'Hari yang cerah' pikirku.
"Oh iya ya hari ini kan praktek sbk, pianika aduh mana belum hafal lagi" gumam ku resah.
》》》
Bel pun berbunyi tanda jam pelajaran kembali di mulai aku pun masuk untuk menghafalkan pianika masih beruntung aku karena gurunya ada urusan jadi 2 jam pelajaran di pakai untuk menghafalkan lagu.
Tetapi bukannya aku menghafalkan lagu wajib aku malah menghafalkan lagu ko ko bop versi pianika.
Tapi pada saat aku menghafalkan ko ko bop aku lihat Arsya (Luhan) sedang bersama Kris (Tasya) aku pun menjadi cemburu, langsung saja dia aku sindir.
"Gua baru tau kalau Luhan deketnya sama Kris bukan sama Sehun" ucapku menyindir.
"Ih gua mah jijik sama uke seperti lu, dikata cantik juga gak ada yang mau kali" lanjutku.
"Kok jadi gua sih" ucap Arsya sambil berjalan ke luar.
Langsung saja aku bangkit dari dudukku dan berlari untuk memeluknya. Setelah aku menggapai tanganya langsung saja aku peluk di dari belakang dengan sangat erat.
"Tidak (20×) mianhae(10×) maaf Lu maaf gua cuman bercanda" ucapku menyesal, tetapi setelah aku balikkan tubuhnya untuk menatapku aku tangkup pipinya dengan kedua tanganku dan aku lihat dia sedang menangis.
Langsung saja aku tempelkan wajahnya ke dadaku tetapi dia menolak dia malah memilih pergi ke tempat yang sedikit sepi.
"Lu maafin gua Lu gua hanya bercanda" sambil berlutut di depanya.
Tak lama Nayla pun datang. Aku pun yang bingung mengapa dia menangis aku pun memilih untuk bungkam dan berdiri di sampingnya sambil Mengigiti kuku. Saat Nayla bertanya kenapa Luhan menangis pun Luhan pun hanya bungkam dan tetap terisak pelan.
Aku pun kembali ke kelas untuk menenangkan pikiran ku sebentar, tetapi pada saat aku kembali ke kelas aku pun bertemu Alya dan dia langsung menarik ku dan membisikkan ku sesuatu.
"Eh Jas kayaknya Arsya menangis karena Baekhyun deh soalnya kemarin dia bilang kalau Baekhyun akhir akhir ini suka bersikap cuek kepadanya" . Aku pun langsung melapor ke Nayla yang sedang menenangkan Arsya. Langsung saja aku tarik tangannya Nayla. Lalu membisikkannya.
"Nel kayaknya Arsya menangis karena Baekhyun deh. Soalnya tadi Alya memberi tahu ke gua kalau Baek itu akhir akhir ini sering bersikap cuek kepadanya Nel". Langsung saja Nayla bilang kepada Arsya, tapi ternyata bukan itu alasannya dia menangis.
"Jas Jas kayaknya dia menangis karena lu bilang jijik deh Jas" bisik Nayla dari jauh. Kalau di pikir iya juga sih. Lalu aku langsung aku langsung bilang.
"Lu maaf ya gua tuh orangnya overprotektif gua tuh cemburu pada saat lu main sama yang lain. Kalau lu tidak percaya tanya saja sama Nayla"
"Iya Lu dia aja pas waktu itu pernah bilang ' kayaknya Nayla sudah melupakan gua nih' ".
"Kalau gua cemburu Lu gua tuh tandanya sayang sama lu. Kalau Nayla tidak bermain bersama gua aja, guanya cemburu" jelasku.
Akhirnya aku masuk kelas terlebih dahulu karena prakteknya sudah ingin di mulai. Setelah praktek selesai aku langsung mencari Arsya.
"Arsya mana?" Tanyaku pada teman temanku.
Tetapi semua temanku hanya mengedikkan bahu mereka sangat menjengkelkan. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari Arsya sendiri. Setelah aku menemuinya aku langsung menarik tangannya je tempat yang agak sepi.
"Sya maafin gua ya?" Hidungku terasa mulai memanas saat mengucapkan kata kata itu.
"Iya" katanya singkat
"Gua tahu gua tuh jahat memang gua orangnya sedikit kasar maaf y sya" sambil mencegah air mata ku keluar.
"Iya gua maafin. Mungkin karena guanya saja yang terlalu baper." Akhirnya dia pergi untuk praktek. Aku masih merenungkan apa yang aku perbuat itu salah, langsunh saja air mata ku turun sangat deras.
Setelah Arsya praktek dia langsung menghampiriku yang sedang menangis sesenggukan
"Sudah Jas jangan menangis kan tadi gua sudah bilang mungkin karena guanya aja yang terlalu baper." Sambil berusah menyingkirkan tanganku yang menutupi muka ku.
"Tidak sya hiks hiks me.. memang guanya saja yang terlalu kasar hiks hiks" ucapku ku bergetar. Tadinya aku hanya terisak pelan setelah mengucapkan kata kata itu aku menjadi lebih sesenggukan.
Dan entah mengapa saat aku menangis tidak terlalalu sesenggukan langit hanya mendung saja. Saat menangis ku mulai menjadi jadi langit mulai hujan 'langit pun ikut menangis' pikirku sambil terisak. Dan pada saat puncak nya dimana pada saat aku menyesali apa yang sudah aku perbuat kepada Arsya, di situ sudah terjadi hujan badai. Bahkan karena aku menangis di balkon aku pun ikut terkena hujan.
Padahal teman teman ku sudah berusaha membujukku agar aku pergi dari situ. Karena keadaanku di situ sudah benar benar compang camping, mata sembab, kulit pucat, lengan baju basah karena air mata, dan bajuku setengah basah karena aku kehujanan. Di saat teman ku membujukku untuk masuk ke kelas karena bajuku nani akan basah dan tidak bisa mengikuti pelajaran aku bilang saja "biarkan saja, biar saja aku sekaliam sakit" pada akhirnya aku masuk kelas dan pada saat aku di kelas kepala ku pening. Akhirnya aku harus masuk UKS.
Pokoknya kalau diceritakan semua panjang. Aku saja menangis hampir 2 jam dan akhirnya aku harus masuk uks karena aku sangat pusing. Dan intinya juga aku dan Luhan berbaikan, karena yang menemani ku ke UKS adalah Arsya. Aku tidak mengerti mengapa dia sangat baik pada ku padahal aku sudah jahat ke padanya.
Dan aku suda berjanji kepada diriku untuk menjauhi Arsya agar tidak terulang lagi kejadian seperti itu.
~~~
Don't forget to like, comments, and follow
And sorry for the typos

KAMU SEDANG MEMBACA
My Diary Book
Adventurekisah ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Jasmine yang akan mulai masuk sekolah SMP . Bagaimana Jasmine pada saat di SMP, dan bagaimana Jasmine menghadapi ketidak normalannya karena suka terhadap sesama jenisnya. Baca saja ceritanya Upd...