Hari ke-1, kamis.
"Wah gila pelajaran matematika emang paling manjur bikin orang laper kalo udah mikir terlalu keras," ucap Alecia dengan menaruh kepalanya diatas meja kantin, seolah-olah dirinya sangat lelah.
"Iya, mana tadi pak Yunus serius banget ngajarnya. Bikin kepala keluar asep aja," tambah Aileen dengan melihat sekeliling kantin yang sangat ramai.
"Lo mau pesen apa Al? Rame banget, males ngantri gue," ucap Aileen dengan melihat sekeliling kantin dengan malas.
"Ah, gue sih pengennya mie ayam. Tapi rame banget," tunjuk Alecia pada gerobak mie ayam yang sangat ramai.
"Lo milih yang rame banget, tuh nasi pecel sepi," ucap Aileen yang masih melihat sekeliling kantin.
"Elah, gue maunya mie ayam ogeb. Mana rame banget lagi," ucap Alecia dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seolah-olah hari ini sangat melelahkan baginya.
Saat Alecia sedang menutup wajahnya, tiba-tiba Alecia membukanya dan langsung dikejutkan oleh semangkok mie ayam yang ada di depannya, dengan segelas ice lemon tea.
"Woah, cepet banget lo Leen antrinya," ucap Alecia dengan raut wajah yang terkejut.
"Bukan gue bego!" ucap Aileen dengan melihat kearah samping Alecia.
Alecia yang menyadari ada sesuatu yang mengganjal pun langsung menoleh ke sampingnya.
Alecia dikejutkan lagi oleh siapa pelaku yang menaruh semangkok mie ayam di hadapannya. Raefal. Orang yang berusaha untuk mendekatinya.
"Gimana? Seneng dapet mie ayam?" tanya Raefal dengan senyum yang sangat manis.
Alecia hanya mengangguk canggung, dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Makan gih, keburu dingin." suruh Raefal dengan mendekatkan mangkok mie ayam tersebut pada Alecia.
"Lo?" tanya Alecia karena hanya melihat semangkok mie ayam saja.
"Liatin lo makan aja, gue udah kenyang," ucap Raefal yang berhasil membuat Alecia malu.
°°°°
'Alecia Pov'
Aku menutup wajah ku dengan kedua tanganku, hari ini membuatku lelah. Aku hanya ingin mie ayam, tapi kenapa antriannya sangat ramai. Ah, sial. Siapa yang akan mau mengatri jika seramai itu. Sampai istirahat berakhir pun aku belum sempat untuk memakannya.
Tiba-tiba saja aku mencium aroma mie ayam yang sangat dekat dengan ku, hanya memikirkannya saja aku sudah bisa mencium aromanya.
Saat aku membuka wajahku, yang benar saja. Ada semangkok mie ayam di depanku, ditambah segelas ice lemon tea. Apa Aileen rela mengatri demi membelikan ku mie ayam? Tapi siapa yang mau kalau antriannya di serobot.
"Woah, cepet banget lo Leen antrinya,"
"Bukan gue bego!" jawab Aileen. Kalau bukan Aileen, terus siapa? Aku bertanya-tanya, aku melihat Aileen yang terus melihat ke sampingku. Aku pun ikut melihat kearah sampingku.
Betapa terkejutnya aku saat melihat Raefal sedang berdiri dengan tegapnya, sambil memasang senyumnya yang sangat manis.
"Gimana? Seneng dapat mie ayam?" tanya nya pada ku dengan senyum yang masih mengembang diwajahnya.
Sial. Aku harus apa.
"Makan gih, keburu dingin," ucapnya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naughty Boyfriend
RandomCOMPLETED [REVISI] NB: Sebagian Chapter di Private, jadi pastika follow sebelum baca☺ Thank you👼 . Raefal Cetta Early, pemuda tampan yang memiliki sifat Dingin, Nakal, dan Tatapan Tajam. Di sisi lain, Raefal juga pintar dalam semua mata pelajaranny...
