3. Ada Sesuatu

11.1K 75 1
                                    

"Hoaammm."
"Kenapa ?"

Pertanyaan itu membuat Haidar salting karna ia kedapatan menatap adik sepupunya itu dan ia takut adiknya mengetahui apa yang diucapnya tadi.

Author pov

"Huh, enggak kok, btw pules banget tidur lu sampe udah mau nyampe belum aja bangun."

"Hehe, aku capek banget soalnya. Oh iya kakak tadi kayanya bilang sesuatu, bilang apa sih ?" tanya Sacha dengan muka polosnya.

"Fiuhh untung aja lo gak denger dek" batin Haidar.

"Aku cuma bilang, lampu merahnya lama banget." jawab Haidar dengan sedikit cengengesan.

"Ohh gitu."

Sacha pov

"Kak, gak lupa kan jalan ke rumah eyang ?"

"Lupa sih, tapi sekarang kan ada google maps jadi gamasalh dong."

"Ah iya." Aku mengangguk pelan

Saat di rumah

Haidar pov

"Eyaangg, Sacha pulang." teriak Sacha yang tak malu dengan usianya yang sudah 18 tahun ini

"Wahh cucuku udah datang, sekarang kok jadi tambah bagus gini cah bagus ?" mata kakek berbinar setelah melihat kedatangnku itu sambil menepuk pundakku.

"Kan dari dulu aku udah ganteng yang." ucapku yang membuat Sacha tampak risih.

"Oh iya, bagaimana keadaan papa, mama, dan adikmu cah bagus?"

"Mereka sehat kok yang, papa & mama titip salam katanya mereka rindu sama eyang."

"Kalau rindu mereka harusnya ikut kesini nganter kamu." ucap eyang

"Mereka harus njagain adek disana, soalnya adek lagi sekolah yang."

"Haha iya." jawab kakek
"Yaudah mending kalian berdua istirahat, dan Haidar kamarmu ada di sebelah kamarnya Sacha, kamar Papamu dulu."

"Ok eyang."

Setelah itu aku dan Haidar menuju kamar kami masing-masing. Kamar kami terletak di lantai 2, sedangkan kamar eyang di lantai bawah karena usianya sudah tua sehinga tidak memungkinkan untuk naik turun tangga.

Sacha pov

"Sya, gue punya 3 permohonan buat lo. Gue mau lo ngabulin itu." ucap Haidar sambil menarik tanganku saat akan masuk kamar.

Deg deg...

"Duh kenapa ini, kok aku deg deg-an ya." batin sacha

"Karena moodku lagi bagus, oke lah asalkan kakak gak minta yang aneh-aneh."
~waduh aneh2 kaya gimana maksudnya mbak sacha -author

"Yahh, padahal aku mintanya aneh-aneh." Ucapnya dengan menunjukkan smirknya.

Seketika aku membulatkan mataku dan melotot padanya.

"Canda dek, canda." ucapnya sedikit tertawa geli.
"Jadi, pertama lo harus ajak gue jalan-jalan di Jogja. Oh iya kalau bisa tempatnya yang romantis yaa."

"Maksudmu apa ?" sontak aku kaget.

-tbc

Jangan lupa untuk Vote + Voment yaa 💖

My CousinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang