Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
selesai dengan argument jaemin yang meminta protes dan penjelasan itu, mereka semua serentak terdiam sambil melirik-lirik sanha yang tampak sangat terpukul.
heejin pun langsung mengambil situasi, "gimana kalau kita bilang sama kak jaehyun? siapa tau dia bisa bantu kita," katanya menarik tangan hina.
namun jooyeon lebih cepat mencegahnya, "percuma. dia gak bakal dengerin kata anak sma." tandasnya.
"loh? kenapa engga? haechan, lo bisa ngeyakinin kak jaehyun 'kan?" tanya hina pada haechan.
haechan yang semula menunduk itu pun mengangkat wajahnya, dan hina bisa mengetahui sangat jelas bahwa haechan pun sama bingungnya dengan mereka.
pertama, kasus ini tidak ada benarnya. kedua, kasus ini berhubungan dengan temannya, sanha.
jinyoung menepuk bahu kiri sanha pelan, menyadarkan cowok itu. "san, gimana?" tanyanya.
sanha menghela napas lalu memandang teman-temannya satu persatu. teman-temannya yang mengharap jawaban padanya.
sanha pun berpaling pada haechan yang juga menatapnya, "temen 3d lo, kita semua bisa ketemu dia gak?"
terdengar jeritan yang memekakan telinga. "whattt?! hell no!"
walau berkali-kali mark—temen 3d haechan itu menolak, namun haechan dan teman-temannya tidak peduli.
kata sanha, mark pasti bisa membantunya. walau berbekal cara dari film-film yang sering sanha tonton, sanha yakin bisa menemukan alasan yang sebenarnya walau hanya melihat dari cctv—itu juga yang ia dengar dari haechan saat di mobil tadi.
hanya saja, haechan menunggu persetujuannya. agar bisa membawa mereka semua ke rumah mark yang memang agak jauh dari sekolah mereka.
"oke, haechan, terserah lo mau bawa se-rt juga. tapi inget, pagar gue punya aliran listrik. hahaha." ancam mark, yang sedaritadi menolak mentah-mentah kedatangan mereka.
haechan berlagak sombong dan menatap jam berwarna hitam yang tidak menampakkan apapun. "ya, terserah lo sih mau nyalahin siapa. lo sendiri yang ngasih gue kunci pintu gudang yang pintunya nembus kamar lo."
mendengar penuturan haechan, cewek-cewek yang ada di mobil itu—bomin, seoyeon, dan siyeon mengernyit heran.
"ohh shitt!" teriak mark dari dalam sana—kental sekali dengan nada bicara kanadanya.
"woy! siapapun lo, mau jelek apa ganteng gak usah dipikirin. gue gak bakal suka juga," tandas hina—yang duduk di depan berdampingan dengan jaemin yang menyetir—menggunakan mobil jooyeon.
"loh-loh mabok ya anda?!"
"lo tuh yang ribet kayak cewek!"
dan terjadilah perseturuan yang entah bagaimana bisa terjadi saat ini.
di sisi lain—mobil seungmin, renjun pun memutar radio yang mendengarkan sebuah lagu.
"woy! ganti kek, gak enak lagunya," protes heejin yang duduk di bangku penumpang. dengan tangannya yang pendek itu ia berusaha keras mengganti-gantinya.