Di depan pintu sebuah flat kecil terdapat seorang perempuan mungil yang sedang frustasi mengetuk ahh bukan mengetuk tapi menggedor pintu di hadapannya.“Beruang hibernasi bangunlah sekarang sudah siang.” Ucapnya dengan keras.
“Astaga susah sekali membangunkan beruang itu.” Gumam wanita tersebut.
“YAK, BANGUNLAH BERUANG HITAM KAU HARUS KULIAH BODOH.” Teriaknya setelah kehilangan kesabaran.
Ckreek... (suara pintu)
“Eonnie kenapa teriak-teriak ini masih pagi.” Ucap wanita imut yang membuka pintu sambil mengucek matanya.
Wanita yang dipanggil eonnie itu langsung masuk dan duduk di sofa.
“Kau bilang hari ini ada kuliah jam 9 dan kau lihatlah sekarang sudah jam berapa PRINCESS KIM JONGIN.”
“Memang sekarang jam berapa?” Melihat kearah jam.
“MWO, 8.45 eonnie aku terlambat ahhhhh.” Jongin langsung berlari ke kamar mandi.
“Huft... sama sekali tidak berubah.”Sambil menghela nafas.
SM University
“Eonnie cepatlah 5 menit lagi kelasku dimulai.”
“Salahmu sendiri kalau sudah tidur tidak bisa dibangunkan dasar beruang.”
“Aku bukan beruang eonnie. Kemarin aku ke...”
“Baekhyun kau baru tiba? Aku sudah menunggumu dari tadi.” Ucap lelaki tinggi yang menyerupai tiang listrik memotong perkataan Jongin.
“Ahh Yeoli kau tahu kan setiap pagi aku harus membangunkan beruang kecil agar beruang itu tidak terlambat kuliah.” Baekhyun langsung bergelayut manja di lengan Chanyeol namja chingunya.
“Apakah beruang itu merepotkanmu? Biasanya langsung kau mandikan beruang itu di sarang nyamannya.
“Sangat merepotkan, pintunya dikunci gembok jadi aku tak bisa masuk. Percuma dia memberiku passwordnya tapi tetap dikunci.” Jawabnya dengan bibir mengerucut.
“Aishh... kalian membicarakan orang di depannya. Aku sudah terlambat, sunbae, eonnie aku duluan.” Jongin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pasangan kekasih tersebut.
“Apakah dia sudah mau menampakkan diri dihadapan Jongin.” Chanyeol memulai pembicaraan setelah Jongin menjauh.
“Menurutmu? Anak itu sudah tua masih saja merepotkan, kalau mau melindunginya kenapa tidak dia sendiri yang turun tangan dengan selalu disisinya. Akhirnya aku harus turun tangan juga, aish anak bodoh.” Baekhyun menanggapi.
“Sabarlah jagiya, dia masih terlalu takut jika Jongin masih mengingatnya akan kejadian lalu.”
“Tapi tetap saja anak itu terlalu bodoh, seharusnya dia mendekati Jongin dan menjelaskan kesalahpahaman tersebut. Kapan Jongin akan tahu kebenarannya kalau dia selalu bersembunyi.”
“Kita serahkan saja semua keputusan ada di tangannya. Dia kan calon raja pasti dia punya pemikiran yang tepat. Lebih baik kita jalan-jalan daripada kau marah-marah, aku tahu kau tidak ada kelas hari ini.”
“Call, kajja.” Baekhyun langsung menyeret Chanyeol.
In Class
“Setiap pagi mereka selalu saja menggangguku dan bermesraan di depanku dasar orang yang sedang kasmaran orang lain ga dianggap ada.” Jongin melangkah ke dalam kelas dan tepat Prof. Nam belum masuk.
“Kau terlambat bangun lagi Nini? Dan kenapa kau menggerutu sebelum masuk kelas?” Suara di sampingnya mengagetkannya
“Ahh Kyung eonnie kau mengagetkanku. Hehehe seperti biasa kau tau bagaimana diriku eonnie. Aku menggerutu karena hot couple di kampus ini.” Jongin mendecak kesal.
“Kau dipanggil beruang lagi sama Baek eonnie dan Chan oppa?” Jongin mengangguk sambil mempoutkan bibirnya. “Hahaha kau memang beruang Nini kau kuat dan kalau kau tidur sulit sekali dibangunkan seperti beruang hibernasi.”
“Jangan tertawa eonnie, Prof. Han sudah tiba.”
Class end
“Nini kau kerja jam berapa?”
“Jam 5 eonnie, ada apa eonnie?”
“Aku ingin mengajak ke kedai ramen di seberang kampus. Masih ada waktu 1 jam lagi sebelum kau kerja. Tenang saja aku yang teraktir.”
“Beneran eonnie? Asik, ayo eonnie aku sudah sangat lapar.” Jongin langsung berlari menuju kedai di seberang kampus.
“Jongin hati-hati nanti kau jatuh.”
“Oennie jangan terlalu lama ayo cepat perutku sudah berperang. Tenang aku tak akan jatuh.” Jawab Jongin sambil menoleh tapi tetap berjalan. Hingga Jongin tidak sadar ada sesosok pria pucat yang sedang berjalan di depannya.
“Auwww, uhh sakit.” Kyungsoo segera berlari membantu Jongin berdiri. “Sudah kubilang hati-hati sekarang rasakan sendiri akibatnya.” Omel Kyungsoo.
Pria pucat yang bertabrakan dengan Jongin hanya memperhatikan kedua wanita dihadapannya dengan ekspresi datar dan segera berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Yak, kau tidak minta maaf atau menolongku gitu?.” Teriak Jongin pada lelaki itu. Tetapi hanya lirikan dan muka datar yang tampil sebagai jawaban atas pertanyaan Jongin. Pria tersebut melanjutkan jalannya.
“Dasar muka triplek tapi sangat tampan.”
~~~~
“Kau tidak pernah berubah beruang kecilku”
Saya baru pertama kali menulis fanfiction jadi maaf yang kalo ceritanya aneh ataupun ga nyambung ini aja karena tiba-tiba ada ide terus iseng buat deh. Ini cerita buatan saya sendiri dan hanya dipublish di wattpad kalau ada yang sama dengan alur cerita mungkin hanya kebetulan semata. Di minta vote dan coment nya yah. Terima kasih udah mau baca ^.^

KAMU SEDANG MEMBACA
My love little bear
FanfictionApakah kesalahpahaman ini akan selesai tanpa rasa sakit? fanfic pertama