Chapter 15 : be stolen

880 77 7
                                        

Chaeyoung POV

Yoongi terus menggenggam tanganku sampai tiba di parkiran dan berhenti tepat di depan sebuah mobil,yoongi beralih dan membukakan pintu mobil didekat kemudi dan menyuruhku masuk.

Seketika aku berfikir mungkin hanya ingin membawaku pulang,agar tak diganggu oleh jongin lagi.

Tak lama yoongi mulai menjalankan mobil keluar dari area kampus. Sunyi,hanya suara mesin yang terdengar dalam mobil.

"Kau mau aku bawah kemana?" Kata yoongi tiba-tiba

Aku berfikir sejenak,mungkin lebih baik langsung kerumah saja.

"Antar ke rumahku saja sunbae"

"Ok"

Yoongi mempercepat sedikit laju mobilnya,ia terlihat sedikit canggung. Mungkin ia memikirkan kejadian tadi atau ada hal lain.

"Sunbae,aku ingin menanyakan sesuatu" kataku memecah keheningan

Yoongi hanya berdehen dan fokus menatap jalanan di depannya.

Apa aku harus menanyakannya?

Tapi....

Baiklah

Aku sedikit gugup untuk menanyakan hal ini,mungkin ia akan berfikir kalau aku wanita yang terlalu murahan mungkin.

"Ke-kenapa sunbae me-melakukan itu tadi?" Kataku gugup

Ia berdehem terdahulu

"Melakukan apa?" Katanya datar tapi raut wajahnya kelihatan gugup

"Yang.... tadi,me--"

"Oh itu" yoongi memotong pembicaraanku

Ia diam sejenak

"Saya memang begitu orangnya" ujarnya dingin

"Ma-maksudnya?" Aku menatapnya bingung dengan alis yang bertautan

Ia menatap ku sekilas dan kembali fokus kejalanan

"saya tidak suka melihat yeoja di sakiti oleh namja"

Aaahhhh,sweettt - teriakku dalam hati

"Wah,ternyata hatimu berbanding terbalik dengan tampilan luarmu" ucapku menatapnya kagum dengan mata yang berbinar2

"Ohiya,sunbae pernah bilang menyukai seseorang kan?wah yeoja itu beruntung sekali disukai olehmu,dia.....akan terus menerus dijaga dengan baik. Tapi.... apakah dia melihat kejadian tadi? Setelah ini kau.....bisa mengungkapkan perasaanmu.....padanya,yakin dan percaya dia pasti akan menerima mu. Jika tidak......,a-aku akan membantumu sunbae" ucapku berusahakan menetralkan perasaan dan menyembunyikan suaraku yang sedikit gemetar.

Seketika mataku memanas dan kurasakan air mata mulai tergenang di mataku,aku memutuskan untuk menoleh ke arah jendela disampingku agar ia tak melihat wajahku.

Jika ia melihat wajahku,entah kelanjutannya seperti apa. Mungkin aku akan ke australia,agar tak pernah bertemu dengannya lagi.

Dan mungkin dalam waktu dekat ini,jika ia benar-benar mengatakan perasaannya ke gadis pujaannya itu.

"Ya dia ada disana tadi" katanya santai.

Tiba-tiba ku rasakan mobil ini berhenti.

"Aku masuk sebentar,ingin membeli sesuatu" ucapnya

Aku tidak menghiraukan perkataannya,aku tetap saja menatap ke luar jendela.

Saat ku rasakan ia menutup pintu mobil aku menatapnya masuk ke sebuah toko bunga.

HOPE!✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang