jatuhlah airmata.

Diatas karang diketinggian 5 meter ini, hanya ada sepi yang menjawab. Hanya ada ombak yang bersuara. Tiada yang didapat. Hanya menghasilkan kesesakkan didada.

Yah., mungkin inilah Kehilangan. Meski sama sama ada tapi seolah tiada. Ternyata, jarak terjauh dari cinta bukanlah tentang jarak yang membentang luas memisahkan. Tetapi jarak terjauh dari cinta ialah, saat aku dan dia terhalang oleh batas yang tak pernah bisa dilalui, yaitu Takdir. Iya ini Takdir. Karena aku dan dia kini bukanlah siapa-siapa. Ini batas yang merubah segalanya.

Gelap.. Mentari lelah menampakkan diri.

                           ** ** **

-Mulyana Pratama-
Anyer, 23012020.

PUISI CINTA TERINDAH..Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang