part 2

135 6 0
                                    

"Loh... Kamu kok ngomong gitu sih mal.... " kata Nandhita heran

"Itu kenyataannya kak aku seorang psikopat, aku gak normal.. " ucap ikmal santai dengan mata tertutup.

Dengan terkejut, Nandhita menghentikan mobil dengan mendadak...

"Ngak kok, kamu normal, kakak jamin atas nama seluruh pskiater, kakak jamin itu, " ucap nandhita meyakinkan dengan nada yang agak tinggi.

Ikmal membuka matanya pelan dan menatap ke arah atas.

"Mal kenapa kamu ngomong gitu! " ucap Nandhita dengan wajah yang sedih.

Ikmal menatap wajah Nandhita dengan datar, "lalu, menurut kakak aku ini apa? " tanya ikmal

"Kamu adik kakak, kamu adalah hal yang paling penting dalam hidup kakak, hiks... Kamu adalah penyemangat hidup kakak.... Hiks... " ucap Nandhita sambil menangis.

Dengan tersenyum ikmal berbicara, "Hhh... Kakak tahu... Aku sangat menyayangimu, aku bahkan ingin mati jika kakak tak berada dalam hidupku, tapi kakak selalu bohong padaku,... "

Terjadi keheningan ....

"Kakak selalu bohong padaku, kakak selalu menyembunyikan apa yang terjadi padaku, ..." sambung ikmal sembari menatap wajah Nandhita.

Terjadi keheningan....

"Padahal aku tahu..... Aku tahu.... Aku ini psikopatkan?" tanya ikmal dengan tatapan yang berkaca.

"Kamu tahu dari mana? Kamu jangan sok tahu.... Kamu ini cuman anak kecil, kakak lebih tahu apa yang terjadi pada kamu, " ucap Nandhita dan langsung dipotong oleh ikmal, "tapi, kakak gak tahu kan apa yang terjadi pada anak itu, bahkan kakak mendiagnosa bahwa dia normal, ngak kak, dia itu gak normal dia butuh penyembuhan, aku gak nyangka kakak setega itu padanya,bukan salahnya kak dia miliki kelainan, bahkan mungkin dia ingin sembuh dari gangguannya."

"Kamu tahu dari mana? Sampe kamu seyakin itu? " tanya nandhita sambil memegang bahu ikmal.

"Aku selalu tahu sejak pertama kali aku melihat wajah seseorang, saat itu aku bercermin, makannya itu aku berfikir kalo aku ini psikopat.... Bahkan aku tahu semua gangguan psikologis pada manusia hanya dengan membaca buku kakak... " ucap ikmal dengan nada yang agak tinggi.

"Tapi, kenapa kamu seyakin ini? " tanya Nandhita dengan nada tinggi juga.

"Kakak ingat, penyebab kenapa aku jadi seperti ini? " ucap ikmal lirih

Flash back

Saat itu ikmal berumur sekitar 5 tahunan, dia berdiri di depan cermin,

"Ibu, apa aku ganteng pake baju ini? " ucap ikmal yang memakai seragam TKnya.

"Iyalah.... Anak ibu pasti ganteng mau pake baju apapun juga.... " kata ibu ikmal sembari menempatkan wajahnya di samping wajah anaknya yang berada di depan cermin.

Hari itu adalah hari pertama dimana ibu ikmal mengantar anaknya ke Tk. Ikmal memegang tangan ibunya yang sedang memegang kunci rumah, dengan gembira dia berlari menyeret tangan ibunya.

"Ibu ayo... Aku ingin segera belajar... " kata ikmal gembira dengan menarik tangan ibunya.

"Hhh.... Iya sebentar... Hati-hati nak... Nanti jatuh... " kata ibu ikmal khawatir.

"Kau juga belum di sepatu... Ayo sini pake sepatu dulu.... Nanti kaki mu terluka... " teriak ibu ikmal dengan khawatir.

Ikmal terus berlarian dengan gembira,

"Ikmal.... " teriak ibunya, sambil berjalan mendekatinya

Ibu ikmal meletakkan sepatu dihadapan ikmal,

Tolong Sembuhkan Aku (Save Me, Please!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang