Dani.
Takdir kehidupan itu memang bukan diatur sama kita sendiri, tapi cerita hidup kita, kita sendiri yang tulis. Seperti gimana gue membangun diri gue sendiri sampai menjadi gue yang sekarang, semuanya diawali dari mimpi mimpi kecil yang mungkin terdengar lucu dan bodoh. Cita cita gue waktu gue masih sekolah, gue pengen punya gedung minimal 30 lantai. Dan yang gue tau pada saat itu cuma, gue harus rajin belajar biar lulus dengan nilai bagus, kerja di gedung tinggi dulu, baru milikin gedung setinggi itu.
Dan sekarang, gue berdiri di depan salah satu gedung tertinggi di Jakarta. Bertempat di daerah Kuningan, hari ini gue akan memulai pekerjaan gue sebagai salah satu tim marketing di salah satu kantor yang bertempat di gedung ini. Walaupun cita cita gue udah bukan pengen punya gedung lagi, tapi gue selalu semangat sendiri setiap gue tau kalo sebenernya gue menjalankan mimpi semasa gue sekolah.
Gue mendongakkan kepala gue sambil senyum kegirangan. Mungkin abang ojek yang mangkal di pager depan bingung sekarang kenapa ada cewek ketawa sendiri liatin gedung. Bodo amat. Yang penting gue seneng.
'Bruk'
"Maaf..."
Tiba tiba seseorang nabrak gue dari blakang dan minta maaf tanpa nengok sama sekali. Menyadarkan gue kalo gue udah harus naik sekarang. Haaah akhirnya gue kerja di gedung tinggi. Dan di head office salah satu restoran kesukaan gue pula!
Minggu lalu gue dapet kabar kalau gue diterima kerja di Head Office Madre Piccola Restaurant dan langsung tanda tangan kontrak. Secepet itu juga, tiga hari kemudian gue udah disuruh masuk. Berhubung gue memang udah resign dari kantor lama gue, gue langsung bisa masuk hari ini.
Gue masuk ke dalam dan langsung naik ke lantai 22. Walaupun udah ketiga kalinya datang ke sini setelah dua kali interview, entah kenapa hari ini gue tegang banget. Rasanya persis banget kaya pas kita mau masuk sekolah pertama kali. Deg-degan dan bingung harus apa, tapi ya udah jalanin aja. Karena entah bagaimanapun, nanti sebagian dari orang orang di sini akan jadi orang yang penting di dalam kehidupan gue. Keluarga baru gue.
"Danellia ya?" Tanya cewek super cantik yang berdiri di balik meja front office dan gue cuma senyum tegang sambil nganguk.
"Tunggu bentar ya aku panggilin Pak Guntur."
"Okay, makasih ya hehe." Gue ketawa kaku sambil ngangguk lalu duduk di sofa kecil buat nungguin Pak Guntur. Pak Guntur itu kepala HRD di sini dan kemarin juga gue interview sama dia. Jadi at least gue udah kenal sama dia.
Gue melihat ke sekeliling dan senyum sendiri. Design setiap ruangan dibuat dari kaca dan bernuansa putih, bikin kantor ini terlihat luas dan bersih. Gak heran sih, Madre Piccola emang salah satu restoran Itali terbesar di Indonesia. Dan emang keberuntungan doang mungkin yang bikin gue bisa keterima di sini.
"Dani! Sudah siap?" Pak Guntur datang dengan senyum lebar dan tangan terulur buat ngajak gue salaman. Gue langsung menjabat tangan Pak Guntur dan ngangguk semangat.
"Pastinya Pak!"
"Hahaha okay langsung masuk aja yuk, saya kenalin sama semua divisi dulu terus langsung ke marketing." Pak Guntur jalan mendahului gue buat menunjukkan jalan.
Gue masuk ke bagian dalam kantor dan mulai melihat gimana besarnya bagian dalam kantor ini. Di lantai ini ada tiga lorong dan Pak Guntur mengajak gue masuk ke beberapa ruangan divisi lain. Setiap lorong menuju ke dua divisi dengan dua ruangan berhadap hadapan yang dilapisi kaca. Setelah berkenalan seadanya dengan 4 divisi lainnya, akhirnya gue dibawa ke lorong sebelah kanan. Dan di lorong ini ada dua divisi juga, yaitu Facility and Development dan divisi gue, Marketing.
Berbeda dengan divisi lain, gue bisa merasakan aura yang sangat berbeda saat gue masuk ke divisi Facility and Development.
"Di sini bertolak belakang sama divisi kamu Dan, kalo Marketing isinya cewek semua, tapi di divisi ini isinya cowok semua hahaha." Ujar Pak Guntur membuat gue sadar kalo ada sekitar lima belas pasang mata yang lagi ngeliatin gue dan semua mata itu dimilikin oleh cowok yang lagi senyum girang. Kaya ketemu mainan baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Violet Carnation (PUBLISHED)
General Fiction"There was only me, before. There was only me so I never even knew what does lonely means. But then you came around with your own way, built a bridge and drag me out of the cage that I built for myself. And you show me another world that I never kno...
