15

1.5K 54 2
                                        

"Awalnya hanya perhatian kecil, tapi kini, setiap kepeduliannya menjelma menjadi rutinitas yang tak sanggup ditinggalkan, walau hanya sekejap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Awalnya hanya perhatian kecil, tapi kini, setiap kepeduliannya menjelma menjadi rutinitas yang tak sanggup ditinggalkan, walau hanya sekejap."

Aelyn menarik kursi di samping Kenan yang saat ini berada di ruang studio seni. Dan materi hari ini diwajibkan untuk membuat bahan keramik dari clay yang akan di gunakan sebagai bahan untuk pameran seni yang nantinya akan diadakan penggalangan donasi untuk korban bencana dan perang. Dan kebetulan keduanya menjadi satu kelompok lagi. Aelyn hanya merebahkan kepalanya di atas meja. Punggungnya terasa sakit, karena datang bulan hari ke duanya kali ini.

Kenan melirik orang di sampingnya, tanpa sadar tangan lelaki itu malah memijat lembut punggung belakang Aelyn. "Masih sakit ya?"

Aelyn hanya mengangguk, bahkan kram di perutnya masih belum sembuh juga. Biasanya jika hari kedua takkan sesakit ini. Kenan masih mengelus punggung belakang Aelyn. Sambil tangan sebelahnya menggambar sesuatu di atas karyanya.

"Kamu mau izin pulang saja? Wajahmu pucat sekali." Aelyn menggeleng. Kenan melepaskan tangannya dari punggung Aelyn dia mengambil sesuatu di dalam saku celana. Sebuah botol aroma terapi. "Saya oleskan ini ya, biar lebih hangat."

Aelyn hanya mengangguk. Kenan memasukkan tangan ke dalam kemeja perempuan itu. Dan konyolnya Ramona ternyata sejak tadi memperhatikan keduanya. Setelah mengoleskan aroma terapi tadi. Kenan kembali memijat lembut punggung belakang Aelyn.

Ramona berdiri, lalu berjalan dengan tingkahnya. Dia tersenyum lebar dengan wajah penuh kecurigaan.

"Demi apapun, kalian berdua kelihatan mencurigakan sekali. Dari awal kalian kembali ke sini, terus kalian berdua menghilang selama dua bulan lebih itu bikin banyak spekulasi di otak aku. Lalu aku melihat Kenan mengelus punggung mu dari tadi. Kalian berdua pacaran kan?"

"Gak!" sergah Aelyn dan Kenan bersamaan. Keduanya sama-sama menoleh dan saling tatap. Ramona masih curiga dengan keduanya mencoba membuat pertanyaan lain.

"Kamu selama dua bulan kemarin kemana El?" Aelyn menghela nafas panjang.

"Aku? Aku jengukin temanku yang habis koma, terus kebetulan berdekatan sama acara nikahan kakakku dan yap ada sesuatu lah pokoknya yang gak bisa aku ceritain," Aelyn terdengar takut ketahuan, Kenan menahan tawanya mendengar ucapan Aelyn yang gelagapan.

Ramona mengangguk dan balik menatap Kenan yang berpura-pura menyibukkan diri dengan gelas keramik yang tadi sedang dia gambar. "Kalau kamu Kenan? Kemana selama dua bulan terakhir ini?"

"Saya ada urusan bisnis ke Singapura, terus ada hal mendesak juga, ngurus keluarga yang sakit," Ramona akhirnya menyerah walau masih ada perasaan berharap untuk keduanya memiliki hubungan.

Serenity [Hiatus Sementara & Proses Pengeditan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang