"Bibi!" Pekikku sedikit berteriak,
Ternyata yg mengetuk bi sum, pembantu di rumah mama dan papa ini..
Bi sum langsung menundukkan wajahnya takut.. Huh! aku menghela nafas.. 'sabar vin! bibi ga salah apa2 jangan lampiaskan kemarahanmu pada wanita paruh baya ini'.
Kesalahan nya hanya kecil kukira tadi yg mengetuk temanku atau rekan bisnis ku walaupun menggangguku yg sedang menenangkan diri tapi setidaknya membuatku sedikit melupakan masalah ku...
Dia tidak salah, sangat tak bersalah.
"Ehm.. Gapapa bi gausah takut masuk aja! kukira tadi temanku makanya aku cepet2 bukain pintu ternyata bibi.."
Ucapku berusaha menghilangkan ketakutan bi sum.
"Maap den, soalnya tadi saya takut kalo ganggu. Pintu kamar juga dikunci,,"
"Ya gpp, bibi kesini mau ngapa?"
"Ini den saya disuruh nyonya besar buat manggil den kevin, disuruh sarapan dibawah ada tamu nyariin aden,"
"Baiklah.. Aku akan segera turun kebawah."
Bi sum pun pergi setelah mengangguk kecil dan tersenyum padaku.
Dengan langkah gontai aku berjalan menuruni tangga..
Mataku terus memandangi iphone yang ku otak atik..
"Kalo jalan itu jangan liatin hp ntar jatuh... Baru tau rasa." Ujar mama.
"Iya.. lagian mama kenapa sih ngajak breakfast bareng? ini kan hari libur, kevin juga libur kerja.." Ucap ku menarik kursi lalu duduk di sebelah mama, sambil mematikan iphone ku dan meletakkan nya di atas meja makan.
"Emang kalo hari libur gaboleh breakfast bareng?"
"Boleh sih,tapi tumbenan aja.." Ucapku
"Iya ini ada yang mau ketem..... Nah itu orang nya,,"
Spontan aku menoleh pada orang yang ditatap mama.
"Hai dear!Morning!" ucapnya.
Aku tersenyum."Morning."
"Udah mending kita sarapan dulu baru kalian berduaan,"
"Iya mah.." ucap nya
°====£====°
"Hiks.. Hiks.. Maafin aku,"
Duh nangis lagi aku salah bicara emang?
Kenapa dia tiba2 terisak setelah masuk mobil.
"Beib, aku salah?kamu jangan nangis please,,"
"Aku yg salah, kamu yg harusnya maafin aku."
"Kamu ga salah my chubby.. "
Ku kecup kedua pipinya...
"Tapi kamu beda...." dia menunduk,
"Beda apa nya baby."
"Aku bukan bayi dear." ucapnya lalu bibirnya mengrucut,,
"Tapi kamu seperti bayi besar ku sayangg."
Mila mendengus sebal, bibir nya semakin mengrucut lucu..
"Baiklah lebih baik kau memanggilku baby dari pada itu.."
Itu?ya aku paham maksutnya adalah sayang dia paling tidak suka dengan panggilan itu, aku sangat memahaminya mungkin panggilam itu mengingatkan nya pada pria brengsek itu,,,
"Itu apa sayang.." aku menggodanya
"Yang kau sebut tadi aku sangat tidak menyukainya." lalu dia mlengos menghadap ke pintu.
"Hm... Aku tau my baby honey kesayangan ku yang chubby ini tidak menyukainya, aku tidak akan mengucapkannya lagi dear."
"Emm.. Bieh aku minta maaf sama kamu," aku meraih jarinya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Mila Story (END)
NouvellesFirst story, jadi maklumi kalo rada2 gimana gitu. Cuzz, baca, vote, share.
