SiGadis Aneh

55 4 0
                                    

Awal semester baru pun tiba, semester 5, itu artinya gue udah harus memulai kelas XII . Gue merasa ini bakal jadi hari-hari yang sepi, satu-satunya teman gue, celine, sudah pindah . Gak akan ada yang jadi teman bicara gue, gak akan ada yang jahilin gue, begitupun sebaliknya.

Komposisi kelas gue ada yang berbeda, karena setiap satu semester, ada pergantian kelas sesuai peringkat dan nilainya masing-masing. Aku Masuk kelas XII A-1, terasa sekali atmosfir kelas yang berbeda setelah bergabungnya 10 besar dari setiap kelas menjadi 1 kelas.
Tapi gue gak terlalu menghiraukan itu. Gue gak terlalu peduli sama hal-hal seperti itu.

"Perkenalkan nama saya Shania, sebelumnya saya dikelas XI A-2 ,"

Sebelum dia menyelasaikan perkenalannya, ada seorang murid yang menyelanya,

"Sania , kamu manusia atau minyak goreng, hahaha"
Seisi kelas pun ikut tertawa.
Namun sicewek itu jawab ,

"Anda siswa dikelas ini atau tukang gorengan? " katanya sedikit sinis.

Seisi kelas kembali hening, dan sicowok tukang gorengan pun terdiam.

Dalam hati gue berkata " tenyata masih ada cewek kayak gini" , akhirnya gue merasa tenang, ada yang sepertia dia (Celine).
Setelah selesai perkenalan, Jam pelajaran pun dimulai,

"Ssst, ion lu kenal cewek itu gak?"
Tanya aldi, teman sekelas gue dulu di XI A-1.

"Gatau gue, " jawab gue singkat.

"Masa gatau sih lu? Dia sering main sama si celine dulu, "

"Masa sih? Gue baru tau malah" jawab gue sambil memperhatikan penjelasan guru didepan.

"Iya, tadi dia minta gantian kursi sama gue disini" Lanjutnya.

"Loh kenapa? " tanya gue penasaran.

"katanya, biar dekat sama lu" jawab dia sambil tertawa kecil.

Seketika itu juga gue noleh kebelakang,

"Serius lu di? " gue semakin penasaran.

Lalu tiba-tiba,...

"Ion....., coba jelaskan lagi apa yang baru saja bapak jelaskan, bapak kasih waktu 5 menit"

Seluruh siswa menoleh kearah gue, terlihat jelas mereka tertawa walaupun ditahan, dan sicewek bernama shania pun memegang perutnya menahan tawa.

Perkataan sang guru killer itu, berakhir dengan gue disuruh keluar sampai jam pelajaran dia selesai.
Hari pertama yang sungguh menyebalkan.

Saat jam istirahat..

"Hey, boleh duduk disamping kamu?"
Kata seorang cewek.
Saat gue menoleh , ternyata dia cewek bernama shania itu.

"Hey juga, boleh" jawab gue singkat.

"Makasih loh, kamu ion kan?" tanya dia.

"Sama-sama, iya. Lu cewek minyak goreng kan? Btw, jangan terlalu formal ya, gue gak terbiasa, hehehe " kata gue gugup.

"Apaa?" tanyanya dengan nada sedikit tinggi .

"Maksud gue, lu shania kan?"

"Yap, benar sekali, oke, berarti pake lu gue kan, ? Siap boss!! " jawab dia dengan senyum manisnya.

"Salam kenal yaa" gue balas dengan senyum terindah hari itu.

Hari-hari yang gue lewati cukup menyenangkan dengan adanya dia. Entah kenapa gue bisa dengan cepat akrab dengan dia, apalagi sekarang dia duduk tepat dibelakangku.
Gue akhirnya punya alasan yang cukup untuk tetap semangat ke sekolah. Seakan ada Celine saat dia ada disamping gue. Namun pada akhirnya gue cuma punya satu teman. Tapi itu sudah lebih dari cukup buat gue, karena sebelumnya gue berpikir gak akan ada orang yang bisa ngerti gue disekolah ini.
Awalnya gue merasa kesal saat terus menerus dia meminta gantian tempat duduk dengan aldi teman sekelas gue, gue merasa kesal saat dia terus menerus memanggil gue, gue sangat kesal saat dia sok akrab dengan gue, dan gue merasa risih saat dia selalu menghabiskan waktu istirahatnya disamping gue.
Tapi setelah itu gue sadar, dia gadis aneh sama seperti gadis aneh yang gue kenal sebelumnya.
Yang akan menemani hari-hari gue, mengisi kekosongan dihati gue, dan teman berantam gue.

......

"

Why??? (Is it love?)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang