POV VERY PRATAMA
Sebentar lagi acara hari guru akan tiba, seperti biasa saya sebagai ketua osis harus mengumpulka anggota osis untuk membahas acara tersebut. saya akan mendatangi tiap tiap kelas untuk memanggil mereka. Mulai dari kelas X, XI, dan XII. setelah selesai memanggil mereka saya mengumpulkan mereka dilapangan sekolah dan langsung membicarakan intinya.
" adik adik dan teman teman sekalian, sebentar lagi hari guru akan tiba , saya akan mengajukan proposal kepada kepala sekolah, setelah dia menyetujuinya, baru kita akan langsung turun meminta dana nya. Rani?" panggilku padanya untuk menyuruhnya mengumpulkan uangnya karena dia adalah bendahara osisnya.
"iyakak?
"nanti kamu kutip uangnya ya? nanti kakak temenin".
"Oke kak".
Gua pun langsung mengantarkan proposal pada kepala sekolah. dan dia menandatangani proposal tersebut. setelah itu, guepun menuju ruang kelas rani untuk memanggilnya.
" Permisi, Ada rani?" tanyaku pada temannya.
"Ada kak , bentar ya dipanggilin"
"Oke makasi"
"Ran. dipanggil kak very tuhh!" rani pun langsung berlari keluar untuk menemuiku.
"iya kak? ada apa? "
"kakak udah dapet izin dari kepala sekolah, jadi kita langsung kutip dana nya aja, oke? "
"sekarang kak?"
"iya sekarang? kenapa?kamu ada tugas? enggak kok kebetulan gurunya lagi keluar".
"oke. Yaudah ayo!".
Setelah mendatangi setiap kelas, dan yang terakhir kami datangi adalah kelasnya rani karena kelasnya berada diujung. sebenarnya gue males, karan ada gerombolan anak songong itu, yang sok jagoan. baru aja kelas 1 udah belagu. gue ngeliatin wajah mereka satu satu, tapiguelebih gaksuka liat wajahnya temen si rambut keriting itu. paling sok tu bocah. siapa lagi kalo bukan aldi. tapi terpaksa karena ini kelasnya rani. saat rani ngutip uangnya sicowok belagu itu malah membuat keributan.
"Heh! bisa tenang dikit gak?" bentakku kesal.
"santai aja dong kak, Gausah sok gitu ngomongnya!! kita tau lo itu kakak kelas plus anak osis, tapi bukan berarti seenak jidat lo ya ngebentak bentak kita." sahut sicowok songong itu.
" heh! harusnya elo yang santai ngomongnya, lo ribut disitu dan gak ngehargain kita didpan, gak diajarin sopan santun lo sama orangtua lo!" jawabku.
"hati hati lo kalo ngomong ya, jangan bawa bawa orangtua dong!" sahutnya.
Tiba tiba bukyuni datang.
"Heh ada apa ini ribut ribut?"
"ini buk ada ketua osis yang songong, mentang mentang ketua osis dia seenaknya ngebentak bentak kita! mama gua aja gak sekeras itu ngomongnya kegue." sambut aldi
" yaudah tenang, gak perlu ribut ribut gitu" jawab buyuni.
"maaf ya bu, very udah buat keributan disini" pinta maafku pada buyuni.
" yasudah tidak apa apa".
"very keluar dulu bu". Gue pun langsung keluar dan ninggalin bocah tengil itu.
Tiba diacara hari guru tersebut, semua sudah kami atur dengan baik dan sukses. semuanya menikmati hari ini, murid dan para guru juga ikut bernyanyi. dan ada juga yang mempersembahkan tarian. Dan gue sendiri berinisiatif untuk bernyanyi buat seseorang yang saat ini mengisi hati gue. yaitu"RANI", gue bernyanyi satu buah lagu yang berjudul "suka sama kamu-D'bagindaz". Saat itu gue lagi dilihati oleh puluhan mata termasuk kayla mantanku, dia yang masih menginginkanku, walapun dia udah tau kalo aku suka dengan oranglain tetap saja dia mengejarku. saat ingin bernyanyi tiba tiba kayla naik keatas panggung dan memegang tanganku, dan refleks aku melepaskannya. setelah selesai menyanyi akupun turun dan menarik tangannya kebelakang panggung.
"Lo apa apaan sih?" tanyaku.
"maksutnya?" tanya nya purapura gak tau.
"lo masih nanya maksutnya? maksut lo megang tangan gue apa? lo gak malu diliatin banyak orang tadi, bahkan semua guru juga disana, lo tau itukan?"
"trus? gue peduli gitu? biarkan semua orang tau, bahkan seluruh dunia tau kalo gue masih sayang banget samalo very. ngerti gak sih?"
"dengan lo ngelakuin itu gue bakal simpati gitu? gak kayla! cukup sekali aja gue pernah berhubungan samalo.! kamu masih ingatkan kenapa aku mutusin kamu?! ya ini, kamu itu terlalu banyak ngomong kemana mana, agar semua orangtau. itukan gakperlu! kamu itu persis seperti anak anak padahal kamu itu sudah dewasa. Lebih baik kamu berhenti ngejar ngejar aku, karna aku juga udah punya orang yang lebih baik dan dewasa, bukan kayaklo!! "jelasku.
"Gampang ya lo ngomong gitu. lo tau gak gimana rasanya jadi gue? apa lo tau yang gue rasain? gue tau gue terlalu lebay ver, tapi tolong lo hargain perasaan gue dikit aja, bisakan?" pintanya sedih.
" Gue ngerti key, tapi lo juga harus ngerti kalo gue gak suka dengan sifat lo yang kekanak kanakan gini. kalo lo bisa ngerubah sifat lo mungkin lo bakal dapat seseorang yang lebih baik dari gue. lo pasti bisa!!" support gue.
Akupun langsung meninggalkan kayla dengan mata yang berbinar binar. setelah acara tersebut selesai, semua murid pun diperbolehkan pulang kerumah masing masing. saat aku berjalan kedepan gerbang sekolah, terdengar suara wanita yang kukenal memanggil namaku.
"kak very!" panggil rani, akupun langsung menoleh kebelakang.
"eh rani, ada apa?" jawabku.
"kak, rani boleh minta tolong gak? pengen ngerepotin dikit, bisa?" pintanya.
"ada apa emang?" tanyaku.
"hari ini papa gak jemput karna mobilnya rusak dan harus dibawa kebengkel, jadi aku boleh numpang bentar gak?"
"tentu."jawabku
"bener nih kak?" tanyanya lagi.
" yes why not?"
"Thank you"
Kami pun langsung berangkat menuju rumahnya. saat di depan rumah rani,aku melihat seorang anak kecil yang bermain ditaman, karna bolanya jatuh kedalam selokan dan aku mengambilkannya. tiba tiba rani mengejutkanku.
"kenapa kak?" tanya rani
"bola adek ini jatuh ke selokan, jadi kakak ambilin"
"kakak" tiba tiba sahut anak itu.
"kakak? ini adikmu ran?" tanyaku kaget.
"iyakak"
"Oh pantesan?"
"pantesan apakak?"
" sama cantiknya dengan kamu"
"ahh kakak bisa aja" katanya dengan malu malu.
"Ayo masuk dulu kak!" ajaknya.
"sorry ran bukannya gak mau, tapi hari ini kakak ada urusan keluarga, jadi gak sempat mampir. mungkin lain kali aja. nanti kakak deh yang bakal main kerumah kamu, bolehkan? "
"boleh dong kenapa enggak? , yaudah deh, kakak hati hati dijalan ya"
"iya thanks, titip salam buat orangtua kamu ya".
"okeyy" jawabnya sambil menunjukkan jari jempolnya.
Akupun pergi meninggalkan rumah rani dan langsung berangkat kerumah, karena memang ada acara keluarga yang harus aku hadiri, kesibukan mereka yang harus ku handle. karena aku pewaris tunggal mereka. jadi aku bertanggung jawab atas semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARAN BEDA AGAMA
RomanceKetika dua hati bertemu dan saling mencintai, tapi apalah daya kepercayaan masingmasing yang hampir menghancurkannya :(
