Gak Voment Ingusan
Daniel mengendarai Veneno nya dalam diam, karena seorang Park Woo jin tak pernah suka diam atau bisa dikatakan nggak bisa diam itu mulai membuka pembicaraan.
"Hyung proyek apa yang ada di busan?, sampai sampai aku dan kau harus turun tangan langsung ke lokasi" Woojin mengangkat kakinya ke atas dasbor mobil. Sang pemilik mobil itu hanya mendengus sebal melihat tingkah adik deckil-nya itu.
"Heh deckil jan banyak bacot deh, lagi strees gue, dan turunin kaki loe, bau tau. Gue tau kaos kaki lo seminggu kagak lo ganti kan cuci aja kagak" Daniel tertawa kecil diakhir ungkapanya, melirik adik nya yang mendengus.
"Bazeng lu hyung, tau aja. Btw deckil gini orang orang gue senyumin paling Ambyar liat snaggletooth gue langsung klepek klepek " woojin menyombongkan dirinya.
"Kok gue jyjyq ya, udah ah jin lo diem aja deh. Sukur sukur molor ae sono" mendengar ungkapan sang kakak woojin mendengus sebal. Berhasil menggoda sang adik Daniel pun tersenyum. Keadaan kembali awkard setelah beberapa detik dan baiknya woojin berhasil molor dering ponsel daniel membangunkannya
"Siapa? " tanya Daniel pada woojin yang sedang memegang ponsel miliknya. Woojin hanya mengidikan bahunya tak tahu.
"Nomor tak dikenal hyung " jawab woojin berikutnya. Daniel nampak memperhatikan digit angka yang menurutnya kuno itu, pas sekali traffic light berwarna merah. Daniel merebut ponselnya dari tangan woojin dia perhatikan angka itu.
092301110299 yang tahu coment 👉
"Hyung dah ijo", lamunan buyar sudah gara gara cemprengnya suara woojin.
Daniel menginjak pedal gasnya kencang, sampai sampai tubuh woojin terhenyak kebelakang
Sementara itu pria yang disebrang sana mendengus sebal merasa dihiraukan telponya. Ia melempar ponselnya sembarang, dan mengambil ponsel yang lain di nakasnya.
"Hallo? " Guanlin mengeluarkan smirk lagi dan lagi.
"Kwon Hyun Bin, ku butuh bantuanmu. Bagaimana kalo malam ini kita buat dia menerima yang harusnya dia terima. Bagaimana kau sudah pastikan bahwa dia pergi kebusan" Guanlin memainkan suntik yang ada didepanya.
"Sudah, dia sudah menuju busan. But Edward Lai, dia membawa seseorang selain dirinya. Kurasa menurut informasi dia adiknya" Guanlin menggengam erat jarum suntik yang ia pegang erat dan melupakan rasa perih saat jarum tipis kecil namun berlubang itu menembus pori kulit Guanlin perlahan. Bau anyir menguak.
Namun tak di gubris guanlin, alih alih ia malah tersenyum bangga. "I'm going to take care of that cute little man". Guanlin sedikit menjilat ujung tanganya yang mengalirkan darah segar bekas tusukan kasat tadi.
"Ed?, tahu dari mana kau adik dari dia, why can you say that he is cute? " hyunbin terheran dengan kecerdasan anak ini. Namun sayang kecerdasannya itu menjalur ke arah negatif dari kehidupan guanlin.
"Tidak usah banyak tanya Kown" Guanlin mematikan handphone nya sepihak, membuat sang Receiver mendengus.
"hyung, kau yakin ini jalan yang benar menuju perusahaan? " Woojin menengok kekanan dan kekiri. Merasa aneh woojin mengambil ponselnya , ia membuka aplikasi navigasi. Tak diketahui. Woojin membelalakan matanya lebar.
"Kau tak menemukan peta keberadaan kita woojiniee" Daniel menjawab pertanyaan woojin tak menyambung. Woojin hanya cengo. Ia merasa geli dipanggil woojinee oleh kakaknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Science [PANCHAM]
Action[DISSCONTINUED] Assassin in love Highest rank #35 in action
![Science [PANCHAM]](https://img.wattpad.com/cover/130570743-64-k833461.jpg)