TTM→ Teman Tapi Mesra
03. Mulai Beranjak Remaja
Anak remaja itu pasti identik dengan yang namanya pacaran dan pastinya setiap remaja selalu ingin merasakan itu.
♬
POV Agatha
UPACARA setiap pagi hari senin pun akan segera dimulai, aku mulai bersiap dengan pakaian paskibra warna putih, aku tersenyum ke arah teman-teman ku yang melambaikan tangannya. Aku membawa bendera ditengah, dan disamping kiri dan kanan ku disana terdapat dua orang teman lelaki ku.
"Tha, are you ready? " tanya teman sebelah ku, aku tersenyum dan mengganggukan kepala.
Upacara bendera disekolah ku pun akan segera di mulai. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan bagaimana tegangnya saat membawa bendera untuk dikibarkan, tapi aku selalu merasakan deg-degan saat ini terjadi walau terus berulang. Takut salah, takut aku nya tergilir saat membawa bendera dan saat dia melihat ke arah ku.
Mungkin aku adalah salah satu remaja yang terkena sindrom jatuh cinta, katakanlah aku lebay tapi begitu lah kenyataannya. Kalau kalian jadi remaja seperti aku pasti mengalaminya, aku benarkan? Karena setiap remaja itu identik dengan yang namanya jatuh cinta atau katakanlah pacaran. Padahal nih ya, pacaran itu tidak ada kegunaannya tapi mungkin itu sebagai penyemangat tidak lebih.
Sesaat aku sudah selesai upacara dan mengikuti pelajaran dikelas. Setelah habis jam pelajaran ke 4 bell istirahat terdengar diseluruh sekolah ini dan saat nya aku merefresh otakku dengan makanan.
"Tha, kenapa melamun?" tanya Shasa sambil menepuk pundak ku.
"Hah? Enggak melamun kok Sha." ucap ku sambil mengaduk jus jeruk yang tadi ku beli.
"Enggak melamun? Yakin Tha? Orang dari tadi aku panggil kenapa enggak dijawab?" tanya Shasa lagi sambil menarik turunkan alis nya.
Aku menghela nafas pelan lalu menegangkan tubuhku dan setelah itu hanya gelengan yang aku berikan, "Enggak papa kok, Sha." ucap ku meyakinkan Shasa.
"Memang susah ya untuk kamu ngomong jujur. Andra mana Tha?" Shasa tak ingin membahasnya lebih lanjut, mungkin nanti juga kalau aku sudah siap pasti akan cerita.
"Mungkin pacaran sama Cindy." ucap ku cuek sambil mengangkat bahuku dan meminum jus ku lagi.
"Oh, tapi mereka cocok juga Tha. Kamu kapan terima Ryan?" tanya Shasa membuat aku langsung menatap Shasa tajam.
"Kenapa bahas Ryan sih?" tanya ku kesal sambil mengerutu tak jelas.
"Pacaran itu boleh-boleh aja Tha, asal jangan menyalihi aturan! Ryan baik kok, aku tau itu." ucap Shasa sambil memandang ku lembut.
Shasa itu sahabat yang selalu mengerti aku, kalau kadang aku keras kepala tapi tetap saja Shasa melawan ku dengan lembut, bagi Shasa orang keras tidak bisa dibalas dengan keras karena kalau begitu dia tidak akan berubah maka dari itu balas lah dengan lembut tapi tetap tegas.
Aku menggelengkan kepalaku menjawab tegas perkataan Shasa tadi, "Untuk sekarang aku enggak mau mikirin yang namanya pacaran Sha. Aku mau fokus sekolah dan menikmati masa remaja ku dengan sahabat-sahabat ku bukan dengan pacar." ucap ku tegas dan Shasa hanya menganggukkan kepalanya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Tapi Menikah
Fiksi RemajaBagaimana jadinya kalau teman sendiri menjadi pasangan hidup? Dan ini 80% cerita remaja.. Ps: mohon maaf kalau typo bertebaran, dan mohon pengertiannya karena untuk tulisan ini saya batasin words nya, 1000 - 2000 kata saja. Copyright©2018 by: nrhdy...
