[Proses Pengeditan & Hiatus Sementara]
Elora Aelyn melakukan pelarian usai skandal mengenai dirinya tersebar di seluruh jurusan, lelaki yang tak ingin dia sebutkan namanya itu yang menjadi alasan kenapa dirinya harus pergi. Melanjutkan pendidikanny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hubungan bukan sekadar menjadi pasangan, tapi menjadi rekan tumbuh—saling terbuka,saling memahami, dan memberi ruang tanpa kehilangan arah bersama."
♪
Aelyn, menatap pantulan dirinya di depan cermin kamar mandi rumah sakit. Sudah dua hari dia tidak tidur hanya menunggu Kenan bangun, tetapi lelaki itu tidak kunjung sadar juga. Dia membasuh wajahnya, karena pagi ini ada mata kuliah yang mengharuskannya untuk presentasi mau tidak mau Aelyn harus turun.
Setelah merasa lebih baik Aelyn memoles wajahnya dengan sedikit riasan untuk menutupi area kantung mata yang mulai menghitam. Dia keluar kamar mandi, nampak Jackson kakak iparnya sudah duduk di samping ranjang Kenan bersama Han yang menunggunya untuk mengantar ke kampus.
"Sudah siap?" tanya Han sopan. Dia tahu betapa patah hatinya perempuan ini melihat kondisi Kenan.
"Han, padahal saya bisa turun sendiri loh. Kamu kan banyak kerjaan di kantor," ucap Aelyn berbasa basi sembari berjalan mengikuti langkah Han menuju mobil.
"Sudah kewajiban saya mengantar istrinya Kenan." Aelyn menghela nafas lalu masuk ke dalam mobil setelah pintu dibukakan oleh lelaki itu.
Perjalanan dari rumah sakit menuju kampus memakan waktu tiga puluh menit akibat kemacetan yang terjadi karena sebuah kecelakaan beruntun. Sesekali Aelyn menatap luar jendela. Langit pagi itu terlihat menggelap, pertanda akan segera turun hujan.
"Itu payung bisa ambil di belakang." Han memberitahu Aelyn saat mobil berhenti tepat di depan gerbang kampus. Awalnya Han ingin mengantarkan sampai depan lobi, tapi Aelyn menolak.
Dia turun dengan payung di tangannya. Berjalan cepat melewati gerbang. Angin yang bertiup kencang beberapa kali menerbangkan rambutnya. Tujuannya hari ini adalah gedung pertemuan fakultas seni. Dia tiba di lobi gedung. Menutup payung dan menaruhnya di tempat payung yang di sediakan.
Segera Aelyn masuk ke dalam gedung pertemuan. Hanya dirinya dan dua orang temannya ada di dalam karena hari ini memang jadwal mereka bertiga.
Hanya berkisar beberapa menit setelah Aelyn duduk, lima profesor pengujinya tiba. Aelyn mendapatkan giliran terakhir. Setiap mahasiswa diberikan waktu tiga puluh menit untuk presentasi dan memberikan argument masing-masing.
Kini tiba giliran Aelyn. Di depan, untuk sesaat Aelyn hanya melamun begitu lama. "Nona Elora? Apa sudah puas melamunnya? Saat ini kamu yang sedang presentasi silahkan jangan terlalu banyak melamun." Mata Aelyn melebar dia merutuki dirinya yang ceroboh lagi-lagi. Dia meminta maaf dan memulai presentasi, walaupun tidak seperti biasanya dia penuh keceriaan, Aelyn hari ini cukup baik dalam presentasinya.