CHAPTER 3

135 32 16
                                    

"Kau tak menyangka kan? Bahkan aku tak percaya pada diriku," gumamnya sambil tertawa kecil memandangi langit.

***

Berbeda dengan orang kebanyakan, di akhir pekan, Andy memilih menghabiskan waktu di kantornya. Ia mengambil sebuah berkas di laci mejanya, lalu berjalan ke jendela dan menatap padatnya lalu lintas dari gedung lantai 40.

"Tak ada yg perlu diragukan lagi dari nilai kelulusannya." ucapnya, sambil memegangi berkas lamaran kerja dengan tangan kirinya.

kemudian ia duduk di kursi kerja nya dan mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang

kemudian ia duduk di kursi kerja nya dan mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Heh, aku sudah dapat karyawan baru untuk divisi pemasaran. Tapi, sepertinya dia lupa melampirkan fotonya." ucapnya sambil melihat lagi lamaran kerja itu

"HUAAHHHHH................ Haaa??? Apa yg kau bicarakan?" Tanya Erick sambil menguap.

"Dimana kau?" Tanya Andy kesal lantaran Erick tidak mendengarkannya.

"Kenapa kau mencariku? Kau pikir aku ingin menghabiskan malam denganmu di café itu? sudah jelas aku pergi saat kau tertidur disana. Lgipula, aku sudah menitipkanmu pada pemilik café itu. Jangan ganggu aku! Sudah cukup kau merepotkanku semalam. Sekarang aku masih bersama baby ku!!" Jawab Erick

"Kau belum beranjak darinya sejak tadi? Sekarang sudah jam 10. Apa kau masih belum puas tidur dengannya tadi malam?"

"Ekhmmm, grggg, Ekhmmm. Emmm.. sebntar. okay. Yang terhormat Raden Mas Narendra Aakesh Jequan Xavierre Masandy, apa kau cemburu pada baby??? Apa kau iri karna ku tak bersamamu tadi malam????" tanya Erick menggoda.

"Aku cemburu dengan guling penguk itu??apa aku sudah gila???." ucap Andy kesal

"Lebih baik sekarang kau ke kantorku. Ada yang ingin kubicarakan" ucap Andy sambil meletakkan surat lamaran kerja itu diatas mejanya.

Sambil memainkan guling layaknya kekasihnya, ia tertawa kecil mendengar perkataan Andy. lagi-lagi, ia mencoba menggoda sahabatnya.

"Apa kau sedang mengalihkan pembicaraan karna tercyduk sedang cemburu pada baby ku? hahaha.. hellooo mas andy, sekarang aku sedang memegang pipinya. bahkan, sekarang aku sudah siap menciumnya..." ucap Erick menggoda, sambil memainkan gulingnya.

"Heshhh. sialan.." ucap Andy menggerutu sambil mematikan ponsel dan meletakkannya kembali ke saku celananya.

"Ahhh,, aku butuh udara segar..." ucapnya sambil berjalan keluar ruangannya menuju atap perusahaan.

***

Dengan kantung mata yang masih nampak di wajahnya, Anna bersiap siap pergi ke pasar membeli sayuran, buah buahan, dan rempah rempah untuk keperluan sehari harinya.

Setelah pulang dari pasar, Anna menyiapkan sarapan lalu membersihkan rumahnya. Ia melakukannya agar saat ibunya terbangun, ibunya tidak perlu repot memasak dan bekerja keras membersihkan rumah. Anna tak tega setiap kali melihat ibunya harus bekerja keras setiap harinya sebgai buruh kasar di sebuah pabrik.

Last Hope : BE MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang