.... Tapi karena ada sebuah perasaan terpendam di hati Hoseok yang tak pernah ia ungkapkan kepada Yoongi sejak dulu.
"Hob-hyung, jadilah pacarku," Taehyung tiba-tiba mengutarakan perasaannya di depan Hoseok saat semua member berada di sekitar mereka...
Hoseok yang bosan, terus mengganggu Jimin yang tidur-tiduran di sofa.
"Ah, hyung. Hentikan! Aku sedang tidak ingin bermain denganmu."
"Yasudah, jalan-jalan yuk,"
"Tidak mau," Jimin bersikukuh di sofa walaupun Hoseok sudah menduduki perutnya.
Cklek
"Jimin-a, antar aku beli headset baru," Yoongi menginterupsi.
"Siap, Hyung!" ia bergerak tiba-tiba membuat Hoseok terjungkal ke belakang.
"Hey! Jimin! Kenapa kau pilih kasih!" Hoseok tak terima karena Jimin memilih Yoongi daripada dirinya.
"Yoongi hyung kan minta tolong sama aku, masa aku tolak,"
Masuk akal.
"Ah, Hyung aku ikut juga ya. Siapa tau kau butuh pendapatku," Hoseok cemburu. Ia juga ingin Yoongi mengajaknya.
"Tidak bisa. Yoongi hyung hanya mengajakku, iya kan hyung?"
"Aku bosan. Masa ikut saja tidak boleh,"
"Kau pasti ribut hyung!"
"Aku janji tak akan berisik, aku akan tenang, ayolah..."
Yoongi menghela nafas melihat tingkah kekanakan Hoseok.
"Ayo Jim," Yoongi meraih tangan Jimin sementara Jimin menjulurkan lidah ke Hoseok seolah berkata, "Kau kalah, hyung,".
....
Setelah pintu tertutup, Hoseok memegang dadanya. Yoongi menggenggam tangan Jimin di depannya. Ia cemburu, tapi dia tak punya hak apapun pada Yoongi.
Sakit. Lagi-lagi Yoongi mengabaikannya. Padahal ia sudah berusaha terbiasa. Tapi setiap perlakuan Yoongi, tak bisa diterima hatinya. Hatinya sudah tak bisa menahan rasa sakit yang dialaminya sekian lama.
Ia sudah terlalu bersabar dengan sikap dingin Yoongi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
....
Hoseok merebahkan diri di sofa menghadap sandaran sofa. Hatinya lelah sebenarnya, berjuang sendiri berpura-pura semua seolah baik-baik saja.
Sampai ada seseorang datang menyelimutinya dan ikut merebahkan diri di sampingnya sambil memeluknya.
Hoseok membiarkannya. Ia merasa nyaman. Sampai tertidur karena rasa kantuknya datang begitu saja.