(🎶Song : Davichi - This Love)
(Di hari yang sama)
-UKS.
Brakk!
Pintu UKS terbuka, menampakkan seorang pria yang menggendong seorang gadis dengan tergesa-gesa.
Tanpa mereka sadari, banyak sepasang mata yang tengah melihat mereka.
"Dimana petugas UKS nya?!" teriak pria tersebut, siapa lagi kalau bukan Renjun.
"Sung Sung panggil Bu. BoA sekarang!" rusuh Jeno sambil ngedorong Jisung.
Jisung pun berlari mencari bu BoA.
10 menit....
"Lama banget sih Jisung? Lo susul deh!" suruh Renjun ke Jeno.
Nafas Hyejung sudah tak beraturan dengan keringat di sekujur tubuhnya.
Renjun pun memutuskan buat nelpon Jaehyun.
"Bang Jae! Hyejung...."
"Hyejung kenapa?"
"Hyejung di UKS, cepet kesini ya!"
"Iya, jagain adek gue dulu!"
Tutt!
Bu BoA sudah datang yang disusul oleh Jaehyun.
"Bu gimana keadaan adek saya?" tanya Jaehyun tergesa-gesa.
"Otaknya terlalu lelah. Atau ada sesuatu yang membuatnya trauma terjadi kembali." jelas bu BoA.
"Lalu apa yang harus saya lakukan?"
"Dia sudah baik-baik saja, sebaiknya kamu menjaga adikmu agar tak mengingat trauma nya. Saya pergi dulu, surat ijinnya saya taruh diatas meja saya, dan hanya boleh 1 orang yang menjaganya."
Bu BoA pun pergi.
"Ini semua salah Hina!" emosi Renjun sambil meremas tangan Hyejung erat-erat.
Jaehyun langsung menengok kearah Renjun dengan mata berkaca-kaca.
"Hina? Kim Hina?" tanya Jaehyun.
"Iya bang... Dia murid baru dikelas Hyejung. Gue tadi nemuin Hyejung lagi dibully di gudang." jawab Renjun.
Tanpa banyak bicara, Jaehyun langsung menuju kelas Hyejung.
Brakk!
Pintu kelas terbanting keras ke tembok.
"Jaehyun! Apa-apaan ini!" protes Bu. Irene.
"Maaf Bu. Tapi, saya ada urusan sebentar dengan Kim Hina."
"Hina, kau boleh ikut dengannya."
"Terimakasih bu."
***
UKS.
"Hyejung, lu tuh udah pendek, jelek, kasar, titisan miper, tapi bikin gue khawatir tau nggak..."
Renjun terus menerus meledek Hyejung sambil menggenggam erat tangan Hyejung dan menidurkan kepalanya diatas genggaman eratnya itu.
"Apaan titisan miper?" suara berat Hyejung.
"Lo udah bangun?"
"Perlu banget gue ngejawab?"
"Kok lo tega sih?"
"Maksut lu?"
"Lo tega bat bikin gue khawatir."
#guemeleleh
"Apaan dah? Ga jelas banget kayak idup lu!"
"Lo tuh sakit masih bisa buat orang kesel ya."
"Canda elah... Baper amat sih..."
Author Po'V end.
Gue udah sadar dari pingsan gue tadi,tapi gue laper dan akhirnya gue berusaha bangun.
"Ehh... Lo mau kamana?" tanya Renjun yang duduk disebelah gue sambil mencegah gue buat duduk.
"Gua laper. Mau ke kantin." jawab gue.
"Yaudah, lo tunggu aja disini, gue beliin makanan di kantin dulu, jangan kemana-mana."
"Sip dah, Thanks ya!" jawab gue.
Renjun pun pergi ke kantin.
Gue mengedarkan pandangan gue ke sekeliling UKS.
"Eh! Hujan!" ucap gue setelah gue ngeliat hujan di luar jendela ,jujur aja gue rindu hujan.
Gue pun maksa buat bangun dan ngelakahin kaki gue menuju jendela.
Gue buka salah satu jendela UKS,perlahan-lahan angin segar masuk lewat jendela.
Gue ngedangakin kepala gue dan mata gue yang awalnya kepejem karna ngerasain sejuknya angin perlahan-lahan kebuka.
Tanpa sengaja mata gue nangkap sosok pria.
"Jaemin!" ucap gue pelan.
Tiba-tiba mata gue berkaca-kaca.
"Ja-Jaemin!" ucap gue sekali lagi tapi dengan air mata yang udah dengan derasnya keluar.
Kaki gue lemes, gue pun jatuh terduduk.
"Jaemin...." ucap gue di sela-sela tangis gue.
Cklek!
"Hyejung!"
-tbc
voment-juseyo~
terimakasih-imnida.
<3
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙡𝙤𝙫𝙚 𝙨𝙩𝙤𝙧𝙮 - 𝙧𝙚𝙣𝙟𝙪𝙣
Fanfiction;-𝗵𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗻𝗷𝘂𝗻. 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝗱𝘂𝗮 𝗶𝗻𝘀𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗶𝗯𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗯𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗮𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻. ©𝟮𝟬𝟭𝟴/𝘀𝗲𝗶𝗿𝗶𝗻𝗲𝗷𝗼_