First Trouble

50 1 0
                                    

"Iya ma ini lagi ditoko kue pesanan mama, sebentar lagi pulang" Ucap seorang pria tampan dengan telephonenya.

Seorang pria berwajah oriental, berpostur tubuh tinggi tegap dengan kacamata hitam yang bertengker dihidung mancungnya masih memakai pakaian kantornya. Jas hitam yang dipadukan dengan kemeja maroon yang kontras dengan kulit bersih nya berjalan memasuki sebuah toko kue yang cukup ramai di Jakarta.

Bagaikan seorang superstar, pandangan cewek cewek yang berada di dalam toko kue ini tidak lepas dari pria itu. Pesona nya sukses membuat cewek cewek dan beberapa pegawai toko tak mau mengalihkan pandangannya, seolah olah ini adalah salah satu nikmat tuhan yang tidak boleh di sia sia kan.

"Mbak saya mau Matcha cake nya satu di bungkus " Ucap pria itu dengan suara datar

"Aduh maaf mas, tapi Matcha cake nya sudah habis " Jawab pegawai toko itu

"Kamu jangan coba coba membohongi saya ya, itu masih ada satu " tunjuknya ke sebuah etalase kue

"Maaf mas, tapi itu sudah pesanan orang "

"Bungkus saja kue itu, saya akan membayar 4 kali lipat dari harga normal "

"Sekali lagi maaf mas, ini bukan masalah harga, tetapi ini memang sudah pesanan, jadi mohon maaf kami tidak bisa menjualnya "

"Kalau bukan karena ibu saya yang meminta kue itu saya juga tidak akan memaksa anda menjualnya ! jadi tolong , saya akan membeli nya 10 kli lipat dari harga normal "

"Sebaiknya mas bicarakan langsung dengan orang yang memesan kue ini, tunggu saja sebentar, sebentar lagi dia datang "

Tanpa membalas saran dari pegawai toko kue tersebut pria dingin itu langsung duduk disebuah kursi dekat dengan kasir sambil sibuk mengotak atik ponsel nya.

Disisi lain seorang gadis cantik berkulit putih bersih dengan rambut coklat bergelombang yang tergerai masih memakai seragam sekolah. Baju putih dan rok pendek abu abu yang dipadukan dengan cardigan neavy dan tas gendong merahnya berjalan membuka pintu toko kue tersebut dan berjalan ke arah kasir

"Siang mbak " sapa nya ramah

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " Balas seorang pegawai toko tersebut

"Mbak, saya mau ngambil pesanan kue saya "

"Maaf atas nama siapa ya ?"

"Alexa, Matcha cake "

"Tunggu sebentar ya mbak saya ambilkan "

Pria dingin yang duduk tak jauh dari kasir yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya langsung menengok ke arah kasir begitu mendengar obrolan tentang matcha cake

Melihat pemesan kue tersebut hanya seorang siswi, sepertinya akan mudah baginya untuk membeli kue itu dengan iming iming uang.

"Mbak ini kue nya " Ucap seorang pegawai toko

"Jadi kamu yang pesan kue ini ?" Tanya seorang pria tampan itu

Alexa mengerutkan dahi nya tanda bingung, tanpa menjawab pertanyaan pria itu Alexa langsung membayar kue tersebut

"Heh, saya sedang berbicara" Ucap pria itu

"Iya terus ? saya harus ngapain? kamu tau kan ini kue sama saya, mbak kasir itu ngasih kue nya ke saya dan udah saya bayar, masih tanya ini kue saya bukan" jawab Alexa lalu berjalan meninggalkan keluar toko

"Hei hei tunggu .. "

"Tunggu... "

"Saya bilang tunggu !" tegas pria itu

"Apaan sih om, saya mau pulang " balas Alexa

"Om? kamu manggil saya om? "

"Saya ini udah sopan yaa manggil kamu om, "

"Saya bukan om kamu, dan saya bukan om om "

"Tapikan_____ "

"Udah stop, saya gamau debat sama anak kecil kaya kamu, saya____"

"Dih siapa juga yang mau debat sama om, om aja yang dari tadi manggil manggil saya "

"Kamu bisa gak jangan motong omongan saya, saya belum selesai bicara "

"Gini ni kalo orang yang tiap hari sibuk sama kertas kertas suka nggak nyadar padahal tadi om yang motong omongan saya duluan "

"Apa hubungannya coba ? "

"Ya adalah "

"Udah udah biar kamu nggak kepedean kenapa saya tadi manggil manggil kamu sampe saya kejar sampe depan sini, saya akan klarifikasi semuanya "

"Wkwkwk ah elah om, klarifikasi tinggi amat pemakean bahasa nya "

"Saya mau nawarin sesuatu ke kamu, jadi gini saya mau beli kue itu 10 kali lipat dari harga yang kamu beli, gimana ?"

"Gak, enak aja main beli "

"Itu uang lumayan buat anak usia kamu kapan lagi kan dapet uang cuma cuma, gak dikit lagi nominalnya"

"Kalo enggak ya enggak "

"Saya tambah 5 kali lipat , jadi 15 kali lipat dari harga yang kamu beli "

"Ihhs enggak, Aku bilang enggak ya enggak " ucap Alexa sambil membuka pintu mobil nya

"Saya akan_____ " menarik tangan alexa

BRUKKKKKKK

"Ommmmmm !!!" teriak Alexa

"Liat itu kue nya jadi jatuh kan gara gara om, pokoknya saya gamau tau om harus ganti kue itu "

"Ya makanya kalo tadi kamu gak kebanyakan refuse tawaran saya kue itu juga nggak bakalan jatuh "

"Ya kalo om nggak ngeyel kue itu juga nggak bakalan jatuh. Aku gamau tau om harus ganti kue itu !"

"Kamu gila ya, saya mau beli kue kamu, malah suruh ganti lagi "

"Yaudah bodolah, om yang jatuhin kok, Ktp mana ktp "

"Ktp ? buat apaan ?"

"Udah mana "

" Kamu mau tau nama saya, " sambil menyerahkan ktp nya

"Dih pede ! ini buat jaminan, buat mastiin om ganti rugi "

"Ehh itu ktp penting buat saya jangan asal ambil aja dong "

"Gaada, pokoknya ini saya bawa , ini kartu nama saya, hubungin saya ya om kalo udah dapet kue nya, bye "

"Eh oiya, cari yang enak nya 15 kali lipat dari kue itu yang mahal juga, kaya nya tampang kaya om beli kue segitu mampu deh " Tambah Alexa

Tanpa menunggu balasan iya dari pria itu Alexa langsung mengemudi mobil nya meninggalkan halaman toko tersebut

"Woiii dasar anak kecil !" Ucap nya geram

Vania Alexandra
+6281379273196
the doughter of
Johan Alexander & Thania Alexander


"Johan Alexander? bukanya ini CEO perusaan besar teknologi itu ya, Alexander' corp ?" ucap nya setelah membaca kartu nama yang di berikan gadis itu.

Mrs. Matcha Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang