6. Various questions

447 24 0
                                        

"Kekasih?!" Wajah Lee Jong Suk mulai memerah dan terlihat marah. Setiap detik ia menghembuskan nafasnya dengan keras mencoba untuk menenangkan diri.

"Apa dia sudah move on dariku?!" Ucap batinnya.

Kim Woo Bin menaik turunkan bahunya tanda tidak tahu, "sudahlah mungkin lelaki itu berbohong."

"Bagus jika berbohong."

"Lebih bagus jika tidak." Ucap Kim Woo Bin dengan terkekeh.

"Kenapa kau bilang seperti itu?" Lee Jong Suk menakuti Kim Woo Bin dengan hampir melemparkan gelas kearahnya.

"Dia itu cantik, mana pantas mendapat lelaki sepertimu!" Kim Woo Bin berlari mengambil kunci mobilnya dan pergi.

Lee Jong Suk berjalan dan merebahkan dirinya tepat disebelah Han Hyo Joo, "aku memang tidak pantas mendapatkanmu."

Sunday Morning, 07.00

"Hmp!" Han Hyo Joo menutup mulutnya saat sadar jika ia sedang tertidur tepat disebelah Lee Jong Suk. Sedikit demi sedikit Han Hyo Joo mulai bergeser untuk menjauh dari dekapannya. "Kau ingin kemana?" Tanya Lee Jong Suk dengan suara seraknya. "Jangan pergi." Nada Lee Jong Suk mulai terdengar sedih. "Maaf jika aku meninggalkanmu." Air mata mulai turun melewati pipinya.

Han Hyo Joo terdiam lalu menatapnya, "maaf, aku sudah membuatmu khawatir." Ia menghelus rambut Lee Jong Suk dengan lembut.

"Hyo Joo?" Kim Woo Bin mendongakkan kepalanya ke dalam kamar Lee Jong Suk. Han Hyo Joo meletakkan jari telunjuk tepat dibibirnya, "st, diam." Ucapnya.

Kim Woo Bin merebahkan dirinya di sofa ruang tamu. "Kau ada masalah apa dengan temanku?" Tanyanya menatap Han Hyo Joo yang sedang terdiam menikmati secangkir kopi. "Tidak ada." Sahutnya singkat. Kim Woo Bin mengerutkan bibirnya, "jangan berbohong! Kau membuat temanku galau seharian."

Han Hyo Joo terkekeh mendengar perkataan Kim Woo Bin, "hei, kau fikir temanmu itu sebelumnya membuatku senang? Dia melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan!" Ucapnya dengan nada sedikit tegas.

"Benarkah? Dia tidak mengatakan apa-apa sebelumnya." Kim Woo Bin menggaruk-garuk kepalanya kebingungan. Han Hyo Joo hanya mengangguk dan melanjutkan meminum kopinya.

"Tetapi aku ingin tahu sesuatu, siapa pria yang mengaku kekasihmu?" Seketika Han Hyo Joo mematung mendengar pertanyaan Kim Woo Bin.

"Dia, memang kekasihku."

"Bukankah kau kekasih Jong Suk? Kau menduakannya? Selingkuh? Atau kau memang tipe wanita seperti itu? Kau tidak boleh melakukan ini pada temanku, ini melanggar undang-undang!" Sahut Kim Woo Bin dengan panjang lebar.

Han Hyo Joo meletakkan cangkir kopinya dengan keras, "hei, yang kekasihnya itu siapa? Kau atau aku?"

"Lalu? Apa yang terjadi?" Kim Woo Bin menyeruput secangkir kopi milik Han Hyo Joo.

"Aku sudah putus dengannya." Sahutnya.

"Putus? Siapa dengan siapa? Lelaki itu?" Kim Woo Bin mulai mendekatkan dirinya kearah Han Hyo Joo.

"Aku dengannya."

"Dengannya? Dengan siapa?"

"Itu--"

"Itu siapa?"

"L--"

"Oh Tuhan! Aku seharusnya tahu lebih awal!"

"Aku bahkan belum menyebutkan siapa!" Teriak Han Hyo Joo tepat di telinga Kim Woo Bin.

"Aku tahu, aku tahu."

"Jika kau tahu kenapa masih bertanya?!" Han Hyo Joo mengobrak-abrik rambut Kim Woo Bin dengan kesal.

"Baiklah aku salah!"

"Ya memang!"

"Sudahlah! Kau membuatku kesal." Ucap Kim Woo Bin dengan mengibaskan tangannya.

"Yang seharusnya kesal itu aku!"

"Baiklah kita sudahi pertengkaran ini." Kim Woo Bin berkata seakan sedang dalam persidangan.

"Kau ingin tahu sesuatu?" Han Hyo Joo mulai menggodanya.

"Apa?" Tanya Kim Woo Bin bersemangat.

"Ingin tahu?"

"Tentu saja!"

"Yang benar?"

"Cepatlah!"

"Sebenarnya--"

"Sebenarnya apa?"

"Aku lupa ingin berkata apa."

"Gadis sialan!" Teriak Kim Woo Bin pergi menjauh dari Han Hyo Joo.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 20, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Perfect IdolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang