Chapter 9 : Afraid (Museowo)

238 31 13
                                    


Author Pov

"Ddrrt. . .drrtt. . . ," Getar ponsel mebangunkan sang pemilik.

"Ne, hyung." Ucap Jungwoo saat menerima telpon.

". . . "

"Mian. Ne, araseo."

Jungwoo keluar dari tempat persembunyiannya. Persembunyian?
Jungwoo berbohong pada Miyoung saat dia bilang harus pergi latihan. Nyatanya, dia tidak pergi ke ruang latihan, tapi malah bersembunyi di suatu tempat.
Dia pergi kamar mandi. Dibasuhnya beberapa kali wajah tampan itu.

"Ok. " Gumamnya sambil menatap dirinya di cermin.

*

*

Skip : room dance Jungwoo Pov

Orang yang tadi menelponku adalah Heechul hyung. Dia memberitahuku bahwa PD mencariku dan menyuruhku ke ruangannya.

"Oh, itu dia." Ujar Heechul hyung saat aku masuk.

Kulihat ada PD-nim juga wanita paruh baya yang sepertinya sangat aku kenal.

"Eoh, Jungwoo-ya, ireowa!" Pinta PD padaku.

"Halmeoni, mwohaseyo?" Tanyaku sedikit kaget saat mengetahui wanita paruh baya itu ternyata halmeoni.

" Jungwoo - ya." Ujar halmeoni.

"Wae, halmeoni? Kenapa mengunjungiku ke sini? Halmeoni bisa mengunjungiku di dorm." Balasku.

" Jungwoo, ada yang ingin aku bicarakan." Ujar PD.

"Apa itu? " Tanyaku.

"Duduklah!" Ujar Heechul hyung pelan, memaksaku duduk.

"Ini demi kebaikan kita semua, khususnya kau, Jungwoo." PD membuka suara.

"Sepertinya aku sudah mengerti. Kau tak perlu menjelaskan lebih detail PD-nim."Ujarku sembari bangkit dari duduk.

"Keundae, Jungwoo-ya," Ujar halmeoni.

"Halmeoni, kaja!" Ajakku, menarik pelan tangan halmeoni.

"Kami juga pamit."Ucap Leeteuk mewakili kedua temannya.

"Annyeong higaseyo!"Ucap ketiga member.

Sejujurnya aku sangat sedih, tapi harus bagaimana lagi? Aku tidak bisa menunjukkan air mataku di depan mereka.

"Mian, Jungwoo-ya." Ucap PD sebelum aku dan halmeoni benar-benar keluar dari ruangannya.

Aku berhenti tepat di ambang pintu.

"Ani, aku yang seharusnya minta maaf."

"Seharusnya aku sadar diri bahwa kekuranganku akan membuat tim mendapat masalah." Ujarku sedih, namun aku masih berusaha menahannya.

Aku harus rela melepaskan mimpiku untuk kebaikan tim. Aku tidak boleh membiarkan mereka mendapat masalah.

"Ani, Jungwoo-ya." Ujar Heechul, Leeteuk, dan Eunhyuk pelan.

"Jungwoo, kau sangat berpotensi. " Ujar PD.

"Hanya saja? " Aku memotong ucapan PD.

"Kau masih terlalu muda. Kau bisa menghabiskan waktumu untuk keluargamu. Kau bisa kembali lagi nanti." Ucap PD.

"Hehee." Aku hanya memaksakan tawa kecil.

"Kenapa tidak terus terang saja PD-nim? Kenapa harus menjadikan keluargaku sebagai alasan? Tidak logis bagiku." Tanyaku mencoba menahan emosi.

Y? (Hamkke Kaja!) (On Revising)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang