I'll tell you the truth - Chapter 2

308 35 0
                                        

Seminggu kemudian, setelah percakapan Kise dengan Kuroko mengenai ingatan ku. Aku memutuskan untuk tidak berbicara dengan Kuroko selama seminggu penuh itu. Daripada membuatku semakin bingung, lebih baik gak usah saling bicara dulu, kan?

Saat pulang sekolah, aku memutuskan untuk membeli burger di restoran Maji Burger. Kebetulan sekali aku lagi mengidam-idamkan itu.

Seusai pesan, aku mencari tempat duduk kosong. Setelah menemukannya, tempat duduk dekat kaca, aku langsung menaruh nampan berisi satu cheese burger, kentang, dan chocolate milkshake di meja tersebut.

Aku sudah duduk dan meminum milkshake ku, tapi aku baru sadar 'dia' duduk di depanku.

"Doumo," sapanya seperti biasa.

Tenang namun mengejutkan.
Hampir saja aku tersedak oleh minumanku sendiri, aku langsung menelan minumanku dan mengatur nafasku.

"Hah.. Fuuh.. Yo, Kuroko-kun," balasku masih tersentak.

Suasana menjadi hening. Kami sibuk mengurusi makanan dan minuman masing-masing. Kenapa rasanya canggung sekali?

Lalu, Kagami Taiga tiba-tiba datang dengan membawa nampan penuh burger. Ia melihat diriku dan bertanya,"[Surname], boleh aku duduk di sampingmu?"

"Um, silahkan."

"Makasih," ia langsung duduk dan menaruh nampannya di meja.

Ia membuka bungkus burger dan mulai memakannya. Baru beberapa detik untuk menyadarkan Kagami bahwa di depanku terdapat Kuroko disitu.

Ia langsung tersedak dan mencoba menelan secara perlahan. Ia pun sempat batuk-batuk.

"Kau! Sejak kapan disini, hah?!" teriaknya yang membuat seisi restoran menoleh padanya.

"Dari tadi bahkan sebelum [Surname]-san duduk di sini," balasnya tenang.

"Ack, memangnya kau ini apa? Hantu? Jangan tiba-tiba muncul, bodoh!" Kagami masih benar-benar shock.

Aku paham itu, Kagami-kun. Sangat paham, batinku mengerti apa yang dirasakan Kagami.

Kami pun lanjut sibuk dengan makanan dan minuman masing-masing. Rasanya sangat canggung berada di tengah-tengah mereka. Aku ingin mencoba membicarakan sesuatu, namun aku bingung harus mulai darimana.

"Oh, iya, [Surname]. Minggu lalu saat kami melawan Kaijou, apa maksud ucapan Kise Sialan itu saat berbicara denganmu?" Kagami angkat bicara.

Aku masih sibuk memakan burger ku lalu menelannya.

"Aku bahkan tidak tau dia, entah tau dari mana dia tentang namaku. Lalu bicara tentang ingatan yang bahkan sama dengan ucapan Kuroko-kun saat itu," aku melirik Kuroko,"Apa ini ada hubungannya denganmu, Kuroko-kun?"

Kuroko hanya diam menatapku dengan mata birunya itu. Aku semakin risih saat dilihatnya seperti itu. Ia kembali menatap meja dengan kosong.

"Soal ingatan yang kumaksud saat itu. Mungkin [Surname]-san bakal tidak percaya bahkan bisa saja terkejut," ia berterus terang lalu menatapku lagi," Makanya aku tidak akan memberi taumu sekarang sebelum kau harus bertemu dengan semua bagian Kiseki no Sedai."

Hah? Aku menatap heran dan bingung. Siapa lagi Kiseki no Sedai itu? Kenapa pembicaraannya semakin rumit?

"Oh, [Surname] mengenal semua anggota Kiseki no Sedai itu?" tanya Kagami.

"Tepatnya seperti itu. Tapi, [Surname]-san yang sekarang―tidak, [Surname]-san yang saat itu tidak mengenal mereka semua," jelas Kuroko.

Aku diam terheran dengan apa yang dilontarkan dari mulut Kuroko. Maksudnya? Aku yang saat itu? Saat itu kapan?

Far (Kuroko Tetsuya x Reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang