3

508 66 22
                                        

Happy Reading!!

[Maaf jika ada typo dimana-mana]

.

.

.

.

.

"Nih pakai helm nya." Ucap Hoseok yang memberikan helm pada Taehyung.

"Hmm hyung.. hari ini bisa tidak kita jalan-jalan dulu sebelum pulang?" Tanya Taehyung meminta persetujuan dari kekasihnya ini.

"Kau ingin kita berkencan?" Tanya Hoseok to the point.

"Eh? Hmm bisa dibilang begitu hyung. Bagaimana? Kau mau? Kita kan jarang pergi kencan hyung."

"Tapi kau belum izin dengan orang tuamu kan? Bagaimana—"

"Aku akan meminta izin pada mereka hyung. Kumohon kita jalan-jalan ya?" Ucap Taehyung cepat memotong perkataan Hoseok.

"Haha baiklah baiklah, kita jalan-jalan. Tidak perlu memohon seperti itu Taehyung." Ucap Hoseok mengelus kepala Taehyung.

"Hehe.. kau yang terbaik hyung." Ucap Taehyung mengacungkan kedua jempolnya pada Hoseok.

"Hahaha kau lucu, Tae. Yasudah sekarang naiklah ke motorku. Jangan lupa kau kabari orang tuamu, Tae." Hoseok sekali lagi mengelus kepala Taehyung.

"Siap bos." Ucap Taehyung yang memberi tanda hormat pada Hoseok.

Taehyung menaiki motor Hoseok, ia segera melingkarkan tangannya ke pinggang Hoseok dengan erat dan menyenderkan kepalanya ke pundak Hoseok.

"Ah iya.. kita mau kemana memangnya?" Tanya Hoseok bingung. Ia belum menjalankan motornya.

"Terserah hyung saja mau kemana.. ke pelaminan pun aku mau hyung." Gombal Taehyung pada Hoseok. Ia semakin mengeratkan lingkaran tangannya pada pinggang Hoseok. Tak lupa senyum yang mengembang setelah Taehyung mengucapkan kalimat itu.

"Aigoo.. kekasihku sekarang jago menggombal, ne. Belajar darimana kau? Dari Jimin kah?"

"Aish kenapa jadi membawa-bawa Jimin sih. Aku tidak belajar dari siapa-siapa. Spontan saja itu hyung hehe." Ucap Taehyung yang tidak merubah posisinya.

"Hmm boleh juga gombalanmu, Tae. Aku akan menganggap itu sebagai kode untukku melamarmu nantinya."

"Geer sekali kau, hyung. Siapa juga yang memberimu kode."

"Kau. Barusan. Dan aku tidak geer."

"Aishh sudahlah.. sekarang jalankan saja motornya. Dari tadi kita hanya berbicara di sini, kapan kencannya."

"Ahh iya.. aku lupa."

"Baiklah tuan putri~ pengangan dengan erat oke." Ucap Hoseok yang kemudian menjalankan motornya keluar dari lingkungan sekolah.

.

.

.

Cinta Dua Hati ~Jhs.Kth~Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang