David

5 0 0
                                    

KRINGG.... KRING..... KRINGGG.....

             Aku menatap langit-langit kamar setelah mematikan alarm yang berbunyi dan membangunkanku pukul 06.00 pagi. Mimpiku aneh sekali. Aku masih ingat dengan gadis yang ada di dalam mimpiku itu. Mana mungkin aku melupakan gadis yang sudah kusukai itu sejak SD? Ah sudahlah. Itu kan hanya mimpi.

            Aku bangun sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Hari ini aku masuk sekolah jam 8 pagi. Jadi aku memutuskan lari pagi di sekitar komplek perumahan. Mama dan Papa sepertinya masih tidur. Aku pun mengendap-endap keluar dari kamar dan menuruni tangga.

            "Dave.. sedang apa kamu?" suara itu mengagetkanku. Kunci rumah yang kupegang pun sampai jatuh dan menyebabkan suara gemerincing keras.

           "Papa! Bikin Dave kaget aja," renggutku. Papa yang masih memakai baju piama hanya tertawa melihatku. Ditangannya ada segelas kopi.

            "Maaf deh. Kamu mau kemana? Ini masih pagi loh." Kata Papa sambil menyesap kopinya panasnya dan berjalan ke sofa.

           "Hari ini Dave masuk siang. Jadi sekarang Dave mau lari pagi dulu." Jawabku sambil meraih kunci di lantai.

           "Papa ikut deh. Udah lama banget Papa gak olahraga." Kata Papa setelah terdiam beberapa detik. Aku hanya mengangkat bahu, "Sebentar. Papa ganti baju dulu."

            Papa menaruh cangkir kopi dan masuk ke kamar. Sedangkan aku menunggu di teras rumah. Beberapa menit berselang, papa pun keluar dan aku mendapati diriku sedang berjogging ria bersama Papa.

          "Hari ini kamu mau makan malam dimana, Dave?" tanya Papa tiba-tiba.

          Aku menatap Papa, "Hah? Makan di rumah dong. Dimana lagi memangnya, Pa?"

          "Loh, gak apa-apa dong. Hari ini kan hari spesial." Jawab Papa sambil merenggangkan badannya.

           Aku menatap Papa bingung. Hari spesial apanya? Ulang tahun Mama? Anniversary Papa dan Mama? Aku berpikir keras sambil menatap Papa. Papa merasakan tatapanku dan menggeleng, "Kamu gak tahu ini hari apa?" tanya Papa sambil menatapku dengan keheranan.

         Aku menggeleng. Papa menatapku, "Ulang tahun sendiri kok kamu lupain sih?"

         "Hah?" aku melongo. Aku baru ingat hari ini tanggal 14 Februari. Benar juga, hari ini kan sekolahku mengadakan acara Valentine yang mewajibkan siswa siswanya memakai baju biru untuk cowok dan pink untuk cewek. Aku terdiam dan melanjutkan lari pagiku bersama Papa.

        "Gak kerasa, waktu begitu cepat ya, Dave. Sekarang usia kamu 17 tahun loh. Rasanya baru kemarin ini kamu 10 tahun." Canda Papa.

        "Ih, Papa. Dave kan tambah besar. Masa aku turun lagi ke usia 10 tahun?" renggutku.

        "Waktu kamu SD, ulang tahun kamu selalu dirayakan bersama anaknya Om Benny dan Tante Eshter kan? Siapa itu namanya? Masih ingat nggak? Jangan bilang kalau kamu amnesia loh." Canda Papa lagi. Susahnya punya Papa yang senang bercanda ya. Aku mendecakkan lidah.

        "Papa aja yang amnesia. Namanya Celine." Jawabku ketus.

         Papa masih tertawa dan menepuk bahuku. "Ya sudah deh."

                    *********************

        "Dave!! Turun!! Ayo sarapan dulu." Teriak Mama dari lantai bawah.

        Aku menggosok rambutku yang masih basah. Setelah memakai kemeja biru dongker dan jins hitam ditambah dengan sepatu kets hitam, dan dengan handuk yang masih ada di atas kepala, aku menuruni tangga dan berjalan ke meja makan. Sudah tersedia bakso ikan kuah dan nasi goreng kesukaanku.

SOULMATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang