Timbulnya Kebencian

34 7 7
                                    

Budayakan vote sebelum baca kawan...

***
"Hiks...ibu...kembali bu...Yoona Hiks...masih butuh Ibu..."
Yoona pun beranjak dari kamar ibunya menuju westafel, kemudian mencuci wajah tangisnya di sana.

"Gue gak boleh cengeng. Ibu bilang, gue gak boleh nangis. Gue...Gue bakalan lakuin, semua yang ibu inginkan supaya...Ibu bisa kembali"
Seketika, ia teringat sesuatu
"Hh, gue kayaknya bakalan dapat sial terus nih. Secara, ini semua kan gara-gara mimpi sialan itu"

Flash back on
Awal terjadinya kejadian aneh...
Malam itu, udara sangat dingin. Apalagi sekarang, Yoona hanya mengenakan pakaian tipis. Ia juga tak dapat melihat apa-apa. Gelap dan kelam. Mungkin begitulah suasana saat itu

Namun, sebuah cahaya kemerahan telah menerangi penglihatannya. Ya, cahaya itu dari sebuah pembakaran kayu yang berada di ujung sana

Ia hanya terpaku pada api itu, harap-harap ia dapat kehangatan dengan hanya berada di sekitar pembakaran itu

Namun, entah mengapa api itu makin mengecil. Ia memutuskan untuk berlari

Ia semakin cepat, namun bersamaan dengan itu api yang ia harapkan makin mengecil. Lalu, ia kembali menambah kecepatannya dan lagi- lagi api itu makin mengecil
"Sial! Gue harus lari seberapa cepat lagi, kah?
Kemudian ia semakin cepat, semakin cepat dan ....
Seketika ....
Semuanya menjadi gelap ...

"Oke Fix, ini gue di- "
Wusssh....
"Kau pikir semua yang ada di dunia ini, akan selalu berpihak padamu, hah?
KAU PIKIR SEMUA YANG KAU HARAPKAN AKAN SELALU TERWUJUD, BEGITU!"
"Lo siapa, hah? Kenapa lo nge-bentak gue, emang gue salah apa sama lo, hah?"
"DASAR KURANG AJAR"
"Akh...akh...akh...lepas in tangan lo dari...leher...gu-"

"Hah...hah...hah..."
Ia terbangun
"Huh, yang tadi...untung saja cuma mimpi buruk. Sampai keringetan lagi, fiuhh"
Seketika, ia teringat sesuatu
"Oh ya, jam...sekarang sudah jam-"
"YOONA! CEPAT MANDI, UDAH JAM 7 YOON!"
"Iya bu!"

Dengan kecepatan kilat, ia sudah berseragam lengkap dan turun ke bawah untuk sarapan
PUKK
"AW...Kok ibu mukul bokong Yoona, sih. Yoona kan bukan anak kecil lagi..." rengek Yoona
"Bukan anak kecil lagi katamu? Bangun pagi aja jarang,  sekarang mau berlagak sok dewasa. Kamu ini...kalau suatu hari nanti ibu kenapa-kenapa terus kamu jadi hidup sendiri, ibu yakin kamu bakalan kesusahan"
"Ibu kok ngomongnya gitu, gak...gak boleh...ibu harus selalu ada buat Yoona titik gak pake koma" ia kemudian mempoutkan bibirnya dan melipat kedua lengannya di dada
"Udah, cepat sarapan"

Skip

Sampai di sekolah...
"Yah, pagar udah di gembok lagi. Gue mau lewat mana...coba. oh ya, gue punya ide, gue...manjat!"
...
"Yes bisa!"
"Yoona?"
"Eh,  Ibu guru. Ibu kok hari ini bercahaya banget ya"
"Kamu terlambat, kan?"
"Tidak kok bu"
"Tidak apanya?"
"Tidak salah lagi bu"
"Pokoknya ibu gak mau tahu,  sekarang kamu lari keliling lapangan 30 putaran!"
"Bany-"
"Tidak ada bantahan. Mengerti?"
"Ya bu"

Skip

"Semangat Yoon, tinggal hhh 5 puta hhh...ran lagi..." ucap Yoona menyemangati diri
"26"
...
"27"
...
"28"
...
"29"
...
"30"
"Hah...Hah...Hah, gile...kalau gue-"
Hihihi...
"Apaan tuh?"
Hihihi...
"Oke, kenapa gue jadi denger suara-suara yang-"
Wusssh
Wusssh
Wusssh
Hihihi
Hihihi
Hihihi
"Stop...hentikan, gue takut..." ujar Yoona sambil menutup kedua kupingnya
Ia meringkuk ketakutan, di sebuah lapangan yang luas, dengan makhluk-makhluk menyebalkan yang mengepungnya

"Please...seseorang, tolongin gue"
...
"Yoona!"
Refleks, Yoona mengangkat kepalanya menuju sumber suara
"Chanyeol?"
"Lo ngapain sih, nge-ringkuk gitu, kayak lagi-"
"Iya yeol...gue lagi ketakutan"
"Ya udah, ayo ikut gue"

Skip

"Nih air, minum dulu"
Glek
Glek
Glek
"Thanks ya yeol. Btw yeol, lo kok jadi baik sama gue. Kesambet paan lo?"
"Mmm, lo udah enakan? Kalau belum, mending lo balik deh. Gue anterin ya"
"Gak ah,  nyokap bakalan-"
"Iya gue tahu,  nyokap lo bakalan omelin lo habis-habis an kalau tahu lo boncengan ma cowok, kan?
"Itu lo tahu. Ya udah, gue cabut ya!"

Skip

"Yoona pulang...loh, ibu kemana?"
Flash back off

"Dan di hari itu juga gue dapet telepon dari rumah sakit. Ini semua karena mimpi sialan itu. Karena, mulai dari hari itu, hidup gue berantakan"

💜💜💜

Amat sangat membutuhkan vote + comment kalian🙏🙏🙏

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 17, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

magicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang