Page 1: The Heartbreak

751 55 11
                                    

A/N: Inspired by Avril Lavigne's song, Skater Boi.

And one more thing.

Love u.

.

.
.
.

.
.

.
.

Sekali lagi, pemuda itu memandang penampilannya sendiri di cermin. Sweater putih, kaus polos dibaliknya, dan celana panjang kain. Ditambah dengan kacamata tebal yang setia bertengger di pangkal hidungnya, lengkap sudah penampilan Aldi.

Hari ini, gue harus berhasil,batinnya gugup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hari ini, gue harus berhasil,batinnya gugup.

Dengan penuh keyakinan, ia melangkah keluar dari kamarnya. Dilihatnya kembali ponselnya dengan tatapan serius, hingga tak fokus berjalan dan menabrak Melina, ibunya.

"Aduh, Aldi! Kalau jalan jangan main hape,"tegur Melina pada anak semata wayangnya itu.

"Iya, Ma...,"jawab Aldi tanpa mengalihkan matanya sedikitpun. Jarinya pun tetap dengan lincah mengetik.

Melina yang melihat sikap anaknya hanya bisa geleng geleng kepala. Tak biasanya Aldi aneh seperti ini. Sejak 2 bulan terakhir, anaknya itu susah sekali lepas dari ponsel.

"Aldi,kamu mulai jatuh cinta ya?"terka Liston, sang ayah tiba tiba.

Aldi mengangkat wajahnya kaget, "Ng-nggak kok, Pa!"

"Buktinya kamu megang hape terus, pasti lagi chattingan sama cewek kan,"goda Liston tepat sasaran.

"T...tau ah, Pa. Aldi pergi dulu,"pamit Aldi tergesa gesa. Tanpa basa basi lagi, ia bangkit dari kursinya dan melangkah pergi dari ruang makan.

Liston hanya bisa geleng geleng kepala melihat anaknya yang terburu buru pergi. Sambil memegang koran paginya, ia berteriak, "Inget, pacaran boleh asal nilai NEM mencapai target ya!"

"Iya iya, Pa!"

******

Aldi mengetuk ngetukkan jarinya di stang sepedanya dengan tidak sabar. Di tangannya terdapat sebuah bunga mawar merah dengan pita di batangnya.

Heart Journey [AM X SA]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang