Kau kah itu? Seseorang yang begitu sering tersakiti namun lebih memilih untuk memaafkan? Seseorang yang sering dibohongi namun lebih memilih memberi kesempatan? Seseorang yang sering disepelekan namun lebih memilih untuk selalu mendengarkan? Seseorang yang bahkan orang lain tidak menganggapmu spesial—tapi kau tak pernah mempermasalahkan?Kau kah itu? Seseorang yang tetap sederhana meski mereka di sekelilingmu berlomba-lomba menjadi diva? Seseorang yang tetap menundukkan pandangan meski kau mampu mengumbarnya dengan bebas melalui laman media sosial? Seseorang yang tetap merasa takut dan malah semakin takut ketika orang lain melihat amal kebaikan yang berusaha kau sembunyikan?
Hey, kamu kah itu?
Seseorang yang telah menjadikan penilaian Allaah diatas segala-galanya, dan mengembalikan setiap duka dan lara hanya kepada Penyembuh-Nya?
Kau, bersabarlah. Teruslah istiqomah. Jika sang maut yang lebih dulu datang menjemputmu, kupastikan penduduk langit akan menyambutmu dengan salam rindu dan doa-doa terbaik untukmu.
Lalu jika bukan, dan ternyata adalah ia; yang namanya telah tertulis rapi pada kitab Lauh Mahfudz—kuyakin.. Ia akan dengan teduh memandangmu, kemudian berkata, "Tabarakallahu, sungguh beruntungnya aku telah menemukanmu."
Kamu, iya kamu. Seseorang yang hatinya memang baik, jangan lelah berbuat baik yaa:)
©catatansangmusafir
Hujan, saat senja hendak berganti temaram~

KAMU SEDANG MEMBACA
Pecinta Langit Senja
AcakSejauh ini, aku belum pernah kecewa pada langit senja~