"Loh El. Kenapa kamu kaya ketakutan gini. Ini juga kenapa belum siap-siap? Disuruh mama kalo udah, sarapan" ucap Xania heran melihat wajah ketakutan milik Niel
"Ngh. Eh. I-iya" jawab Niel gelagapan dan berusaha menetralkan detak jantunganya
Saat detak jantung Niel sudah normal. Ia teringat tentang bekas tangan yang ada dijendela tadi. Niel harus menanyakan pada Xania. Apa Xania bisa melihatnya atau memang Niel yang masih berkhayal
"Ng Xa. Apa kamu melihat ada bekas tangan seseorang dijendela? " tanya Niel sambil menunjuk kejendela dengan jari telunjuknya
Xania berjalan mendekati jendela mencari bekas tangan seseorang yang dimaksud Niel. Sudah lelah mencari. Namun Xania belum menemukan bekas tangan tersebut "mungkin Niel masih dalam mimpi" ucap Xania dalam hati
"Gak ada kok El" ucap Xania sambil berjalan mendekati Niel yang tengah duduk dikasur King milik Niel
"Tap-tap-hi. Itu ada ko" jawab Niel heran. Bagaimana Xania yang dekat tidak melihat. Sedangkan ia sendiri yang dari jauh masih bisa melihatnya
"Tuh kan. Kebanyakan nghayal nih. Udah sana siap-siap. Udah ditungguin mama" ucap Xania sambil mendorong Niel menuju kamar mandi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( Kamar mandi Niel)
Xania memang memanggil mama pada mamanya Niel. Dan papa pada papanya Niel. Itu atas kemauan Niel, mama Niel dan papa Niel sendiri. Semenjak kedua orangtua Xania meninggal empat tahun lalu
Setelah Xania telah keluar dari kamar Niel. Letta segera bersiap-siap untuk sekolah. Setelah selesai bersiap-siap Niel menuju dapur untuk sarapan bersama mamanya. Sementara Xania telah berangkat duluan. Karna hari ini adalah jadwal piket Xania
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menyelesaikan sarapannya. Niel akhirnya berjalan keluar apartment untuk bersekolah dengan jalan kaki. Memang dari apartment Niel menuju ke sekolah cukup dekat. Jadi Niel cukup jalan kaki saja
Setelah kaki mungil Niel telah berjalan keluar apartment. Niel merasa bahwa ada seseorang yang mengikutinya tapi tidak tampak bayangan dari jalanan
Perlahan Niel menoleh kebelakang. Niel terlonjak kaget. Jantungnya hampir copot saat ia melihat siapa yang mengikutinya
Ya. Yang mengikuti Niel adalah sosok kemarin yang ia lihat dari balik jendela. Yang menyebabkan Niel tidak bisa tidur dengan nyenyak
Dia. Sosok itu berdiri didepan Niel. Dengan kakinya yang menapak tidak seperti kemarin yang melayang didepan Niel. Memakai seragam sama seperti Niel. Celana biru, baju putih dilapisi rompi kuning dengan dasi kupu-kupu warna biru. Dan terdapat logo SMA ZZAREGA didada sebelah kanan
Sosok itu sangat berbeda penampilannya dengan kemarin. Sekarang sosok itu terlihat tampan. Bahkan sangat tampan bak dewa yunani. Rambutnya yang berantakan. Wajahnya yang putih dan bibirnya yang merah menggoda. Badannya tak lagi kurus. Sekarang badanya terlihat lebih berisi sehingga menampilkan otot bisep cowok tersebut
"Hai El" sapa cowok tersebut dengan senyum manisnya yang mampu mengalihkan ketakutan Niel sejenak
"Dia bisa menyapaku? Bagaimana bisa?" Bantin Niel heran mengapa hantu bisa menyapa manusia sepertinya
"Tentu. Kau kan istriku. Kenapa harus tidak bisa" Jawab cowok tersebut seolah bisa membaca fikiran Niel. Yang sialnya memang bisa
Jawaban cowok itu membuat Letta terbegong. Satu karna cowo tersebut bisa membaca fikirannya. Kedua karna cowok tersebut menyebutnya ISTRInya
"Istrinya dia bilang? Memang kapan aku menikah dengannya" ucap Niel dalam hati
"Iya. Kamu istriku. Dan aku" ucap cowok tersebut sambil menunjuk dirinya sendiri "suamimu" lanjutnya yang membuat Niel bungkam
"Sudah-sudah jangan banyak melihatku nanti kamu bisa jatuh cinta padaku. Ayuk. Nanti telat" ucap cowok tersebut sambil berjalan mendorong Niel menuju arah sekolah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sampai didepan sekolah cowok tersebut tetap mengikuti Niel sampai menuju kelasnya. Sampai dikelas Niel langsung menemui Xania yang tengah menyapu kelas
"Xa. Kamu lihat tidak orang yang ada dibelakangku" ucap Niel dengan nafas memburu
"Hmmm. Iya. Aku melihatnya" jawab Xania saat melihat seseorang memasuki kelasnya
"Dia siapa Xa?" Tanya Niel dengan memegang pundak cewek tersebut
"Febri? Dia kan tunangan kamu El" jawab Xania sambil menahan ketawa melihat tingkah sahabatnya dan melepaskan pegangan Niel dipundaknya
Niel diam seribu bahasa. Apa lagi ini? Tunangan? Tadi isti. Sekarang tunangan. Sebenarnya ada apa ini? Apa Niel lupa ingatan? Lalu. Siapa Febri itu? Apa Febru itu nama hantu yang sering mengikutunya
Niel memutuskan untuk duduk dibangkunya
₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩
DARI "ARLETTA GEOVANI IMANUEL" MENJADI NIEL GEOVANI IMANUEL = KARNA NAMA TERSEBUT SUDAH BANYAK YANG MEMAKAI TAKUT DIBILANG COPAS HEHE
DARI "YEZKIEL MOSES WALANDAO" MENJADI "FEBRI ANDELIRA MOSES"
DARI "YAZKIAL MOSAS WALANDAO" MENJADI "FEBIAN ANDELIRA MOSAS"
JADI KALO MASIH ADA YANG SALAH NAMA MAAFIN AUTHOR YA!