"Minchi,kalau kita ditanyai oleh guru. Bagaimana?"
Tanyaku sambil Melihat kearah Monitor Rey yang sedang menampilkan wajah Minchi.
Minchi sedang terdiam,ia melamun. Entah tentang apa
Namun yang pasti pikirannya sekarang sedang melayang entah kemana.
Ia sedang menopang dagunya dengan telapak tangann kirinya.
"Minchi!"
Suara sentakanku membangunkan Minchi dari lamunannya yang membingungkan.
Aku sangat khawatir padanya,hanya ia dan ayahku yang tinggal aku miliki.
Ibuku sudah meninggalkanku 15 Tahun yang lalu sebab kecelakaan besar di Lab tempat ayah dan Ibuku bekerja,Terjadi ledakan besar dan kebakaran disana.
Ayahku,Paman Limo,Minchi dan aku Selamat dari kebakaran itu hanya dengan beberapa Luka ringan.
Kecuali Ibu dan Istri paman Limo.
Ibuku meninggal sebab membantu istri paman Limo yang tertimpa reruntuhan puing puing gedung itu.
Sampai ibuku kehabisan oksigen,dehidrasi tinggi dan beliau meninggal serta Istri paman Limo yang tak terselamatkan.
Ya. Ayah,ibu,Paman Limo dan istrinya adalah partner kerja mereka semua adalah Ilmuan hebat yang tak akan pernah aku Lupakan.
"Y-ya Diana.."
Ucap Minchi sambil mengedipkan matanya beberapa kali,memastikan lamunannya yang lekat itu segera sirna dari pikirannya.
"Kenapa kakak melamun?ada masalah?"
Tanyaku sambil menunjukan raut muka khawatirku pada kakakku yang sekarang sedang melihat kearahku.
"Oh tidak apa apa Diana,hanya saja.."
Ucapannya terpotong dan ia kembali terjatuh dalam lamunannya yang entah tentang apa.
"Hanya saja apa kak?bicaralah yang benar."
Ucapku sambil memutar pandangan bola mataku dan bersila tangan.
Aku benar benar sudah jengkel dengan kelakuan kakakku ini.
"Itu,perempuan yang tadi itu.."
"Apa?kenapa dengan dia?"
"Dia adalah penyebab ledakan di lab tempat ayah bekerja."
"..."
"APA?!"
Teriakan ku membuat Rey dan Rex yang sedang tenang-tenang melaju melompat terkejut karena sangat besarnya suara teriakanku itu.
"Wanita Jala*g!ke*arat!!! Akan kuberi pelajaran jika dia menganggu kita lagi!!"
Ucapku menghujat wanita itu.
Mataku terasa panas dan gigiku bergemelutuk.
Aku rasakan dendam yang sungguh besar mengalir dalam urat dan darahku saat itu juga.
"Diana!tenanglah dulu!"
Ucap Minchi berniat menenangkanku,dengan raut wajah khawatir dan sweatdrop.
"Bagaimana aku bisa tenang mendengar itu?hah?! Dan darimana kau tau kalau dia pelakunya?"
Tanyaku sambil masih dipenuhi amarah yang meledak ledak di nadiku.
"Tapi tolong tenang dulu Diana.."
Ucap kakakku sambil menatapku dengan tatapan yang serius.
Aku mencoba menenangkan diriku,aku menarik nafas dalam dalam dan menghelanya.
"Baiklah,kenapa kau bisa tau soal dia kak?"
Tanyaku sekali lagi pada Minchi namun dengan perasaan yang lebih tenang daripada yang baru saja.
"Jadi saat itu ayah bercerita padaku jika polisi sudah berhasil menyelidiki kejadian yang telah menimpa kita. Dan wanita itu terlihat terakhir kali dalam rekaman CCTV dari gedung sebelah. Ia tertangkap basah menggunakan bom rakitan yang berdaya ledakan besar." Jawab Minchi sambil melihat lihat kearah jendela.
"Tapi kenapa kak?kenapa dia melakukan itu?"
Tanyaku dengan mata yang berkaca kaca sekarang melihat kearah monitor.
Minchi agak ragu untuk menjawab pertanyaanku kali ini
Dia terdiam dan menunduk tanpa menggubris pertanyaanku.
"Minchi,aku serius."
Ucapku sambil masih memperhatikan Minchi dimonitor.
"Dia iri pada orangtua kita,sebab tak diajak dalam pembuatan Mechabot." Ucap Minchi sambil bertopang dagu.
"Itulah mengapa dia ingin mengambil Mechabot dari kita agar dapat mengcopy cetak birunya." Lanjut Minchi sambil mengelus kaca Mecha Rex.
"Tapi itu tidaklah masuk akal,mengambil nyawa seseorang hanya karena hal sekecil itu?". Ucapku lirih sambil bersender dikaca.
Aku masih bingung,dan aku baru tau kalau ada orang yang seperti itu. Begitu teganya ia memisahkan kami dengan ibu kami.
"Itu karena kehebatan dan kecerdasan ayah dan paman Klein lebih hebat dari pada dia dan bisa menggeser peringkat dan jabatan dia di kantor Lab RAM Inc (Robot Auto Maincore Inc.) Jadi ketenaran nya hanya sesaat dan dengan mudah ia dilupakan dari tobot ciptaannya yang tidak terlalu sempurna." Ucap Minchi menjelaskan sedetailnya.
"Robot yang tadi itu,miliknya?"
"Ya."
"Kukira setelah ditahan,semua harta benda miliknya akan ditahan juga."
"Tidak,dia tak semudah itu ditangkap sebab dia sangat
Licik."
"Oh.."
Setelah sekian lama kita diperjalanan,kita sampai didepan rumah.
Mecha Ray dan Mecha Rex langsung parkir kedalam garasi setelah kami keluar dari dalam mereka.
"Dia tidak mungkin berhenti semudah itu."
Ucap Minchi sambil duduk disofa dan menyalakan Televisi.
"Ya aku tau,maka dari itu kita harus lebih siap dan berhati hati." Ucapku sambil berjalan kearah kamar.
"Oh iya kak,jangan lupa bilang kak Nathan dan Leon untuk bicara pada wali kelas kita kalau kita ijin pulang."
"Ya baiklah."
Sampainya dikamar,aku langsung mengganti bajuku dan berbaring dikasur.
Aku mengingat saat kejadian itu terjadi..
Flashback:
"Minchi!Diana!! Ikutlah dengan petugas itu! Ibu akan tak apa apa!!"
"Tapi bu.."
"Ayo nak,kita turun!!"
"Ibuu Ayah!!!"
"Lissana!!"
"IBUUU!!""
Flashback off.
"DIANA!!"
Suara teriakan kakakku membangunkan ku dari lamunan sesaat ku.
Aku langsung berlari kebawah dan aku cari Minchi keseluruh penjuru Rumah tapi tak aku dapati ia ada dimanapun.
"Kakak!?"
Sampai aku keluar dan aku mendapati Minchi dan Rex yang sudah siap dalam Mode robotnya.
"..."
"Tidak,kau lagi!!"
"Kita bertemu lagi,Parasit."
-To be Continued-
KAMU SEDANG MEMBACA
Mecha Bot.
Teen Fiction-SuperSlowUpdate- Minchi,Leon dan Diana adalah sahabat. Minchi dan Diana adalah saudara,anak dari Dr.Erik Utau seorang jenius yang kesehariannya berada di lab Dan garasi,ditemani Oleh Profesor Kwon, Prof.Klein Kwon adalah teman sekaligus partner dar...
