Perjuangan menggapai cita-citaku tidak semudah yang aku bayangkan. Belajar hingga beberapa semester membuat aku dan orang tuaku Long Distance Relationship (LDR). Meraih kesuksesan di negara orang butuh mental yang cukup tinggi.
Perjuangan bertahun...
Sekitar masih Sekolah Dasar Kelas 1 Aku saat itu tinggal di indonesia aku belajar dari kecil disebuah sekolah tentang planet-planet yang ada di angkasa
Di salah satu bab ada gambar peta Indonesia ukurannya cukup kecil. Walaupun kalau dilihat gambar peta di buku itu tidak berwarna dan tidak ada keterangannya, hanya ada kumpulan kurva tertutup yang bentuknya aneh-aneh (pulau), tapi aku tertarik.
Kata ibu guru, peta itu menggambarkan tampak atas bentuk pulau-pulau di Indonesia dan ada banyak peta-peta lain yang menggambarkan wilayah suatu daerah.
Suatu ketika, aku datang ke ibu guru sambil membawa buku yang berisi peta Indonesia, terus aku nanya
Sekarang kita tinggal dimana bu ?. Terus dia memberi titik dengan pulpennya di suatu kurva tertutup yang bentuknya seperti cakwe, dan dia bilang "kita tinggal di sini, di kota Jakarta di Pulau Jawa". Nah, seinget aku, setelah itu aku nanya lagi kota bandung dimana, banten dimana? ibu guruku cukup sabar mendengar pertanyaanku dan sambil memberi titik di peta setiap kota yang aku tanyakan.
Dulu aku sangat bingung, seingatku pengalaman aku pergi jakarta-bandung itu sangat jauh, tapi kenapa di peta titik-titiknya sangat dekat, aku penuh dengan rasa ingin tahu saat itu *wajarlah dulu masih belum ngerti konsep skala
Besok-besokannya aku dibawa ibu guru ke ruang kepala sekolah, tau tidak aku diapain ? si ibu guru itu nunjukin peta Indonesia yang sangat besar
Saat itu aku ngerasa takjub melihat peta sebesar itu, sebesar ukuran papan tulis kelas, ada warnanya dan keterangannya *padahal dulu aku belum lancar-lancarnya membaca, tapi ngeliat peta yang ada tulisan keterangannya dan warna atau gak polos jadi senang rasanya (Begitulah masa kecil melihat yang berwarna-warna serasa senang)
Saat itu aku tidak bisa memegang atau melihat petanya dari dekat, kehalang bangku kepala sekolah dan kepala sekolahnya sendiri. :))
Saat aku lagi scanning-scanning ,tiba-tiba aku melihat benda di atas lemari, benda itu seperti bola tapi warnanya biru-ijo, mirip peta, dan ada tempat dudukannya *dulu belum kuketahui namanya globe
Aku sudah lupa bagaimana cerita selanjutnya, yang aku inget sedikit, entah gimana caranya itu globe diturunin, terus aku putar-putar, dan lihat-lihat gambarnya. Ya, melihat bumi tiruan dari luar.
Aku makin takjub soalnya waktu itu aku hanya tahu kita, manusia, tinggal di planet bumi karena dengar cerita versi agama tentang adam dan hawa yang diusir dari surga terus diturunin ke dunia di tempatkan di planet bumi dan mereka menetap di bumi dan menghasilkan keturunan.
Jadi, melihat bumi dari luar walau hanya bumi tiruan, itu menurutku menyenangkan.
Nah, aku lupa, gambaran awal aku tentang planet bumi sebelum pengalaman melihat baik-baik globe itu (mungkin jadi lupa gara-gara aku seneng banget tahu bentuk bumi sebenarnya ya, gara-gara itu juga aku jadi punya imajinasi surga yang pernah ditinggalin adam dan hawa, dulu aku berpikir bentuknya bola juga seperti bumi tapi tidak kepikiran ada dimana yang isinya taman indah, neraka juga aku imajinasikan dengan bentuk bola tapi bolanya kebakar) *maaf itu hanya imajinasiku saat kecil yaa:))
Sejak itu, aku jadi minta dibelikan peta yang sangat besar atau globe untuk hadiah ulang tahun
Entah ulang tahun yang keberapa (kelas 1 atau 2 SD mungkin),
Aku dibelikan buku atlas, tidak dibelikan peta yang besar sepertinya gara-gara nanti bingung mau gantung dimana.
Saat aku buka itu atlas, wah, seneng banget. Isinya bukan hanya peta Indonesia, tapi juga peta detail-nya per provinsi, peta dunia yang seperti di globe, terus ada peta per bagian benua seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, Eropa Timur, Afrika, dan lainnya.
Hitung-hitung sambil ngelancarin baca, nambah kosakata baru, nambah pengetahuan, dan nambah imajinasi pula. Asik sepertinya bisa ngelihat dimana kita tinggal yang selama ini kita bergerak depan, belakang, kiri, kanan dan melihat ke atas (ibaratnya cuma bergerak dalam axis X,Y) tapi dengan peta setidaknya kita bisa tahu gambaran bagaimana rasanya melihat tempat kita berpijak ini dari atas sana seolah kita juga melayang ke atas sana atau kita juga bisa bergerak dalam axis Z
Karena aku kagum sama peta, suatu ketika, aku bertanya ke seseorang di rumah *entah ke siapa, maaf aku lupa:)) gimana cara orang tahu bentuk wilayahnya dan cara buatnya menjadi peta. Waktu itu jawabannya kalo diinterpretasikan ulang kira-kira seperti ini.
"orang dulu membuat peta dengan berlayar mengelilingi pulau itu, jadi liuk-liuk daratannya bisa diketahui dan digambar, zaman dulu orang itu tahunya bumi itu datar, jadi orang takut kalo pergi jauh-jauh bisa jatuh di pinggirannya, saat ada teori yang bilang bumi itu bulat, para pelayar mengelilingi bumi, selama perjalanan ia mencatat dan menggambar kondisi dan tempat yang ia temukan, jadi dari pelayaran itu (berlayar itu bergerak dalam axis X dan Y) setidaknya bisa diketahui bentuk kasar wilayah-wilayah yang ada di bumi.
Setiap pelayaran mungkin akan menghasilkan peta yang berbeda-beda untuk suatu wilayah yang sama karena tergantung kondisi waktu itu dan bagaimana imajinasi si pembuat peta menerjemahkannya dalam gambar.
Saat sudah ditemukan pesawat, baru bisa menggambar peta yang lebih presisi (karena terbang dimensi pergerakannya sudah dalam axis X,Y,Z).
Terus gimana peta dunia yang utuh bisa dibuat???, itu prosesnya sama saja seperti menyusun puzzle, (anggap saja satu peta wilayahnya itu potongan puzzle), kita gabungin potongan puzzle itu (yang saling melengkapi dan mungkin saling tumpang tindih) untuk menjadi gambaran yang utuh. Waktu itu aku belum bisa nangkep semuanya, intinya yg aku dapat bikin peta itu seperti nyusun puzzle, dan dengan terbang kita bisa melihat secara langsung gambaran wilayah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nah, mulai dari sini aku kepikiran pengen terbang keliling dunia, dan punya cita-cita pengen jadi astronot
Di atlas yang aku punya itu, di bagian belakang, ada gambar tata surya beserta keterangannya, dan ada juga peta rasi bintang di langit. Nah, ini tambah bikin takjub lagi, aku melihat ada matahari, merkurius, venus, mars, sampai pluto, dan tentunya, ada bumi kita.
Aku lupa, darimana dan kapan aku tahu, tapi waktu itu aku memang sudah tahu apa itu matahari, planet, bulan, komet (maksudnya, tahu membedakannya saja, tapi belum tahu isi detailnya, dan dulu belum tahu bahwa matahari itu sebuah bintang juga).
Terus aku melihat bumi kita sangat kecil dibanding matahari, kalau berdasarkan gambar saat itu, bisa dibayangkan kalau kita di bumi menghadap dan melihat matahari, kita itu tidak akan bisa lihat keseluruhan bulatan mataharinya.
Aku jadi bingung, soalnya kalo lihat dari bumi langsung, kita bisa liat bulatan mataharinya dan panasnya juga sudah berasa, tapi kalo sedeket gambar di situ, bumi mungkin udah jadi arang yang membara.
Oke sekian dulu masa kecilnya Nanti disambung bagian selanjutnya Maaf kata-katanya kurang pas karena saya masih tergolong amatir Dont forget to vote and comment