"Jadi lo masih sama dia setelah lo udah tunangan sama Alexa? Wah gila lo " ucap Kane sahabat Varo yang sudah dari kecil berteman
"Gak boleh gitu Var. Dia juga punya perasaan kali, jangan lo mainin" sambung Chen cowo yang paling baik dan mengerti tentang perempuan terutama ibunya yang paling ia sayangin
Varo mengacak rambutnya frustasi "Tapi gue juga sayang sama Queen. Gue gak bisa tinggalin dia "
"Yaudah tinggalin Alexa demi Queen" usul Kane,cowo paling romantis dan termasuk playboy. Mengerti perasaan setiap wanita yang termasuk ia sayangin doang terutama bunda nya yang sudah meninggal karena menyelamatin dia saat kecelakaan kemarin malam. Dari situ ia berubah menjadi cowo playboy tetapi tidak menyakiti setiap wanita yang ia sayangin doang.
Varo langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "Itu lagi! Gue udah tunangan dan gue sayang sama dia artinya gue gak bisa tinggalin dia juga"
Chen berdecak menatap sahabatnya ini "Lo gak bisa gitu Var. Mending lo bilang yang sebenarnya sama Queen daripada nanti dia tau sendiri dan itu makin buat dia benci sama lo"
"Iya Var gue setuju sama Chen. Karna gue pernah ngeduain cewe yang gue sayang dan pas dia tau gue duain dia. Dia ninggalin gue gak tau kemana sampe sekarang. Gue gak mau aja nasib lo sama kayak gue" Jelas Kane menatap Varo serius
Varo menatap Kane dan Chen lekat. Ia bingung siapa yang bakal ia tinggalin "Tapi gue udah pernah main sama mereka"
"Anjir. Sebejadnya gue lebih bejad lo yah" kaget Kane menatap Varo tidak mengerti
"Namanya juga mereka bangkitin milik gue. Siapa yang gak mau coba!? " decak Varo.
"Iya juga sih. Lagian gue udah pernah ngerasain kok sama dia yang dulu " lirih Kane
Chen menatap kedua sahabtnya kesal sambil memutarkan kedua bola matanya malas "Gue lempar juga lo. Sama sama bejad diem aja! "
"Iya iya chenderella" serentak Varo dan Kane bersamaan. Pantas bukan Chen disebut jadi Chenderella karena kebaikan yang ia miliki.
"Yauda lah. Lupain aja dulu masalah gue, kita have fun aja. "
"Minum aja yah! Gue gak mau mainin wanita kek lo pada" tegas Chen
"Yaaa gak seru lo! Masa kita aja yang main sedangakn lo ngga? " kesal Kane
"Gue pulang nih"
Kane langsung mencegat Chen yang mau menaikin mobil nya "Eh iyaiya jangan. Ngambek lo kek cewe! "
"Lo minum kita main. Oke? " tawar Varo
"DEAL! "
***
"Iya sayang Kenapa? "
"Aku dirumah sendiri nih. Mama sama papa pergi keluar negeri sebulan, kamu temenin aku yah? "
"Nanti yah aku datang bentar lagi"
"Kamu dimana sih? Kok bising banget? "
"Jalan sayang. Yaudah aku matiin yah. Bentar lagi aku kesana. Love you"
Varo langsung memutuskan panggilan nya lalu masuk kembali kedalam dengan nyawa setengah sadar
Setelah berpamitan pada Kane dan Chen yang masih senang dalam dunia mereka, Varo langsung menancap gas mobilnya takut Queen menunggunya sangat lama
"Queen" teriak Varo saat sudah sampai dibalkon kamar Queen yang diam diam masuk dengan manjat ala Varo
"Iya iya aku bukain. Pelanin deh suara kamu" jawab Queen lalu membuka pintu balkon tersebut lalu menutup nya dengan rapat
Varo langsung menatap Queen dari atas sampai bawah yang hanya menggunakan kemeja putih polos yang besar dan panjang lalu hotpans selutut "Bibi dibawah yah? Tadi katanya kamu sendirian dirumah"
"Aku pikir tadi bibi jadi pulang. Rupanya besok pagi bibi pulang subuh subuh buat gantiin bajunya" jawab Queen lalu mengambil Varo air putih yang sudah ia sediakan tadi
Varo menganggukan kepalanya menandakan mengerti lalu langsung meneguk minuman tersebut sampai habis
"Kamu bau alkohol. Minum lagi? " tanya Queen setelah mencium aroma Varo seperti tidak biasanya
Varo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kalau ia lupa memggantikan bajunya terlebih dahulu saking buru burunya"Iya. Maaf yah"
"Mandi dulu gih sana. Bawa baju gak? "
"Bawa didalam mobil. Aku mandi dulu"
Setelah selesai mandi, Varo mengelap rambutnya yang basah dengan menampakkan perutnya yang ada roti sobeknya
"Kamu gak bawa baju? " tanya Queen menatap lekat perut Varo
"Jaket doang. Nanti aja aku pake"
"Yaudah deh" ucap Queen lalu tiduran membelakangi Varo takut ia kelewatan nantinya
Varo langsung memeluk Queen dari arah belakang sambil mengendus leher Queen yang terekpos jelas "Nghhh jangan Var" desah Queen sambil menahan yang dibawanya sudah sangat geli sekali
"Aku lagi pingin sayang" ucap Varo serak membuat Queen semakin tergoda
Varo pun membuat tangan kirinya memeluk pinggang Queen lalu tangan kanannya memegang boobs kanan Queen yang masih tertutup oleh bajunya
"Var udah deh" ucap Queen tidak tahan atas perlakuan Queen
"Aku punya permainan sayang " ide Varo muncul "Kita main gunting kertas batu 5 kali dan siapa yang menang bebas mau apain lawannya terus yang kalah harus diam aja dan nerima semua perlakuan yang menang. Tanpa membalas"
"Oke" setuju Queen lalu Varo dan Queen memainkan permainan tersebut hingga diakhirnya Varo membuat gunting dan Queen kertas "Yes kamu kalah" senang Varo
"Oke,kamu bebas mau apain aku"
Varo pun langsung membuat Queen diatas pangkuannya "Jangan main yang dibawah nya yah sayang. Aku belum siap" minta Queen membuat Varo pasrah lalu menganggukan kepalanya.
Varo melumat bibir Queen dengan lembut sambil meremas kedua gunung Queen "Nghhh ahhh"
Turun kebawah membuat Varo menciumin leher Queen sesekali menjilatnya membuat Queen menaikkan tubuhnya keatas karena kegelian
Varo pun perlahan lahan membuka kancing baju Queen lalu menidurkan Queen diatas kasur "Tahan yah sayang. Kali ini aku yang kuasai kamu" ucap Varo membuat Queen menatapnya tajam
Queen meremas sprei saat Varo menjilati dadanya sesekali Varo menjatuhkan ludah nya dengan sengaja lalu kembali menjilatnya "Varrr hhhh" desah Queen saat Varo menggoyakan miliknya kemilik Queen
"Iya gak bakal aku masukin loh. Tenang aja" ucap Varo santai
"Oke nghh. Gigit Val terus jilatin lagi" saran Queen saat Varo berhasil mendekap dua gunungnya lalu turun menciumin perut Queen setelah itu melumatnya seperti bibir Queen
Varo pun melakukannya lalu menciumin bibirnya Queen yang Semakin membuat Queen tidak tahan untuk membalas nya.
Queen pun mengingkari permainannya lalu membalas ciuman Varo setelah itu ia menciumin dada Varo dan perut yang sedari tadi sudah ia tahan "Jangan liar banget sayang" kekeh Varo menatap Queen yang sekarang menguasain dirinya
"Kamu menggoda sih! "
Queen dan Varo pun saling berbalas membuat suara desahan menguasain satu ruangan ini meskipun Varo tidak memasukkan miliknya tetapi Queen sudah membuatnya sangatlah kepanasan
"You're hot baby"
.
.
.
Vote and comment yah
Trima kritikan dan saran :p
KAMU SEDANG MEMBACA
KING&QUEEN
Romance"Lo itu cuman punya gue.Milik gue! Seincipun lo dipegang orang selain gue. Siap siap dapat berita yang bagus sayang" "Kenapa lo mainin gue terus Var? Stop it!" Varo Kingcliford,seorang anak kuliah yang sedang menjalani S2 nya sambil meneruskan p...
