"Sayang?" Panggil si penelpon.
"Apa kau sudah tidak marah padaku?" Tanyanya.
"Sudah reda kok. Aku tahu mungkin kamu sedang sibuk saat ini. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Baiklah katakakn!"
"Aku akan pergi ke rumah nenekku selama seminggu, jadi telpon aku jika kau sudah mau pulang. Ya?"
"Mengapa begitu? Aku bisa menyusulmu kesana. Aku juga ingin kesana, aku penasaran dengan suasana dirumah nenekmu."
"Tidak usah, kau cukup menghubungiku saja dan aku akan pulang."
"Mau tiba-tiba kesana, ada apa?"
"Salah seorang tetangga nenek ada yang meninggal jadi aku diharap nenek kesana. Baru saja beliau juga menelponku agar setelah ini aku kesana."
"Baiklah kalau kau tidak mau di susul dan titip belasungkawaku ke tetangga nenekmu yang berduka."
"Iya baik. Sampai sini dulu aku akan naik keretanya. Sampai jumpa nanti.""Iya." Tutupnya pada si penelpon, dengan wajah sumringah ia kembali ke ruang rapat dan meneruskan rapat yang masih belum selesai.
Dua hari kemudian ia menuju ke sebuah toko dan meminta sebuah alamat rumah.
Setelah ia mendapatnkannya, ia segera menuju ke arah alamat yang ia tuju.
Dengan kecepatan penuh mobil melaju dengan kencang.
Tentu saja ia sudah sampai dengan kecepatan mobil super cepat seperti itu.
Ia keluar dari mobil dan menanyakan rumah yang yang ia cari, rumah seorang nenek.
"Selamat siang!" Sapanya kepada si pemilik rumah yang berusia 60 ke atas pikirnya.
"Kamu siapa dan mau apa kesini?"
"Aku Kim Seok-Jin kekasihnya cucu nenek. Senang bertemu dengan anda Nenek." Katanya dengan senyum sumringah."Darimana kamu tahu alamat rumahku? Apa darinya?"
"Bukan, aku menanyakannya pada temannya di Kota."
"Lalu mengapa kau kesini?"
"Aku ingin menemui cucu Nenek yang cantik itu, kata dia ia sedang disini karena ada tetangga Nenek yang meninggal."
"Ia sedang berada di belakang Nak, entah apa yang sedang ia kerjakan Nenek sudah menyuruhnya istirahat tapi masih bersikeras bekerja.
Temui dia Nak!" Kata Nenek itu lalu ia membantu beliau berdiri.
Ia menuju ke arah mobilnya setelah menemui Nenek tadi dan mengambil beberapa buah tangan yang dirahasiakan kemarin.
Setelan jas biru muda sangat cocok untuknya di hari yang cerah ini.
Tangan kanannya menggenggam sebuah buket bunga yang dibelinya di toko @healing_flower.
Ia berjalan mencari dimana orang yang ia cari berada dengan perasaan bahagia tangan kirinya pun ikut menggenggam sebuah tas kecil berisi sebuah kotak kecil.
Bersambung
