Angin berhembus meniup-niup jilbab seorang gadis yang tengah berjalan santai menuju kekelasnya. Senyum manis dan wajah ceria tak pernah padam dari gadis itu. Tak seperti kemarin, hari ini mungkin matahari dan waktu berbaik hati padanya, mempersilahkan gadis itu memakai senyum cerianya.
“Lalalala” gumamnya menikmati harinya pagi ini, seakan-akan dia hanyalah manusia yang tinggal sendiri di muka bumi.
Langkah demi langkah ia tempuh, tiba-tiba sayup-sayup terdengar seseorang memanggilnya. Ia mencoba tenang, menetralkan fikirannya. Namanya yang dipanggil pun berhenti. Derap langkah terdengar menghampiri dirinya. Aisyah mencoba untuk mempercepat langkahnya ataupun harus berlari seperti kejadian kemarin, tetapi sayang usahanya nihil. Ada yang menahan dan menggenggam pergelangan tangan kanannya. Dengan berani dan seiekit takut ia mencoba melihat siapa yang menggenggam tangannya
“Lia!!! Ternyata kamu” teriaknya dihadapan gadis yang ternya biang keladi dari semua ini
“Sya, ingat ini sekolah lo, bukan rumah kamu” ucap Lia datar, dengan cepat Aisyah menutup mulutnya agar tidak menghasilkan suara.
*****
“Anak-anak materi selanjutnya dalam pelajaran kita yaitu ekoistem. Untuk seluruh kegiatan yang akan dilakukan buka buku hal. 65 dan ini merupakan kegiatan yang dilakukan diluar sekolah. Ibu akan menunjuk satu orang dari kakak kelas kalian untuk masing-masing kelompok. Untuk hal itu, kepada ketua kelas temui saya saat jam istirahat. Tujuannya, agar dapat menilai kegiatan yang kalian lakukan dan berhubung juga ibu akan berangkat ke Jogja. Waktu dan tempat kegiatan silahkan kalian bicarakan dan minta persetujuan dari kakak kelas kalian. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ” ucap bu Reina tegas
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”
Bu Reina terus berjalan dengan ekspresi kurang mengenakkan, sepertinya moodnya kurang baik.Setelah dipastikan ia benar-benar keluar dan hilang dibalik pintu. Aisyah dan Ashadya saling berpandangan
“Ciee” ucap Aisyah ketika mata mereka bertemu dan langsung terkekeh melihat sahabatnya memutar bola matanya malas melihat tingkahnya.
“Apaan sih Sya” ketusnya, Aisyah masih tertawa melihat tingkah sahabatnya satu ini
“Ibu kenapa sih? Jangan-jangan..”
“Istigfar Sya jangan berfikiran buruk dulu”
“Hehehe, Astagfirullah. Maaf”
“Semoga aja perempuan yahh” ucap Ashadya dan diangguki oleh Aisyah
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Qs. Al-Hujurat : 12)
*****
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabrakatuh”
“Baik, saya akan menyampaikan amanah dari bu Reina. Kak Alif Althaf Athafariz untuk kelompok 1 dan 4, kak Amaliah Salsabila untuk kelompok 2 dan 5, kak Risa Akira Amanda untuk kelompok 3 dan 6.” Ucap Kenan, sang ketua kelas dengan tegas
Respon orang berbeda-beda mendengar penuturan remaja 15 tahun itu. Ada yang bersorak gembira dan ada juga yang kecewa
“Yah… gak sesuai yang diharapin” ucap Aisyah menghembuskan nafas berat
“Mau gimana lagi” tambah Lia pasrah
*****
“Kak Alif yang mana yah?” ucap Farah, celingak-celinguk mencari sosok yang ia cari
Tia-tiba Aisyah menangkap sosok yang tak asing bagi dirinya, segera dihampirinya sosok itu
“Kak Atha” panggilnya, sedang sosok yang bernama Atha itu hanya menaikkan alisnya sebelah, isyarat bertanya ada apa
“Kak Atha harus berbuat baik kepada orang lain terutama pada Aisyah karena Aisyah it—“
“Sya, ngomong aja langsung”“Bantuin Aisyah yah kak, tolong cariin yang namanya kak Alif. Soalnya, ada tugas dari bu Reina”
“Ok, kebiasaan”
“Jangan marah dong kak, nanti jeleknya nambah.Makasih kak” balas Aisyah sambil terkekeh pelan dan membuat senyum diwajah Atha terukir walau hampir tak terlihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Change
Spiritual"Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sungguh aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu." (Az-Zariyat 51:50) . . .