Four

37 0 0
                                    

Kok gue kepikiran cewek itu tadi ya..,siapa sih namanya?oh ya,gue inget clara namanya,gadis cantik berambut coklat,bola mata nya hitam,hidung mancung,dan__ pipi cabi nya,hahaha..Iya.Pipi cabinya yang buat gue gemes___
Loh,gue kok jadi mikirin dia truss sih..
Kemudian alfaz bangkit dari rebahan nya yang dari tadi pikiran nya di isi oleh bayang bayang Clara.

Handphone alfaz berdering,ia melihat notifikasi di group whatsapp nya.

Whatsapp group
_cool boys_

Aldo:Besok minggu kan?
Jio:iya do,emang kenapa kalo minggu?
Aldo:Berarti malam ini malem minggu dong,.jalan kuy?nobar gitu.setuju gak lo?
Jio:Gue mah ikut ikut aja,bokap nyokap gue pasti ngizinin.Nah sekarang masalahnya alfaz?mana sih nih anak?kok gak muncul muncul ya?
Alfaz:apa?nobar?ah!hari gini masa iya nobar bareng temen trus.kapan nobar sama pacarnya.?!
Aldo:Otak lo pacar mulu sih,asal lo tau ya faz,lebih bahagia bareng temen dari pada sama pacar.ya gak ji?
Jio:yoi,pastinya bro.
Alfaz:serah lo deh!gue gak ikut.
Aldo:ah payah lo faz!
Jio:payah lo!

Alfaz hanya membiarkan handphone nya berdentingan dengan suara notifikasi yang masuk ke handphone nya.

🌅🌅🌅

Handphone clara berdering,ini tentu saja mengganggu istirahat nya.Ya,kebiasaan clara di saat malam minggu,ia lebih memilih menghabiskan waktunya bersama bantal guling kesayangan nya dari pada menghabiskan waktu di luar sana.

"Siapa sih,ganggu gue tidur aja"kesal clara sambil mengangkat handphone yang berada tak jauh dari nya.

"Hallo?"ucap clara saat mengangkat nomor tak bertuan itu.Alias nomor asing.

"Haloo,ini clara?"tanya seseorang di sana melalui telfon itu.
"Iya,saya sendiri.ini siapa ya?"tanya clara dengan suara serak nya karena baru bangun tidur.
"I..ini...e...,gue alfaz."sura terbata bata yang menjawab pertanyaan  clara yang ternyata ia adalah alfaz temen satu sekolah nya
"Oo,elo faz.Ada apa ya?"clara paham seketika bahwa itu adalah suara alfaz.

"Lo mau gak jalan sama gue malam ini?"tanya alfaz spontan.

Ha?jalan sama alfaz?yang bener aja?gerutu clara.

"Halo...?halo..?"alfaz yang tak mendapat jawaban apa apa,dan memastikan telepon nya belum terputus.

"Oh...,iya iya."clara yang sadar dari lamunan nya.
"Lo gapapa kan?"khawatir alfaz
"Eh iya iya,gue ok kok."jawab clara yang senyum senyum sendiri.
"Jadi gimana?mau gak?"tanya alfaz kembali yang belum menjawab apa apa.
"Ok,gue mau.Tapi gak lama kan?"tanya clara yang takut kemaleman.
"Gak kok,santai aja.Oya,kirim alamat lo ya,dan lo siap siap gih!"

Clara mengirim alamat nya dan sibuk memilih baju yang akan di pakai nya.setelah selesai berpakaian dan dandan,clara yang menunggu alfaz datang duduk di depan kaca rias nya.

Kok gue baper ya?padahal,gue orang nya ga baperan loh.Truss,gue kok ngerasa canggung gini ya?Ah,ada ada aja sih.

Bruakk...
Suara pintu kamar yang di buka dengan kasar.clara pun mendadak kaget dan berdiri,ia melihat kakak nya yang berdiri di ambang pintu.

"Kak,lo ngagetin aja sih"sebel clara yang memajukan bibir nya.

Stevy tersenyum melihat adik perempuannya yang sangat cantik.

"Kak,ga usah di liatin gitu juga kali.Gue tau kok gue cantik.Tapi ga usah segitunya."ledek clara dengan tertawa kecil.

Stevy yang mendengar perkataan clara langsung berubah jadi wajah jutek nya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 26, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perfect sunriseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang