Ke-tiga

81 10 8
                                        

"Ya Allah senyumnya manis banget kaya gula" batinku bergumam, sambil melemparkan senyuman dari balik kaca mobil sebagai balasan senyumannya.

Kemudian aku langsung memalingkan wajahku dengan menghadap lurus ke depan, karena tak kuat untuk melihat senyumnya lagi. Kalo aja kalian tau gimana manis senyumannya yang di paduin sama wajah gantengnya itu aduhh pasti kalian juga lambain tangan deh hahaha😂

Pas aku udah sampe di depan Rumahku, aku langsung masuk ke dalam.

"Assalamu'alaikum" ucapku sambil membuka pintu, namun tak ada jawaban sama sekali.

Tak lama setelah itu Bi Ijah datang menghampiriku.

"Wa'alaikumsalam non Ica" jawab pembantu di Rumahku.

Ya, Bi Ijah adalah pembantu di Rumahku, dia bekerja di Rumahku udah dari umurku 5 tahun. Bukan Rumahku sih hehe Rumah Papah dan Mamahku lebih tepatnya, ya tapikan aku anaknya. Oh ya, kebetulan orang-orang Rumah suka memanggilku dengan sebutan Ica dan kalo Bi Ijah memanggilku non Ica.

"Kok sepi bi, mamah lagi keluar?" Tanyaku

"Iya non, katanya mau ke acara arisan gitu" jawabnya

"Oh gitu, yaudah aku ke atas dulu ya bi" tuturku sambil tersenyum

Bi Ijah hanya menjawab dengan senyuman

Oh iya, kalo jam segini papahku masih ada dikantor terus pulangnya juga ga tentu sih gimana keadaan sibuk atau engganya hehe. Dan kebetulan aku juga punya Kakak Cowo. Aku sama kakak umurnya engga beda jauh, aku sama kakak aku cuma beda satu taun. Ya, dia sekarang duduk di kelas 11 dan kita se-SMA hehe, sebenernya sih se-SMA sama kakakku itu ada enak gaenaknya, karena kenapa? Ya, kalian ngertilah kalo ga enaknya itu pasti ada perasaan kaya ada yang mantau gitu loh, tapi enaknya serasa ada yang nge jagain hehe.

Pas aku udah sampe kamar, aku langsung membanting tubuhku ke atas kasur kesayanganku dan memejamkan mata sebentar. Tiba-tiba saja terlintas wajah seseorang yang rasanya aku pernah liat, langsung aku terperanjat hingga membuat ku duduk dengan kaki yang menyila.

"Kok kaya kenal yah" ucapku sambil mengingat-ngingat

"Oh iya, dia si pemilik gula" ucapku spontan sambil diakhiri dengan mulut terbuka lebar saat teringat hal yang terjadi saat diperjalanan mau ke Rumah.

"Eh,senyumnya kaya gula bukan pemilik gula hehehe" ucapku lagi sambil menoyor kepalaku sendiri

"Tapi aku panggil pemilik gula aja deh, kan agak lucu lucu gimana gitu" lanjutku sambil menyipitkan mata, mengerutkan bibir dan memainkan tanganku saat mengatakan agak lucu lucu gimana gitu.

"Kok bisa tiba-tiba kebayangin gitu ya" ucapku heran

"Jangan bilang mulai tertarik nih ah, kan aku ga kenal masa iya sih" lanjutku

"Ahh yaudah lah pusing mikirinnya mending aku tidur aja, lumayan kan sambil nunggu waktu dzuhur" ucapku untuk mengakhiri percakapan sendiri ini.

Setelah itu, aku pun mengembalikan posisiku dari yang asalnya duduk menjadi tidur.

"OMG!!!!! DUA LIPAAAAAAA" teriakku

"So I cut you off
I don't need your love
'Cause I already cried enough
I've been done
I've been movin' on since we said goodbye
I cut you off
I don't need your love, so you can try all you want
Your time is up, I'll tell you why"teriakku mengikuti dua lipa bernyanyi

"Eh eh eh ko ada suara kreket kreket ya?" Gumamku sambil terdiam untuk memastikan berasal dari mana suara itu

"EH ITUU LAMPUNYA LAMPUNYAA HEII ITU LAMPUNYAA, AWASSSSSSSSSSS" aku berlalri menuju panggung tanpa memperdulikan orang lain

*Bruk*

Aku pun tersadar ternyata itu mimpi dan suara kreket kreket itu ternyata suara ketukan yang berasal dari pintu kamarku. Aku pun membuka mata dengan malas sambil mengeliatkan tubuhku.

"Non.. non ica, bibi buka ya pintunya non"

Ga salah lagi orang yang dibalik pintu yang menimbulkan bunyi ketukan itu pasti Bi Ijah.

"Iya bi, buka aja" jawabku masih dengan nada serak khas orang bangun tidur*you know lah ya hahaha*

"Ada apa bi?" Lanjutku bertanya

"Itu non makanan siangnya, pasti non belum makan siang kan?" Jawab Bi Ijah

"Iya belum bi, sekarang jam berapa bi?" Tanyaku

"Sekarang udah jam 2 non" jawab Bi Ijah

"HAH? JAM 2? Serius bi?" Jawabku dengan suara meninggi sambil membelalakkan mata dan spontan melihat jam

"Iya non, emang kenapa non?" Tanya Bi Ijah

"AKU BELUM SHOLAT DZUHUR BIIIIIII, aduhh astagfirulloh maafkan Aisyah ya Allah" jawabku dengan suara kembali meninggi dan langsung lari terbirit menuju kamar mandi untuk wudhu

"Aduhh non, bikin kaget bibi aja" gumam Bi Ijah










Haii gimana nih cerita part yang sekarang? btw emg part awal-awal ini belum terlalu boom sih ya, but tunggu aja kelanjutannya Tolong komen ya, kalian juga bisa ngasih saran ko😊
Kalo udah baca jangan lupa kasih vomentnya ya😆
I hope u enjoy with my story🙏

Salam manis,
Dariku yang manis💋

LupakanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang