Sekarang sudah menunjukan pukul 09:30 waktunya untuk jam istirahat pertama. Hal yang paling ku tidak sukai, ketika harus berjalan menuju kantin. Ketika kau harus menjadi bahan omongan di sepanjang lorong, itu lah yang kurasakan.
"hey, lihat orang itu, wajah nya tidak memiliki ekspresi sama sekali, sangat mengerikan ya!"
"bahkan dia mendengar pembicaraan kita, apakah dia tidak peduli?"
"kurasa dia memang tidak bisa merasakan nya."
"kau benar, bahkan di asramanya saja, dia dipanggil dengan sebutan Emotionless loh."
"dia sangat aneh, bahkan para guru pun enggan bertanya padanya saat dikelas."
"apakah kau merasakan nya? dia seperti mayat hidup saja."
"kurasa dia memang sudah gila."
Mayat hidup, Tidak berperasaan, Musuh bagi semuanya. Hal - Hal semacam itu, sudah seperti musik ditelingaku. mungkin yang mereka katakan itu, memang benar adanya. semenjak kejadian waktu itu, bukan hanya ingatan masa kecil ku yang hilang. tetapi kemampuan hati ku untuk merasakan sesuatu, juga perlahan - lahan lenyap. dan mungkin klimaks nya adalah sekarang, disaat kau sangat membutuhkan kemampuan itu, dan diriku tak dapat melakukan nya. kalau ku perhatikan, hidupku saat ini, memang seperti mayat hidup. ketika di kelas, aku hanya mengerjakan soal, tidak ada interaksi sedikit pun, bahkan dengan teman sebangku yang sudah bersama ku selama satu setengah tahun.
Nama ku tidak pernah ada di jadwal piket. Bahkan saat pembentukan kelompok, tidak akan ada yang memilihku. Selalu sendirian di suatu tempat, yang penuh dengan orang - orang yang mengenal mu, mengetahui identitas mu, tau bahwa kau ada di situ. kurasa bagi sebagian orang itu menyakitkan. tetapi, walaupun aku sangat tau itu hal yang menyedihkan, rasa sedih ini tidak bisa mencapai hati ku. ibarat kan hatiku adalah sebuah ruangan yang sudah lama tertutup, Sehingga engsel pintunya pun berkarat. Belum ada yang bisa membuka pintu ini, bahkan diriku sekali pun.
Terkadang aku memikirkan hal - hal kecil, seperti saat seseorang memiliki hewan peliharaan yang lucu, ketika seseorang di berikan suatu barang yang berharga, ketika seseorang bersenang - senang bersama sahabatnya, atau bahkan cinta semasa sma. dari yang ku perhatikan, hal - hal seperti itu dapat membuat banyak orang tersenyum. jadi aku selalu bertanya - tanya, apakah aku juga dapat melakukan itu semua? tetapi dengan kondisi ku sekarang, aku langsung tersadar. merasakan sedih saja tidak bisa, apalagi bahagia.
Hari - Hari ku bisa di bilang sangat membosan kan, mungkin rasa bosan ku tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun. jika seseorang memikirkan hal apa yang harus mereka lakukan hari ini, aku hanya menjalaninya sampai hari berakhir, dan menunggu esok. tidak ada yang special dalam hidup ku. terkadang aku bertanya - tanya, mengapa orang bisa sangat kesal ketika di berikan pr yang banyak, mengapa bisa sampai marah - marah ketika mereka lelah, mengapa bisa sampai menangis ketika mereka kehilangan sesuatu yang berharga. mungkin karena Hal ini mereka semua membenci ku. aku yang sekarang, tidak dapat mengerti apapun, tentang apa yang disebut perasaan.
Bel pulang telah berbunyi. Melihat seluruh murid berlarian keluar kelas, sepertinya ini hal yang menyenangkan. seperti biasa, aku selalu berjalan sendirian. sekolah dan asrama ku terhubung oleh suatu jembatan. setiap pulang sekolah, aku selalu melihat aliran air dari atas jembatan itu. melihat aliran air yang tak ada hentinya, mengingatkan ku kepada kehidupan ku yang tanpa tujuan ini. dari yang ku pelajari, air saja memiliki tujuan. mereka selalu berguna untuk semua orang, entah itu untuk membersihkan, atau bahkan sampai dikonsumsi. sesuatu seperti air, memberikan begitu banyak manfaat untuk dunia ini. aku, yang tercipta sebagai seorang manusia, membahagiakan diri sendiri saja belum bisa.
Banyak orang bilang, Jika kau menjalani hidup tanpa memberikan manfaat, mungkin jiwa mu sudah mati. tetapi menurut ku, jiwa ini hanya ketakutan, pasti ada sesuatu yang membuat nya enggan menunjukan keberadaan nya. jiwa seseorang tidak akan mati, ketika mereka berhasil menemukan tujuan hidup mereka.
"Benar sekali, selama kau menemukan jalan hidup mu, selama kau menemukan alasan untuk apa kau hidup, jiwa dan raga mu, akan selalu berjuang, berdampingan untuk menghadapi segala macam rintangan dalam hidup ini." Suara itu, sepertinya aku mengenal nya.
"hmm, kau bisa membaca fikiran seseorang ya?" aku bertanya dengan polos nya.
"Melihat seseorang termenung, memandangi sungai. kurasa kau terlalu memikirkan hal ini, terlebih lagi aku sangat mengenal dirimu loooh." dia berkata seperti itu sambil memperlihatkan senyuman kecil nya.
"Perkenalkan, nama ku Putri, Karina Putri."
"Nama ku Adit, Pratama Aditya." Kami pun berjabat tangan. dia melakukan itu semua, sambil tersenyum bahagia.
"Kurasa kita akan lebih mengenal satu sama lain dalam waktu dekat, aku harus pergi sekarang, sampai jumpa besok."
Kemudian dia berlari kecil, sambil melambaikan tangan. dengan senyuman indah di wajah nya, membuat ku hampir teringat dengan memori yang sudah lama hilang. hmm, 'indah'. Putri berhasil membuat ku mengatakan hal itu, walaupun hanya dalam fikiran ku. Namun yang paling mengejutkan, dan baru aku sadari, aku membalas lambaian tangan nya sambil tersenyum. belum pernah ada yang bisa melakukan ini, mengetuk pintu hatiku? mungkin itulah yang baru saja ia lakukan. apakah ini pertanda baik? atau ini hal yang biasa dirasakan oleh lelaki? tetapi, sepertinya sedikit harapan perlahan mulai muncul.

KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Canvas
Teen FictionSeorang anak laki - laki mengalami kecelakaan dimalam tahun baru, membuat dirinya harus kehilangan ke dua orang tuanya. Disaat yang seharusnya menyenangkan bagi setiap anak, mulai detik ini, Adit terpaksa Menjalani Kehidupan nya, Sendirian.