(3) Apologize

57 11 2
                                    

Kelopak mataku ku buka perlahan. Kepalaku terasa pusing. Tanganku dengan reflek menutup mulutku yang menguap. Badanku menggeliat sebentar untuk melanjutkan tidurku. Tapi ada sesuatu yang mengganjalku. Sejak kapan aku tidur di sofa? dan selimut ini...

Astaga!

Mataku mencari Daniel. Aku ingat sekarang aku berada di rumah Chanyeol. Aku ingat kemarin kami mengahabiskan waktu untuk minum. Mataku bisa menangkap botol-botol soju yang sudah kosong tergeletak di atas meja dan kotak sisa makanan kemarin. Badanku langsung tegak.

"Kau sudah bangun?" aku melotot. Suara Chanyeol membuat ekor mataku reflek mencari wujudnya.

"Ch..." Aku memalingkan wajahku. Aku tidak ingin dia tau betapa jeleknya aku saat aku bangun tidur. Rambutku akan terlihat seperti singa. Wajahku terlihat lebih berminyak. Aku yakin dia pasti menatapku dengan raut wajah aneh sekarang.

"Dimana Daniel?" tanyaku tanpa melihatnya.

"Dia sudah pulang lebih dulu di pagi buta."

Aisshh... pria itu! Aku berjanji aku akan meninju wajahnya karena sudah meninggalkanku.

"Dimana kamar mandi?"

"Di dekat dapur."

Dengan malu, aku menyingkap selimut. Lalu aku melangkah pergi masih dengan memalingkan wajah. Apa Chanyeol masih berdiri di sana? Astaga betapa memalukannya diriku ini. Ini semua berkat Daniel yang sudah meninggalkanku. Oh, aku harap sekarang Chanyeol tidak memandangku dengan jijik. Aku memang tidak pantas di bilang seperti gadis, melihatku yang asal-asalan begini hidupnya. Aku bukan gadis rapi seperti Sara.

Aku berdiri di depan wastafel. Wajahku terlihat pucat. Bibirku juga kering. Perutku terasa terguncang-guncang akibat alkohol. Mataku membentuk lingkaran hitam. Aku terlihat seperti zombie ke banding manusia. Tapi tetap saja, aku senang minum banyak alkohol. Aku tidak menyesal.

"Chan, kau tahu tidak? Jantungku berdetak cepat sekali kalau aku melihatmu. Ini pertama kalinya, aku menyukai pria."

"Kau! kenapa kau tampan sekali? Aku jadi tambah suka. Apalagi saat kau memberikan jaketmu padaku waktu di bus. Kau terlihat dua kali lebih tampannn.... sekali. Tapi kau tak menyukaiku kan? karena aku tidak cantik?"

"Hyemi-ssi, tampaknya kau mabuk. Kau tidur saja di kamarku malam ini."

"Chaaannn... Jawab aku duluuu... cium aku kalau kau memang menyukaiku."

"Hyemi, jangan gila, k..kaau!? Hei, jangan dorong tubuhku! Aku... mmpphh.."

Astaga, apa yang sudah ku lakukan?!

Aku menciumnya...

"Hyemi, kenapa lama sekali? kau tidak sekolah?"

Aku terkejut, jantungku hampir ingin melompat keluar. Aku harap Chanyeol tidak datang kemari dan mengetuk pintu kamar mandi. Saat ini aku butuh menetralkan pikiranku. Kalau dia sampai datang, bisa-bisa aku malah mengingat ciuman itu lagi.

Lupakan Hyemi! Lupakan! Lupakan!

Sekarang yang harus kau lakukan adalah menelpon Sehun. Tidak, jangan Sehun. Dia pasti akan mengomeliku habis-habisan karena mencium bau alkohol dari mulutku. Ah, Rara. Pasti gadis berandal itu belum datang ke sekolah sekarang. Aku akan minta tolong kepadanya untuk pergi ke rumahku dan mengambil seragamku.

Ini pukul 6, masih ada waktu.

🥀🥀🥀

"Kau mengkhianatiku."

Stay With MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang