Sepertinya kalian terlalu lama menunggu maaf ya baru bisa up soalnya aku sibuk dengan kuliah banyak laporan gitu, hehe jadi curhat kan. oke langsung saja yah..
Selamat membaca 😄
👇👇👇
-----------
"Rafa mau kemana?" Tanya alen
"Balik"
"ohhh" ucap alen kemudian terdiam
"Ada apa?" Tanya rafa
Tersadar wanita itu terdiam iapun mengulurkan tangannya menyentuh alen kemudian berjalan bersama, seketika alen tersentak oleh sentuhan rafa iapun sedikit tersenyum ia tidak tau kenapa selalu tersenyum seperti ini ketika rafa menyentuhnya, anehnya ia merasakan kebahagiaan yang lain, namun tiba-tiba rafa melepas tangan alen dari genggamannya alen yg tersadar akan hal itu kemudian menengok melihat dan ternyata mereka sedang berada tepat didepan gedung besar yang bertuliskan Rs. Citra buana
"K..knapa kesini?" Tanya alen dengan pandangan lurus kedepan
"Bertemu seseorang" Ucap rafa langsung masuk ketempat itu diikuti dengan alen dibelakangnya
Alen terus menatap tempat ini dimana ia melihat orang tua yang duduk dikursi roda, anak-anak yang berlalu lalang layaknya tempat ini seperti taman bermain bagi mereka, tapi tak menutup kemungkinan yang ia lihat orang-orang yang sedang menderita suatu penyakit sehingga memutuskan untuk tetap tinggal dirumah sakit ini. Alen pun menunduk lesuh namun ia teringat kembali dengan rafa yang bersamanya ketempat ini dan segera menyusulnya. Tak jauh dari itu ia dapat melihat rafa memasuki sebuah ruangan dengan cepat iapun sudah berada didalam, dan cukup terkejut dengan sesorang yang berada tepat didepannya, sekarang dia dapat melihat sebuah hal nyata bukan hanya sebuah foto yg terpajang, benar-benar nyata hingga matanya tak henti untuk berkedip, matanya melihat kagum dengan pesona seseorang yang berada dihadapannya kemudian memperhatikan jas putih yang melekat pas ditubuhnya dengan nama yang tertera dr. Kenzo. Tiba-tiba orang itu berjalan kearahnya sesekali alen tersenyum hingga jaraknya semakin dekat membuat alen menutup matanya
"Apa yang membuatmu datang kesini?" Ucap seseorang yang membuat mata alen terbuka dan tidak mendapatkan pria itu dihadapannya.
"Sekedar menengokmu" ucap rafa
Tersedar dengan percakapan itu alen menengok ternyata orang itu melewatinya sungguh ia sangat kesal iapun kemudian berjalan mendekati rafa
"Apa kau sedang sibuk?" Tanya rafa pada kenzo
"Yah lumayan, aku sedang mengurus pasienku yang begitu banyak" jawab kenzo yang sudah duduk dengan posisi memperhatikan kertas-kertas didepannya
"Bagaimana dengannya?" tanya rafa yang juga sudah duduk
"Dia masih dengan posisinya?"
Alen yang duduk dipojokan dengan posisi melipat kedua kakinya dan memperhatikan kedua pria dengan bosan,
"Entah apa yang dibicarakan." pikir alen
"Aku ingin bertemu dengannya" ucap rafa memandang lurus kedepan
"Nanti saja, aku masih sibuk"
"Yasudah kalau begitu aku akan pulang" ucap rafa yang kemudian berdiri
"Baiklah sering-seringlah kesini, aku akan mempertemukan kau dengannya jika aku tidak sibuk"
Alen kembali bingung dengan perkataannya, siapa yang akan dipertemukan dengan rafa? Namun ia buang rasa penasaran itu mungkin lebih baik bertanya langsung pada rafa. Iapun keluar menyusul rafa yang meninggalkannya
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya alen kemudian yang sudah berada disamping rafa
"Bukan Urusanmu." jawab rafa yang terus berjalan
Alen yang mendapat tanggapan seperti itu mengerucutkan bibirnya "Dasar jutek" ucapnya kemudian
"Kau kenapa?" Tanya rafa yang melihat alen murung
"Dia..itu.. kakakmu kan?" Ucap alen mengikuti langkah rafa
"Iya"
Alen kembali dengan ekspresinya yang cemberut
"Aku melihatmu tadi" lanjut rafa melirik alen
"Apa?" Alen memutar sedikit kepalanya menengok kesamping melihat rafa
"Kau-"
Ucapnya terpotong "Sudahlah aku malas mengingatnya aku pikir dia melihatku"
"Sadarlah kau itu hantu"
"Iya aku tau itu, tapi kau saja bisa melihatku"
"Aku berbeda" ucapnya yang membuat alen terdiam dan menengok melihat rafa lagi
"Tertawalah jika kau ingin menertawaiku" ucap alen dengan jutek ia dapat melihat rafa sedang menahan tawa
"Apa?" Ucap rafa kembali dengan ekspresinya yang datar kemudian melihat alen yang terus memperhatikannya
"Aishhh"
"Kenapa?"
"Huh, Sepertinya kau perlu di ruqiyah"
"Kau benar"
"Hah?"
"Kau benar sepertinya aku perlu diruqiyah, bagaimana bisa aku bertemu hantu genit sepertimu" Ucap rafa kemudian berjalan dengan cepat
Rasanya alen ingin sekali menjambak rambut rafa, tapi ia mengurungkan niatnya bisa saja setelah itu ia tidak diberi makan oleh rafa atau tidak ia ditendang dari rumah, tidak-tidak mungkin saja ia akan dikurung dikamar mandi bahkan disiksa seperti sinetron-sinetron yang ia sering tonton ketika ditinggal sendiri oleh rafa dirumah, alen terus menggeleng dan kemudian berpikir iakan hantu bisa saja ia yang akan menyiksa rafa pikirnya yang kemudian tertawa
"Untung ganteng" ucap alen kemudian tersenyum lalu mengejar rafa yang ternyata sudah tertinggal jauh olehnya karena memikirkan hal yang aneh-aneh dan mereka akhirnya jalan bersamaan, alen dengan terus melirik kesekitar dan melihat pemandangan yang terlihat indah dimatanya, seakan terhanyut dengan pikirannya hingga ia tidak sadar bahwa rafa sudah tidak berada disampingnya ia mencari keberadaan rafa dan saat menoleh kebelakang ia melihat pria itu sedang bersama anak kecil entah apa yang dilakukannya dan itu membuatnya penasaran dan memutuskan untuk mendekat, ia dapat mendengar bahwa rafa sedang menghibur anak kecil yang sedang menangis, alen tidak berhenti tersenyum ternyata pria yang cukup jutek bisa semanis itu ia sungguh takjub dengan apa yang dilakukan rafa. rafa yang berada tak jauh dari hadapannya sedang berjongkok pada anak kecil, memberikan permen entah dari mana ia mendapatkan permen itu mungkin sudah berada di sakunya, alen terus memperhatikan gerak-gerik rafa dengan senyum yang tak henti menghiasi wajahnya.
"Ada apa?"
Alen terkaget dengan sapaan lembut dari rafa yang ternyata sudah berdiri disampingnya
"Ah, tidak" ucap alen dengan tersenyum
"Yuk pulang" ajak rafa kemudian menarik lembut tangan alen, entah apa yang dipikirkan alen ia hanya membiarkan tangannya digenggam, dan menuruti pria itu.
"Hari ini aku melihat hal lain dari dirimu." ucapnya dalam hati kemudian tersenyum
---------
Jangan lupa tinggalkan jejak setidaknya aku tau kalian ada dan masih setia menunggu cerita ini, vote and coment guys 😅
Tunggu part selanjutnya yah 😄
KAMU SEDANG MEMBACA
Dreams
Teen FictionMengharapkan sesuatu yang bahkan sulit untuk kau capai seperti halnya seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya yang terurai berharap bangun dari mimpi buruknya mimpi yang sangat menakutinya Namun disisi lain seseorang membuatnya ingin tetap ber...
