.
.
.
One week later...
Hari sudah terang, matahari juga sudah menampakkan dirinya. Yoongi terlihat tengah bersiap di kamarnya. Ia tengah merapikan bajunya. Hari ini adalah hari tersibuk untuk Yoongi. Come back Rapper line sebentar lagi. Semua sudah dipersiapkan oleh Yoongi, Namjoon dan Hoseok untuk para penggemar.
Cklek!
Yoongi keluar dari kamarnya. Ia merapikan sedikit bajunya. Dan berjalan menuju ruang tamu. Namun, belum ia mencapai ruang tamu, langkahnya terhenti ketika mendengar suara seseorang tengah memasak di dapur. Rasa penasaran muncul di benak Yoongi. Ia berjalan dengan perlahan menuju dapur untuk melihat siapa yang sedang memasak.
Yoongi melihat seorang namja tengah sibuk berkutat dengan alat masak. Yoongi tak bisa melihat wajahnya karena orang itu membelakanginya. Entah dari mana, tiba-tiba pikiran Yoongi kembali teringat dengan Jimin yang selalu membuatkan sarapan untuk mereka setiap pagi.
"Jimin.."
Entah kenapa, bibir Yoongi memanggil nama itu. Ia mencoba memastikan siapa orang yang memasak di dapurnya. Orang itu berbalik ketika mendengar suara Yoongi.
"Sejin hyung?" ucap Yoongi ketika melihat managernya yang tengah memasak.
"Oh, Yoongi-ya kau sudah bersiap? Duduklah. Aku membuatkan sarapan untuk kalian." Ucap Sejin sambil menata sarapan di meja makan.
"Tak biasanya hyung membuatkan sarapan untuk kita." ucap Yoongi. Ia masih berdiri di tempatnya.
"Hari ini kalian pasti akan sibuk dengan urusan come back. Ya.. sekali-kali aku memasakkan sarapan untuk kalian. Aku tau, kalian nanti tak akan sempat makan kalau sudah sibuk." ucap Sejin. Ia melepaskan celemeknya. Yoongi hanya mengangguk. Managernya ini memang selalu pengertian.
"Ah, bagaimana dengan sidang kasusmu?" Tanya Sejin.
"Semua sudah selesai, hyung. Jaejung sunbae dan teman-temannya terbukti menfitnahku. Lagu yang hampir sama itu juga kelakuan teman-teman Jaejung sunbae atas perintahnya. Dan juga, pengacara yang menanganiku, dia juga bersekongkol dengan Jaejung sunbae untuk menjatuhkanku. Tapi, keajaiban datang. Kebenaran muncul dengan ajaibnya dan masalah hilang dengan ajaibnya." Ucap Yoongi dengan tersenyum.
"Ne. Kalau kau benar-benar mempercayai keajaiban, maka kebenaran akan terungkap dengan ajaibnya. Dan masalahmu akan hilang dengan ajaibnya."
Perkataan Jimin kembali terngiang di telinga Yoongi. Senyum yang mengembang perlahan menghilang. Yoongi tak tau, kenapa semua yang di lihatnya dan dikatakannya berhubungan dengan Jimin. Yoongi juga teringat dengan namja eyes smile itu.
"Haha.. sejak kapan kau percaya dengan hal kekanakan seperti itu. Yoongi-ya? Syukurlah kalau masalahnya sudah selesai. Duduk dan makanlah dulu. Aku akan membangunkan dua makhluk abstrak itu." ucap Sejin dengan tertawa kecil. Ia berjalan meninggalkan Yoongi.
Yoongi berjalan menuju meja makan dan mengambi tempat di sana. Yoongi meletakkan jaket tebalnya di sandaran kursi. Ia menatap meja makan untuk memulai menikmati makanannya. Namun, Yoongi kembali terdiam. Ia terus menatap makanan yang di masak Sejin baru saja.
"Bahkan masakan Sejin hyung, sama dengan yang biasa Jimin masak untuk kami." Lirih Yoongi.
Ia terus menatap makanan itu tanpa berniat untuk memakannya. Pikirannya kembali di hampiri Jimin. Ini sudah seminggu sejak Jimin pulang ke Busan. Entah kenapa, semua yang ada di rumah ini berhubungan dengan Jimin. Seminggu ini Yoongi tak memikirkan Jimin. Tapi, kenapa hari ini pikirannya selalu teringat dengan Jimin?
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Days [END]
FanfictionBerawal dari sebuah pertemuan yang tal sengaja, mengantarkan Jimin bertemu dengan grup idolnya. Namun siapa sangka jika salah satu membernya memiliki tekanan yang begitu besar. Jimin ingin membantunya sebelum Jimin tak bisa melakukan apapun lagi. "G...
![Three Days [END]](https://img.wattpad.com/cover/118732280-64-k61966.jpg)