Menjelang pukul empat sore,
saat jingga mulai melukiskan kemegahannya pada sang
angkasa.Sapuan permata emas jatuh berguguran memeluk serumpun jamrud hijau kasmaran yang tersenyum senang pada ksatria bermata elang.
Sukma sang ksatria merayu jiwa yang jumawa hingga ia tertunduk malu di atas pusara.
Serpihan memorial abu-abu membakar sisa kewarasannya yang mencumbu bayang hitam di langit siang.
Menuduh hati yang anti toleran meskipun akal juga turut membenarkan.
Tetesan rasa iba tak
pernah lagi mengalir dari celah hati yang dulu sekali pernah hancur tersakiti.Seribu satu palu pernah datang menerjang, sejuta petir pernah datang memyambar, namun bayang hitam ksatria tak kunjung
pudar.20 November 2017
Untuk ksatria
berbayang hitam

KAMU SEDANG MEMBACA
Through The Words
Teen FictionHanya lewat untaian kata ini, aku bisa menyampaikan pesan pesanku padamu Hanya lewat kata kata yang kutulis ini, aku bisa mengumbarkan semerbak gladiol merah muda kita