9 (lusin keempat)
Semesta sedang mengujiku. Dengan setitik sendu yang berliku. Tergambar benang merah takdir yang tak menentu. Jikalau semesta masih membenciku,kuingin merengkuh detik waktu menjadi sahabatku. Terdengar sesederhana itu

KAMU SEDANG MEMBACA
5 Lusin Aksara yang Berlagu
PoetryHanya secercah aksara yang melagu penuh intuisi.
Semesta Membenci
9 (lusin keempat)
Semesta sedang mengujiku. Dengan setitik sendu yang berliku. Tergambar benang merah takdir yang tak menentu. Jikalau semesta masih membenciku,kuingin merengkuh detik waktu menjadi sahabatku. Terdengar sesederhana itu