NIH UDAH DI LANJUTIN👉Rizky hanya mendengar Reza memarahi Ridho,dan perlahan Putri berhenti menangis.Matanya terlihat sembab dan hidungnya memerah 👈
"Idho,tidak salah kak"suara Putri serak karena efek tangisannya
👉Melihat rambut Putri terlihat basah dan berantakan,Reza segera merapikan rambut Putri,lalu jemarinya mengusap sisa-sisa air mata Putri👈"Kak,aku yg ajak dia main jd bukan dia yg salah lagian mputt aja yg bandell sampe gk lihat ada batu"ucap Putri
"Enggak put aku emang selalu buat kamu luka.....maafin Ridho yh mputt"Ridho menundukkan wajahnya dan meremas ujung bajunya.
👉Ridho merasa menjadi sahabat yg tidak bertanggung jawab seharusnya sudah kewajibannya menjaga Putri tp ia malah membuat gadis kecil itu terluka dan ini sudah keempat kalinya👈"Idho enggak salah,jadi jangan minta maaf ya"ucap putri lalu menubjukkan senyum manisnya pertanda ia sudah baik baik saja
"Terima kasih putri"ucap Ridho ikut tersebyum tapi matanya k:-) mbali menoleh pada Reza yg menatapnya
👉Putri beranjak hati-hati.Menarik tangan kakaknya Reza kemudian yang satunya menarik tangan Ridho👈
"Jangan berantem lg,Putri baik-baik saja.sekarang baikan yah"ucap Putri👉Ridho kembali menunduk takut menatap Reza.Reaksi Reza berbeda ia menjabt tangan Ridho menunjukkan raut wajah bersalahnya👈
"Kakak minta maaf,tidak seharusnya kakak marah-marah sama kamu"ucap Reza
*perlahan Ridho mengangkat wajahnya melihat Reza yg kini tangah menatapnya...bukan lg tatapan tajam seperti td melainkan sorot mata bersalah yg terlihat*"Tanpa kakak mengatakannya Ridho sudah memaafkan kakak.Ridho tau kalau kakak khawatir sama putri dan aku anggap td itu nasihat untuk aku"ucap Ridho
👉memang benar kak Reza sangat panik td*
*Reza menepuk bahu Rizky, Ridho, dan Putri senyumnya mengembang melihat adiknya yg sekarang sudah sedikit dewasa walaupun umurnya masih delapan tahun dan sebelas tahun kemudian keempat sahabat itu berpelukan singkat*
Putri turut senang melihat kakak dan kedua sahabatnya yg sudah akur kembali. Kakak dan dua sahabatnya itu adalah orang yg Putri sayangi, bagi putri Rizky dan Ridho juga sudah dianggap sebagai bagai kakaknya sendiri. Mereka sudah menjalani pertemanan dari umur Putri yg masih belum bisa bicara alias bayi. Rumah mereka berdekatan membuat mereka saling mengenal, terlebih orang tua mereka sejak SMP
"Kak Reza, kak iku? Kalian sudah menggali lubang yg disana? "Tunjuk Putri pada lubang bekas galian Reza dan Rizky.Reza dan Rizky hanya mengangguk
"Kalau begitu ayo kita kesana! "Ucap Putri sabil menarik tangan Kidho dan Reza
*jalannya sedikit terseret akibat lukanya yg masih basah*
*tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai di depan lubang itu. puti mengeluarkan empat gulungan kertas dan spidol berwarna dari tas beruang yg ia letakkan di belakang pohon*
*Kidho dan Reza mengerutkan kening nya ketika menerima kertas dan spidol dari Putri*
"Ini untuk apa? "Kidho dan Reza
,"untuk menulis impian! "Seru putri"A Kidho sama A Reza boleh tulis impian kalian di kertas itu setelah itu kita akan mengubur impian kita sama sama di dalam lubang itu. "Lanjut putri dengan senyum lebarnya
"Jadi seperti sebuah yg kita impikan begitu?. "Tanya Ridho dan Putri langsung mengangguk mengiyakan
"Ayo kia tulis impian kita! Ta0i jangan ada yg lihat. Ini rahasia gk boleh dilihat sebelum waktunya tiba"ucap putri
*kemudian menjauh sedikit dari kidho dan Reza *Dengan semangat putri langsung menulis di atas kertas kosong itu dengan spidol berwarna pink warna kesukaannya. Perlahan Rizky dan Reza juga sudah memulai menulis di kertasnya. Berbeda dengan Ridho, ia masih berfikir untuk menulis apa di kertasnya
Beberapa menit Putri, Rizky, Reza sangat tenang menulis kata perkata di kertasnya. Setelah memikirkan apa yg ia inginkan Ridho juga mulai menggerakkan spidol nya.
"Aku sudah selesai!. "Seru Putri
*langsung melipat kertasnya menaruh spidol nya begitu saja di tanah. Membawa kaleng bekas yg ia simpan di balik pohon*"Kita simpan impian kita didalam sini"ucap Putri langsung memasukkannya kertasnya di dalam kaleng
*Rizky dan Reza juga telah selesai melakukan hal yg sama di lakukan oleh Putri*
"Kalian duluan saja, masukkan kaleng itu didalam lubang, Neni Aku yg kubur."
Putri menggeleng"kita akan menunggumu"
"Baiklah"ucap Ridho
Setelah beberapa menit lamanya Ridho langsung memasukkan kertasnya kedalam kaleng yg dipegang oleh Putri.
Lalu Reza mengambil kayu untuk mengubur kaleng yg berisi kertas impiannya itu, di bantu juga oleh Ridho, Rizky, dan Putri walau pun tenaganya tidak sebanding dengan Reza. Setelah lubangnya tertutup sempurna, ketiga anak laki laki itu duduk di bawah pohon sambil membersihkan tangannya yg sedikit kotor. Berbeda dengan Putri.
"Ini untuk kalian"ucap Putri
*menyerahkan Saputangan berwarna biru dari dalam tasnya pada kakak dan sahabat laki lakinya*Reza dan 2R mengambil saputangan itu, kemudian berucap "terima kasih"
Putri menggeleng cepat"Aku yg seharusnya bilang terima kasih karena kalian mau mengikuti permintaan ku sebelum Aku pergi "ucap Putri
"Jadi kamu benar ingin meninggalkan kami? "Tanya Rizky menatap bola mata seolah meminta penjelasan. Gadis kecil itu terdiam namun akhirnya mengangguk."Kenapa mputt? Apa karena Aku yg sering buat kamu luka? Jadi kamu mau meninggalkan kami? Kalau karna itu Aku minta maaf Putri, Aku berjanji tidak akn membuat kamu terluka lagi, Aku juga akan menuruti permintaan mu asalkan kamu jangan pergi"kali ini Ridho yg bersuara, iq menggenggam tangan Putri seolah tak rela putri itu pergi
Putri juga sebenarnya tidak ingin meninggalkan kedua sahabat nya tersebut tp mau tidak mau ia tetap harus pergi karena pekerjaan ayahnya yg menuntut mereka untuk pergi ke salah satu perusahaan mereka yg berada di negri paman sam. "Aki minta maaf, karena kata bunda aku harus pindah besok"ucap Putri menunduk lemas tidak sanggup menatap 2R.
NIH UDAH DI PANJANGIN
SEMOGA SUKA YAJANGAN LUPA TAP BINTANG DAN KOMEN
SALAM MANIS AUTHOR
