Bonus -[2017] Don't Wanna Cry

27 4 10
                                        

(Tsundere Trilogy Bonus Fanfict)

Main Cast: Kim Min Gyu, (OC) Cast: Seventeen Genre: Romance, Fluff, Word: 700-an 17+

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Main Cast: Kim Min Gyu, (OC)
Cast: Seventeen
Genre: Romance, Fluff,
Word: 700-an
17+

Aku baik-baik saja
(Aku tidak baik-baik saja)
Aku tidak merindukanmu
(Sangat merindukanmu)
Walaupun hati tidak berkata demikian,
Aku harus mengatakan kebohongan...

*Author's PoV
Kim Min Gyu luar biasa pusing menghadapi gadis yang tengah berdiri di hadapannya ini.
Gadis paling Tsundere itu kini jadi semakin dingin setelah sebulan tidak bertemu dengannya.

"Kau tahu, kan? Aku menyiapkan comeback di Amerika selama sebulan."

Dia tidak bicara sedikitpun.

"Kau baik-baik saja? Kenapa dari tadi wajahmu suram seperti itu?"
Kim Min Gyu harusnya berusaha lebih keras untuk mengetahui isi hati pacarnya itu.

"Aku baik-baik saja," akhirnya dia mengucapkan satu kata.

"Kau tidak merindukanku?"
"Aku tidak merindukanmu! Aku benci melihat wajahmu."

Dalam suatu hubungan saat dimana rasa bosan pada pasangan datang, tidak ada jalan lain lagi selain mengakhiri hubungan itu.

"Apa kau sudah bosan melihatku?"
Dia memandang Min Gyu dengan tatapan kebencian.

"Kau selalu seperti itu..." Ucapannya masih bisa datar dan wajahnya kembali datar.

Gadis itu hendak beranjak, tapi Min Gyu berdiri dan menggenggam tangan gadis itu.

"Jangan pergi..." Dia memohon pada gadis yang disayanginya.

"Berhenti menjadi sok keren dan lepaskan!" Gadis itu menghempaskan tangan Min Gyu dan berlalu meninggalkannya.

Jika aku adalah Kim Min Gyu, aku akan menahan gadis itu, menenangkannya, dan bicara dari hati ke hati.

Sayangnya Kim Min Gyu bukan aku. Dia terlalu bodoh, terlalu naif, dan terlalu gengsi untuk mengejar orang yang membuat harga dirinya jatuh. Bahkan jika itu adalah gadis yang dia sayangi.

Jangan tanyakan bagaimana keadaannya setelah itu. Dia sangat kacau...
Mata gadis itu sangat sembab dan hanya menyisakan satu garis saat kelopaknya terbuka.

Sedangkan Kim Min Gyu, lelaki itu masih bisa santai dan menyibukkan diri dengan konser dan berbagai macam rutinitasnya. Jelas itu hanya pengalih, dia tidak ingin menangis karena menyesal.

"Oppa, coba lakukan aegyo... Buing buing~"
Sialnya itu mengingatkannya pada gadis kelewat Tsundere yang sangat sulit untuk melakukan Aegyo.

Dia ingat pertama kali bertemu dengan gadis itu,,,

Surai panjangnya terurai begitu indah, kelopak matanya bekerjap beberapa kali, jemari lentiknya menutupi bibir berwarna misty rose dengan warna red wine di bagian dalam yang tampak begitu menawan.
Bahkan bibirnya tampak begitu manis, mata indahnya, dan keseluruhan dari dirinya begitu menawan bagi seorang Kim Min Gyu.
"Kim Min Gyu-ssi," gadis itu sampai harus memanggilnya beberapa kali agar lelaki itu tersadar dari lamunannya.
"Ne?"
"Ini untukmu..."

Gadis itu menyodorkan dua buah macaroon yang dibungkus dalam masing-masing plastik bening dengan pita merah muda.
Bahkan aromanya begitu menggugah dan rasanya luar biasa nikmat.
Sejak hari itu, Kim Min Gyu memasukkan Macaroon sebagai salah satu kue favoritnya.

"Oppa?!"
Seorang fans menyadarkannya dari memori masa lalunya. Dia juga ingat gadis itu tidak mau memanggilnya, "Oppa."

Gadis itu pernah membuat seorang idola menunggu lama demi dirinya, membuatnya kewalahan menyikapi ke-tsundere-an-nya, dan bernyanyi sebelum dia tertidur.

Karena kita bersama, aku mampu tersenyum
Dan karenamu, aku mampu menangis
Seperti ini, bagaimana bisa aku menjalaninya tanpamu? Aku tak bisa
Tak peduli kapanpun dan dimanapun dirimu, bahkan jika kita tak mampu untuk bersama
Kita akan selalu, seperti kita saat ini, tersenyum layaknya bunga mekar
Aku akan jadi musim semi untuk senyummu

Dia ingat saat itu adalah hari sebelum keberangkatannya ke Amerika. Rekaman lagu Smile Flower itu masih tersimpan di folder ponselnya tentang Kim Min Gyu.
"Ada yang ingin kukatakan."

Kontaknya sudah terhapus, tapi suara itu masih sama. Suara dari seseorang yang sangat disayanginya, Kim Min Gyu.
"Bodoh..."

Netranya mengarah ke jendela, seseorang dengan topi putih dan jaket cokelat sedang berdiri di depan rumahnya tepat pukul sebelas malam.
Dia menuruni tangga dengan jantung yang berdetak kencang.

Ini terasa sangat canggung...
Keduanya tidak ada yang ingin memulai pembicaraan.

"Begini,,," Kim Min Gyu mulai bicara.

"Apa yang seorang artis lakukan di depan rumah orang?" Jelas, maksudnya agar dia tidak usah bertele-tele.

"Jawab dengan jujur, kenapa kau marah padaku?" Tanyanya dengan hati-hati.

"Coba pikirkan sendiri."

Kim Min Gyu berpikir keras.
"MV? Apa kau marah karena di MV aku bersama seorang wanita? Dia bahkan hanya sekedar lewat..."

"Kau dua minggu terakhir tanpa kabar. Menurutmu itu hal yang wajar?"

Kim Min Gyu tersenyum saat gadis itu tampak emosi.
"Kau tidak baik-baik saja, bukan?"

"Aku baik-baik saja!"

"Kau pasti sangat merindukanku."

"Aku tidak merindukanmu, Bodoh!"

Kim Min Gyu tersenyum lega, sedangkan gadis itu mulai menumpahkan krisal bening di pelupuk mata indahnya.

Dia bahkan tidak sempat menghubungi orang tuanya dan siapapun termasuk pacarnya.

"Maaf karena tidak memberi tahumu. Tidak sedetikpun aku tidak memikirkanmu. Dan jika satu detik harus kulewati tanpa memikirkanmu, itu terasa sangat sulit."
Itu yang harusnya dia lakukan sejak dulu. Memeluk gadis yang menyayanginya dan berkata, "kau tahu aku menyayangimu, kan? Aku tidak ingin menangis, jadi berhentilah menangis."

TAMAT

Tsundere TrilogyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang