Author pov
"Hiks..aku ingin pergi menyusul eomma dan appaku hiks..karena sekarang aku sudah kehilangan hyungku hiks..jadi untuk apa aku masih disini hiks.." ucap Jimin ditengah isak tangisnya.
"Yak! Apakah kau sudah yakin bahwa hyungmu sudah meninggal?" tanya Suga.
"Hiks..hiks.." Jimin tak menjawabnya.
"Bagaimana kalau hyungmu masih hidup? Dan dia mencarimu sementara kau sudah tiada bagaimana?" tanya Suga lagi.
"Aahhkkk...hiks..hiks..." tangisan Jimin semakin kencang.
Entah kenapa,tiba-tiba Suga langsung memeluk Jimin.
"Sudahlah" ucap Suga menenangkan sambil mengelus punggung Jimin.
"Kajja kita kerumah sakit ne? Kau kan sedang sakit" ajak Suga.
"Hiks..sireo" tolak Jimin.
Seketika Suga pun melepaskan pelukannya.
"Waeyo?" tanya Suga sambil menghapus air mata Jimin.
"Aku benci rumah sakit karena orang tuaku meninggal dirumah sakit" ucap Jimin dengan isakannya yang sudah hilang.
Suga yang mengerti bahwa Jimin trauma pun langsung tersenyum.
"Siapa namamu eoh?" tanya Suga untuk yang kesekian kalinya.
"Min Jimin" jawab Jimin.
"Ahh arraseo" ucap Suga dan langsung berbalik berjongkok didepan Jimin.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Jimin heran.
"Kajja kugendong kau sampai rumah,kau kan sedang sakit" ucap Suga.
"Palliwa" lanjut Suga.
Dengan segera Jimin pun naik keatas gendongan Suga.
'Hupf'
Suga pun mulai berdiri dengan Jimin yang digendong dibelakangnya.
"Ahh ternyata kau berat juga,dasar bantet" ledek Suga.
"Yak! Hyung aku tidak bantet" protes Jimin dan tak sengaja memanggil Suga dengan sebutan hyung.
"Ahh mianhae maksudku sug-"
"Gwenchana,kau boleh memanggilku hyung" potong Suga.
"Gomawo hyung" ucap Jimin dan langsung menopangkan dagunya dipundak Suga serta matanya yang terpejam tidur.
"Aishh dia sudah tidur" ucap Suga dan langsung melenggang pergi.
Saat sedang dipertengahan jalan,Suga baru ingat bahwa dia tak tau dimana rumah Jimin.
"Jimin-ah ireona" ucap Suga sambil mengguncangkan bahunya pelan.
"Eunghh"
Akhirnya Jimin pun bangun.
"Dimana rumahmu?" tanya Suga.
"Ahh rumahku di *****" jawab Jimin.
"Arraseo,lanjutkanlah tidurmu" ucap Suga.
Dengan segera Jimin pun melanjutkan tidurnya kembali.
Setelah 15 menit,akhirnya mereka sampai.
Suga pun langsung membuka gerbang rumah Jimin setelah membuka gerbang,Suga pun langsung berniat membuka pintu tapi dia melihat pintunya akan terbuka dengan jempol yang dimasukkan.
Suga pun langsung mencoba memasukkan jempolnya dan ternyata
'Ceklek'
pintu terbuka,dan itu membuat Suga kaget tapi Suga tak ambil pusing dengan segera Suga membawa Jimin masuk dan dia naik ke lantai 2 untuk mencari kamar Jimin,Suga pun melihat disana ada 2 kamar,dengan segera Suga membuka kamar yang pertama dan dia rasa itu adalah kamarnya Jimin.
Dengan segera Suga menidurkan Jimin diatas ranjang.
"Eunghh"
Jimin pun terbangun.
"Eoh kau sudah bangun?" tanya Suga.
"Ne,tapi bagaimana hyung bisa masuk?" tanya Jimin binggung.
"Aku memasukkan jempolku dan pintunya terbuka" jawab Suga.
'Deg'
Jimin pun langsung terdiam kaget.
"Jimin-ssi waeyo?" tanya Suga yang melihat ekspresi kaget Jimin.
"Pintu itu hanya akan terbuka oleh jempolku dan jempol-" ucap Jimin menggantung.
"Dan jempol siapa?" tanya Suga.
"Jempol Yoongi hyung" ucap Jimin sambil menatap Jimin dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
'Deg'
*ahhh apa lagi ini,jika memang pintunya hanya bisa dibuka oleh jempol Jimin dan hyungnya,kenapa aku bisa membukanya? Apa jangan-jangan aku....ahh mollayo* monolog Suga dalam hati dengan tatapannya yang menatap Jimin.
"Jika aku memang hyungmu aku akan kembali,jadi tunggulah aku" ucap Suga tiba-tiba sambil tersenyum getir.
"Hiks..arraseo" ucap Jimin dengan tangisannya yang pecah.
"Suttt uljima" ucap Suga sambil menghapus air mata Jimin.
"Aku pulang dulu ne? Aku akan mencari tau kebenarannya" pamit Suga.
"Ne hyung" ucap Jimin.
Dengan segera Suga pun langsung pergi dan Jimin melanjutkan tidurnya karena rasa pusing yang menderanya belum hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spring Day [END]
ФанфикшнNyatanya sebuah janji tidak cukup untuk memastikan apakah kita bisa melakukannya.
![Spring Day [END]](https://img.wattpad.com/cover/134830855-64-k377082.jpg)