"Vy,kamu mau kemana?" tanya Lily kepada Ivy yang masih pagi-pagi tapi sudah berpakaian rapi.
"Mau ke sekolah lah. Kamu mau ikut?" tanya Ivy kembali kepada Lily.
"Mauu! Siapa tau aku bisa menemukan anak ratu Madelaine di sekolahmu!" ucap Lily bersemangat. Ia sedang menjadi logam berwarna pelangi dan berbentuk manusia yang tingginya hanya 15 cm.
Ivy lansung memasukkan Lily ke tas ranselnya yang berwarna pink. "Jangan ditutup rapat! Nanti aku tak bisa bernafas!" perintah Lily yang hanya dibalas anggukan oleh Ivy.
Lily keluar kamar dan menuju meja makan untuk sarapan. Setelah sarapan,Ivy berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Ivy lansung menuju depan rumahnya untuk menunggu bus sekolah menjemputnya.
Setelah 5 menit,akhirnya bus sekolah datang. Ivy lansung naik dan menuju kursi tengah dekat jendela. Belum banyak murid yang dijemput,mumgkin karena masih pagi.
Bus sekolah menjemput banyak murid hingga akhirnya menuju sekolah Ivy. Saat sampai di sekolah,Ivy pun turun dari bus sekolah kemudian masuk ke gerbang dan menuju kelasnya.
Lily mengintip sedikit dari dalam tas Ivy. Lily melihat sudah banyak murid yang berlalu lalang di koridor. Ia melihat tengkuk setiap murid dan hasilnya nihil,tak ada yang memiliki tanda tersebut di tengkuknya.
Sesampainya di kelas,Ivy lansung menuju tempat duduknya dan berbincang-bincang dengan sahabatnya,Oliv.
Tak lupa juga Ivy memperkenalkan Lily kepada Oliv. Awalnya Oliv tak percaya seperti Ivy dahulu,tapi perlahan-lahan ia sudah percaya. Mereka sepakat untuk melihat wujud asli Lily di lapangan belakang rumah Oliv yang jarang atau bahkan tak pernah dijumpai orang.
--
Ivy meminta izin dulu kepada ibunya bahwa ia ingin bermain sebentar di rumah Oliv,dan ibunya memberi izin.
Mereka dijemput oleh ayah Oliv. Sesampainya di rumah Oliv,mereka makan terlebih dahulu lalu mereka menuju lapangan yang dimaksud Oliv.
Tetapi,ibu Oliv melihat Ivy membawa Lily yang menjadi patung logam berwarna pelangi ditangannya. Sontak ibu Oliv bertanya kepada Ivy.
"Apa itu,nak? Cantik sekali." puji ibunya Oliv terkagum.
"Ini hiasan logam,bu. Ibu Ivy membelinya sebagai hadiah ulangtahun Ivy." jawab Oliv berbohong sambil tersenyum.
"Ohh. Yasudah,kalian mainnya hati-hati." balas ibunya Oliv sambil mengacak rambut Ivy dan Oliv. Mereka menuju lapangan tersebut lewat pintu belakang rumah Oliv.
Setelah berada di tengah lapangan tersebut,Ivy meletakkan Lily di tengah lalu Ivy dan Oliv disuruh mundur beberapa langkah oleh Lily.
Cahaya putih berbintang menyinari mereka saat Lily sedang proses perubahan.
Lily pun menjadi wujud aslinya. Ivy dan Oliv kaget sampai mangap melihatnya. Wujud asli Lily adalah sebuah kuda berwarna putih bersih yang memiliki tanduk spiral berwarna putih,ekor panjang pelangi layaknya unicorn dan sayap pelangi yang panjangnya sekitar 9 m layaknya pegasus.
"Inilah wujud asliku yang ingin kalian lihat." ucap Lily. "Ayo naik ke punggungku. Aku akan mengajak kalian terbang." lanjut Lily.
Ivy dan Oliv pun lansung naik ke punggung Lily. Lily mengepakkan sayapnya lalu mulai terbang ke udara.
Tapi aneh,mengapa tak ada orang yang melihat mereka terbang. Karena heran,Oliv pun bertanya kepada Lily.
"Lily,kenapa tidak ada yang melihat kita?" tanya Oliv kepada Lily yang sedang mengatur ketinggian terbangnya.
"Ya. Karena hanya orang khusus yang bisa melihat wujud asliku. Orang lain tak bisa melihatku,karena aku tak kasat mata,orang yang menyentuhku juga akan tak kasat mata." jelas Lily kepada Oliv.
Mereka sangat kagum melihat keindahan kota Minneapolis yang sangat indah jika dilihat dari balik awan. Bangunan tinggi,mobil berlalu lalang,orang yang berjalan kaki,dan semua yang ada di Minneapolis.
Setelah 15 menit terbang,Lily kembali mendarat ke lapangan belakang rumah Oliv. Mereka masih terkagum mengingat keindahan kotanya yang tak pernah mereka banyangkan.
Ivy dan Oliv turun dari punggung Lily,lalu Lily kembali menjadi bola logam berwarna pelangi.
Tiba-tiba seorang anak perempuan yang sebaya dengan Ivy dan Oliv sedang berjalan-jalan lalu menghampiri mereka.
Anak perempuan tersebut berambut emas panjang yang ia letakkan di bahu kanannya. Tiba-tiba Lily teringat perkataan peramal di instana bahwa anak ratu Madelaine memiliki rambut berwarna emas. Tetapi harapannya runtuh saat ia mengingat kembali bahwa anak ratu Madelaine bermata minus jika ia berada di alam yang bukan asalnya sedangkan anak tersebut tak memakai kacamata.
"Hai Oliv! Lama tidak bertemu. Siapa ini?" tanya anak tersebut sambil tersenyum ke arah Ivy yang jongkok untuk memgambil Lily dari atas tanah.
"Hai Ashlyh! Iya,selama masuk ke sekolah menengah yang berbeda,kita sudah jarang bertemu." ucap Oliv sedih. "Perkenalkan! Ini sahabatku. Namanya Ivy." ucap Oliv memperkenalkan Ivy kepada Ashlyn.
"Salam kenal,Ivy. Aku Ashlyn." ucap Ashlyn yang ingin menjabat tangan Ivy.
"Senang bertemu denganmu,Ashlyn." jawab Ivy tersenyum sambil membalas jabatan tangan Ashlyn.
"Aku pulang ke rumah dulu yah. Semoga bisa bertemu dengan kalian lagi!" pamit Ashlyn lalu berbalik ke belakang dan berjalan menjauhi mereka.
Lily kecewa karena melihat tengkuk Ashlyn kosong tanpa ada tanda lahir seperti yang dimiliki semua orang di alam Rainvow.
"Pulang yuk. Aku takut ibu mencariku." ajak Ivy yang masih membawa Lily di tangannya sedari tadi.
Ivy dan Oliv bermain kejar-kejaran. Siapa yang sampai di rumah Oliv ia yang menang. Mereka berlari ceria seperti ini hari terakhirnya mereka bertemu.
~~~~~~~~~~
Imajinasi absurd :')
Hope you like it guys. Xoxo🦄💕
02 Juli 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
arcus
FantasySeekor makhluk gabungan antara pegasus dengan unicorn berponi, berekor,.dan bersayap pelangi bernama Lily diutus ke bumi untuk mencari anak dari ratu Madelaine yang hilang 14 tahun lalu. Lily bisa berubah menjadi apapun yang merupakan benda logam da...
